Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...
07 Jul 2023 • 4 min read

Tim Oxford Microfinance Initiative bersama ibu-ibu mitra usaha Amartha di Desa Ciseeng, Rabu (11/4) di Desa Ciseeng, Bogor, Jawa Barat.[/caption]
Selama di desa tersebut, OMI bertemu dengan Business Manager dan Business Partner serta beberapa ibu yang tergabung dalam majelis (kelompok mitra usaha). Selain pelatihan, mereka juga berdiskusi mengenai masalah-masalah usaha yang dialami oleh ibu-ibu. Tak hanya itu, mereka juga memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Beberapa ibu mempunyai usaha-usaha seperti pembuatan sarung tangan & masker, tahu, golok, keset dan warung.
"Mereka ke majelis dan berdiskusi dengan ibu-ibu dalam beberapa kelompok kecil untuk mengetahui kehidupan ibu-ibu di desa, latar belakang, keinginan dan harapan. Kami ke beberapa usaha ibu-ibu untuk melihat masalah, potensi, dan observasi kehidupan dan keadaan sekitar. Pada brainstorming ini, OMI juga meminta Business Partners untuk melakukan persona (menempatkan diri mereka sebagai ibu-ibu) sebagai cara menyenangkan dan efektif untuk mendapatkan ide sebagai bahan penyusunan modul training,” jelas Aria.
Setelah itu, tambah Aria, OMI bertemu dengan pendiri dan CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra dan tim Amartha. Dalam kesempatan itu, mereka menyampaikan beberapa temuan saat berkunjung ke desa Ciseeng. Andi menyambut baik tim tersebut. “Mereka berkunjung ke kantor pusat Amartha untuk menyampaikan hasil temuan dan merencanakan bentuk penyampaian dari hasil dari program ini,” terang Aria.
[caption id="attachment_2059" align="alignnone"]
Oxford Microfinance Initiative bersama tim Amartha memberikan pelatihan kepada ibu-ibu mitra usaha.[/caption]
Salah satu tim OMI, Kavi mengungkapkan kebahagiaanya bisa terlibat dalam kegiatan ini. Apalagi, mereka bisa bertemu dengan ibu-ibu pedesaan. Mereka menjadi mengetahui lebih dalam masalah-masalah ekonomi dan sosial di pedesaan terutama microfinance.
Seperti diketahui, Survei Nasional Literasi dan Inklusi keungan (SNLIK) yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2016, menemukan bahwa indeks inklusi keuangan Indonesia baru mencapai 67,82 persen. Ini menunjukan bahwa masih terdapat lebih dari 30 persen masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses keuangan, khususnya masyarakat prasejahtera yang sebagian besar tinggal di wilayah pelosok pedesaan.
Dengan hadirnya Amartha sebagai perusahaan fintech yang bergerak di P2P lending, mereka berhasil menghubungkan para wirausaha mikro perempuan di pedesaan yang membutuhkan modal dengan pendana di kota yang ingin membantu mendanai usaha mereka. Hingga kini, perusahaan yang berdiri sejak 2010 ini telah menyalurkan dana sekitar Rp 340 miliar dan sebanyak 95.000 pengusaha mikro telah diberdayakan.Tags