25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Pandemi Covid-19 telah berlangsung kurang lebih selama enam bulan. Beberapa sektor industri mengalami penurunan akibat diberlakukannya PSBB demi menghambat persebaran virus Corona. Salah satu sektor yang terdampak ialah lembaga keuangan dalam hal ini Amartha.
Para pendana tentunya merasa gelisah akan pendanaannya di Amartha. Muncul banyak pertanyaan seperti mengapa mitra usaha berstatus at risk? Mengapa pembayaran telat? Hingga apakah Amartha melakukan penagihan kepada para mitra usaha?
Menjawab pertanyaan sekaligus kegelisahan para pendana, Amartha menginformasikan bahwa Amartha tetap melakukan penagihan kepada mitra usaha mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Selama pandemi, penagihan dilakukan melalui tiga metode yaitu sistem titip bayar dari anggota majelis ke ketua majelis, sistem pertemuan kelompok kecil, hingga door to door collection.
Imas, salah satu Business Partner (BP) Amartha Point Majasari, Regional Banten, mengungkapkan bahwa adanya perbedaan melakukan penagihan saat sebelum dan selama pandemi Covid-19. “Tantangan selama ini banyak banget, seperti contohnya kita gak dibolehin masuk ke desa-desa sama kepala desanya.” jelasnya.
Kondisi inilah yang membuat petugas lapangan mengalami kesulitan untuk melakukan penagihan kepada Ibu Mitra.
Bagaimana kondisi mitra usaha Amartha selama pandemi?

Saat pandemi berlangsung dan diberlakukan PSBB secara ketat membuat sejumlah mitra usaha mengalami kemunduran usaha. Hal ini mengakibatkan kemampuan bayar dari mitra yang mengalami keterlambatan. Beberapa diantaranya juga berdampak kepada psikologis mitra usaha.
Founder kami, Andi Taufan Garuda Putra, sangat prihatin dan melakukan kunjungan ke Banten dan Jawa Barat di awal September untuk melihat langsung kondisi nyata di area dengan tingkat pengembalian terendah. Dalam kunjungan itu, Mas Taufan secara langsung mengumpulkan fakta untuk menindaklanjuti berbagai pertanyaaan dari Pendana, misal: apakah Mitra tidak mau atau benar-benar tidak bisa bayar.
Di area yang kami kunjungi, kondisi lapangan terdampak Covid-19 sangat memprihatinkan. Mitra harus mengutamakan pemenuhan kebutuhan pangan bagi keluarga mereka, dan dengan sangat terpaksa tidak menjadikan pengembalian angsuran sebagai prioritas. Mitra-mitra menyesali dan meminta maaf atas keadaan yang dialami saat ini, namun tetap bersemangat untuk memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran. Cek liputannya di video berikut ini.
Salah satu upaya untuk mendukung pemulihan terhadap kondisi tersebut, pada Senin (7/9) lalu, Amartha mengadakan pelatihan kewirausahaan kepada 40 mitra usaha di Yogyakarta. Adapun pelatihan tersebut berupa pelatihan pembuatan masker dan juga olahan makanan kreatif seperti nugget, otak-otak ikan, dan tempura.
Dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku, pelatihan ini tak hanya fokus pada cara pembuatan saja, melainkan cara menghitung modal sampai pada pemasaran. Diharapkan dengan adanya pelatihan kewirausahaan ini dapat memberikan semangat dan harapan baru kepada para mitra usaha Amartha yang terdampak pandemi Covid-19.
Apa kebijakan selanjutnya yang ditempuh oleh Amartha?
Selain melakukan penagihan, Amartha juga melakukan upaya-upaya kebijakan sebagai berikut ini untuk menjaga pendanaan dari pada pendana:
Kami harapkan dengan upaya kebijakan yang ditempuh dapat membantu memulihkan kemampuan Mitra untuk melakukan pembayaran serta menjaga pendanaan pendana agar tetap berjalan lancar.
Tags
25 Feb 2026