Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Saat ini, sistem listrik prabayar menggunakan token listrik semakin menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Namun, sudahkah kamu memahami secara detail tentang harga token listrik per kWh, hingga bagaimana cara membelinya?
Sebenarnya, sistem ini sangat praktis, fleksibel, dan bisa diisi ulang kapan saja, sehingga ideal bagi berbagai kebutuhan rumah tangga, bisnis, bahkan industri. Karena itu, mari simak rincian harga dan berbagai metode untuk membeli token listrik di sini!
PLN telah menetapkan tarif token listrik berdasarkan golongan daya yang berbeda. Hal ini berarti harga yang dibayar untuk tiap kWh bisa bervariasi, tergantung pada daya listrik yang terpasang di tempatmu.
Sebagai panduan, berikut adalah daftar harga token listrik per kWh menurut golongan daya yang diberlakukan November 2024:
Menghitung harga token per kWh itu penting agar kamu bisa memperkirakan pengeluaran bulanan. Contoh, jika kamu menggunakan daya 1.300 VA dengan tarif Rp1.444,70 per kWh dan membutuhkan tambahan listrik sebesar 100 kWh, berikut langkah perhitungannya:
Namun, jangan lupa bahwa terdapat Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar 3% dari total pembelian, sehingga nilai akhir listrik yang diterima mungkin sedikit lebih kecil dari nominal yang sebenarnya dibeli.
Sebagai contoh, jika kamu membeli token senilai Rp100 ribu, maka pulsa listrik yang masuk ke meteran adalah Rp97 ribu setelah dipotong PPJ sebesar 3%. Berikut ini contoh harga token listrik yang diterima untuk berbagai nominal setelah pengurangan PPJ:
Lalu, bagaimana dengan perbandingan harga token listrik berdasarkan golongan pengguna seperti rumah tangga, bisnis, industri, atau lainnya? Ini dia rinciannya:
Untuk rumah tangga, tarif listrik sangat bergantung pada daya listrik yang terpasang di rumah kamu, di mana golongan daya rendah seperti 450 VA dan 900 VA akan mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Misalnya, pelanggan dengan daya 450 VA yaitu golongan R1/TR hanya perlu membayar Rp415 per kWh, jauh lebih rendah dibandingkan golongan daya lebih tinggi. Rincian lengkapnya bisa kamu cek kembali di daftar yang ada di pembahasan sebelum ini.
Sementara itu, golongan bisnis mencakup pelanggan yang menggunakan listrik untuk usaha, seperti toko, restoran, atau kantor kecil. PLN membagi tarif harga token listrik untuk bisnis berdasarkan dayanya, seperti:
Golongan industri memiliki skema tarif harga token listrik yang lebih variatif. Selain itu, tarifnya bisa menjadi lebih rendah pada jam non puncak (off-peak) untuk mendukung produktivitas industri dan manufaktur.
Pembagian kategori dayanya meliputi I1, I2, I3, dan I4. Adapun tarifnya disesuaikan berdasarkan daya yang terpasang, mulai dari 14 kVA ke bawah hingga 200 kVA ke atas.
Berbeda dengan fasilitas biasa, layanan seperti rumah sakit, sekolah, dan kantor pemerintah mendapat tarif harga token listrik khusus yang biasanya lebih rendah untuk mendukung kegiatan pelayanan publik.
Pembagian kategorinya yaitu sektor layanan sosial (S) untuk layanan seperti lembaga pendidikan dan rumah sakit, serta pemerintah (P).
Setelah mengetahui rincian harga token listrik, lalu bagaimana cara isi ulangnya? Sebenarnya, membeli token atau pulsa listrik sekarang semakin mudah dan bisa dilakukan melalui berbagai metode seperti:
Minimarket seperti Indomaret atau Alfamart menjadi salah satu tempat yang paling mudah diakses untuk membeli token listrik. Cukup menyebutkan nomor meter listrik ke kasir, pilih nominal, lakukan pembayaran, dan kamu akan menerima struk berisi kode token 20 digit.
Harga token listrik di minimarket biasanya akan terpotong dengan biaya admin atau biaya layanan. Solusi lainnya adalah dengan menggunakan layanan multi-payment di ATM. Masukkan nomor meter, pilih nominal pembelian, dan struk yang berisi token akan tercetak.
Ingin membeli atau membayar token listrik secara online? Kamu bisa membelinya melalui marketplace. Caranya mudah, kamu bisa mengakses menu pembelian token listrik, memasukkan nomor ID Pelanggan PLN, lalu memilih nominal yang ingin dibeli dan lakukan pembayaran.
Biasanya pembayaran pembelian token listrik di marketplace bisa dilakukan melalui beberapa cara. Misalnya seperti melalui saldo di aplikasi tersebut, melalui transfer bank atau bisa juga melalui e-Wallet lain yang bekerjasama. Pilih metode pembayaran yang kamu inginkan, lalu selesaikan pembayaran. Cek transaksi kamu melalui riwayat transaksi.
Selain itu, mobile banking dari berbagai penyedia layanan perbankan di Indonesia sekarang bisa mempermudah proses isi ulang token listrik langsung dari ponselmu. Cukup buka aplikasi, pilih menu pembayaran listrik, masukkan nomor meter, dan pilih nominal sesuai kebutuhan.
Opsi terakhir yang bisa dicoba untuk isi ulang daya dengan harga token listrik yang terjangkau adalah via aplikasi dompet digital (e-wallet) atau aplikasi keuangan lainnya.
Salah satu contoh aplikasi keuangan digital adalah AmarthaFin yang menyediakan layanan pembelian token listrik dan produk digital lain seperti pulsa, paket data, voucher game, dan masih banyak lagi.
Cara Membeli Token Listrik di AmarthaFin:
Jika kamu sedang mencari peluang usaha dengan modal kecil tapi untung maksimal, saatnya bergabung sebagai agen di AmarthaLink dan bisa langsung berjualan token listrik via aplikasi AmarthaFin!
Di sini, kamu bisa menjual berbagai produk digital seperti token listrik, pulsa, hingga top-up e-wallet dengan harga bersaing dan potensi keuntungan menjanjikan. Pendaftaran gratis, tidak ada biaya admin. Bahkan, banyak hadiah dan bonus untuk agen yang aktif.
Harga token listrik di AmarthaLink juga terjangkau, sehingga peluang komisi yang diperoleh per transaksi juga semakin maksimal. Jadi, jangan tunggu lagi! Segera instal aplikasi AmarthaFin, daftar sebagai agen AmarthaLink, dan mulai perjalanan bisnismu sekarang!
Tags