25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Bukan hanya untuk hunian, rumah juga bisa jadi salah satu aset investasi yang menjanjikan. Mengingat, harganya cenderung naik setiap tahunnya. Kini, ada pinjaman KPR yang dapat mempermudah kamu dalam membeli rumah.
Dalam ulasan ini, kamu akan mengetahui cara hitung KPR rumah dalam simulasi serta jenis-jenis suku imbal hasil yang biasa dipakai oleh lembaga pemberi pinjaman.
Dalam pinjaman KPR, ada 2 jenis suku imbal hasil yaitu suku imbal hasil fixed dan floating. Apa saja pengertian keduanya? Mari kenali lebih jauh melalui penjelasan berikut!
Suku imbal hasil fixed adalah imbal hasil yang sudah ditetapkan sejak awal pengajuan KPR. Jadi, kamu sudah tahu berapa nominal yang harus dibayarkan dari awal hingga akhir masa tenor, sebab nominalnya akan selalu sama.
Kelebihan dari suku imbal hasil jenis ini yaitu:
Ada kelebihan, tentu ada kekurangan. Inilah kekurangannya:
Kebalikan dari suku imbal hasil fixed, untuk jenis floating, nominal angsuran dapat berubah-ubah sepanjang masa kredit mengikuti kondisi pasar.
Sama seperti jenis fixed, suku imbal hasil floating juga punya kelebihan, di antaranya:
Di balik kelebihan, tentu ada kekurangan, yaitu:
Baca Juga: Rumah Over Kredit: Syarat dan Untung Ruginya

Cara hitung KPR rumah tidaklah sulit, sebab sudah ada rumus pastinya. Kamu bisa belajar cara menghitung cicilan KPR secara manual lewat ini:
Misal, kamu ingin membeli rumah seharga Rp450 juta rupiah dengan DP di awal sebesar 15% dan imbal hasil tetap 10% per tahun. Masa tenor adalah 5 tahun. Maka, rumus hitung KPR rumah adalah:
Uang muka = 15% x harga rumah
= 15% x Rp450.000.000
= Rp67.500.000
Pokok kredit = harga rumah - uang dp
= Rp450.000.000 - Rp67.500.000 = Rp382.500.000
Angsuran/bulan = (pokok kredit x imbal hasil/bulan) / [1-(1+imbal hasil/perbulan) ^(-tenor dalam bulan)
= (Rp382.500.000 x 10%/12) / [1-(1+10%/12)^(-60)]
= Rp8.126.994,60
Total keseluruhan (pinjaman + imbal hasil) = angsuran per bulan x tenor
= Rp8.126.994,60 x 60
= Rp487.619.676
Besaran nilai imbal hasil = total keseluruhan - pokok kredit
= Rp487.619.676 - Rp387.500.000
= Rp100.119.676
Berdasarkan perhitungan rumus tabel cicilan rumah tersebut, kamu akan membayar angsuran senilai Rp8.126.994,60 setiap bulannya selama 5 tahun.
Itulah cara hitung KPR rumah yang perlu kita tahu untuk simulasi hitung kpr rumah. Jangan lupa siapkan dananya juga ya. Kamu bisa mulai dari sekarang dengan investasi di Amartha yang menawarkan keuntungan bagi hasil hingga 15% flat per tahun.
Kunjungi www.amartha.com untuk dapatkan informasi lebih lanjut.