25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Hasil Sensus Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat per September 2020, jumlah penduduk Indonesia sebesar 270,20 juta jiwa. Hal ini berdampak pada bertambahnya lahan untuk hunian atau tempat tinggal.
Dengan demikian, bisnis properti atau tempat tinggal menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan. Salah satu pebisnis yang sudah memulainya adalah Bong Chandra.
Bong Chandra merupakan pria kelahiran 25 Oktober 1987 yang juga dikenal sebagai salah satu motivator muda yang terkenal se-Asia.
Di masa kecil, pabrik kue keluarganya nyaris gulung tikar akibat kriris ekonomi tahun 1998. Ia dan keluarganya pun mengalami kesulitan finansial.
Untuk meringankan beban ekonomi keluarganya, Bong Chandra menjual kue sisa produksi di sekolah. Saat SMA pun ia merambah ke bisnis pakaian dimana ia mencari pakaian di Bandung dan menjualnya di Jakarta. Bermodalkan kepercayaan dari pedagang, ia bisa membuka toko di daerah Senayan dan Pasar Taman Puring.
Kesulitan yang dialami Bong Chandra semasa hidupnya membuat ia memiliki pribadi yang bermental positif dan ramah dalam memberi pendapat. Kesukaannya pada membaca dan mendengarkan CD motivasi memberinya ide untuk membuat event organizer yang fokus pada seminar motivasi.
Secara perlahan dan pasti, ia pun memiliki banyak relasi mencapai 90ribu orang. Kerja kerasnya selama itu diparesiasi dengan berhasil meraih penghargaan sebagai motivator termuda di Asia (23 tahun) pada 2010 lalu.
Berada di titik kesuksesan itu tidak lantas membuat Bong Chandra berpuas diri. Ia dapat melihat peluang lainnya pada bidang properti. Bersama rekannya, Bong Chandra membuat perusahaan pengembang dengan nama PT Perintis Trinity Properti dengan modal usaha Rp500 juta.
Dengan modal tersebut, ia membeli tanah seluas 5,1 hektar di Ciledug, Jakarta Selatan dan di Ubud Village, Bali. Dari dana tersebut berhasil ia kembangkan dengan menjual 300 rumah dan 65 ruko di kawasan Ubud Village.
Per 15 Januari 2020, perusahaan properti Bong Chandra terjun ke pasar modal dengan menerbitkan 444.5 juta saham. Dari hasil IPO tersebut, perusahaan Bong Chandra mendapatkan dana segar mencapai Rp200 Miliar.
Lalu, apa saja cara berbisnis properti yang diterapkan oleh Bong Chandra?
Cari tahu waktu yang tepat untuk membangun sebuah properti pada suatu wilayah. Hal ini perlu melihat kemampuan daya beli masyarakat dan budaya sosialnya.
Kepercayaan dari supplier, pembeli, dan stakeholder adalah modal utama dalam menjalankan bisnis properti. Bangun, jaga, dan perkuat kepercayaan tersebut agar Anda bisa mendapat bantuan dan menjalankan bisnis ini.
Salah satu hal penting dalam bisnis properti adalah memiliki konsep yang berbeda dari pengembang lain, unik, dan menonjol.
Dalam hal ini, pemilik bisnis properti dapat memanfaatkan faktor psikologis agar calon pembeli mau membeli properti yang ditawarkan. Misalnya seperti saat pembangunan mencapai 60-70 persen, maka harga properti akan naik 10-15 persen. Dengan demikian, pembeli akan membeli diawal daripada saat pembangunan selesai.
Lokasi juga menjadi hal penting dalam berbisnis properti. Biasanya banyak pembeli yang memperhatikan lokasi seperti dekat dengan pintu tol atau akses kendaraan lainnya.
Agar dapat membedakan dengan properti lainnya, pebisnis properti dapat pula membangun gedung perkantoran, mal, tempat hiburan, hingga rumah sakit terdekat.
Itulah beberapa cara berbisnis properti yang diterapkan oleh Bong Chandra. Perlu diingat bahwa untuk mencapai posisi tersebut diperlukan ketekunan dan manajemen yang baik. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!
Tags
25 Feb 2026