25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...
07 Jul 2023 • 6 min read

Founding Member IMFEA (Indonesia MicroFinance Expert Association) dan Project Leader ukmindonesia.id, Dewi Meisari Haryanti, Founder dan CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra dan Head of SME Product, Business Support & UORM PT Bank Permata Tbk (Permata Bank), Haryanto Suryonoto saat temu media di Amartha HQ, Jakarta, Selasa (11/12) siang.[/caption]
Selama 8 tahun berdiri, saat ini Amartha telah memiliki ratusan ribu mitra perempuan tangguh yang gigih, tekun, bersemangat dan terus berkomitmen dalam memanfaatkan dana amanah dari pendana urban melalui Amartha. “Untuk mengapresasi para mitra kami, pada 2018 ini Amartha juga menggelar kampanye #perempuantangguh dengan memilih sepuluh perempuan-perempuan hebat yang inspiratif untuk memajukan ekonomi di desa dan berusaha mandiri dalam membantu keluarga dan masyarakat sekitar. Sepuluh perempuan tangguh yang terpilih ini nantinya akan mendapatkan hadiah umrah gratis dari Amartha,” tutup Andi Taufan.
Founding Member IMFEA (Indonesia MicroFinance Expert Association) dan Project Leader ukmindonesia.id, Dewi Meisari Haryanti, mengatakan, salah satu aspek penting yang dihadapi UMKM di Indonesia saat ini untuk dapat naik kelas adalah mendapatkan akses pendanaan guna mendorong usaha mereka. Akses pendanaan UMKM ini menjadi esensial, karena untuk dapat melakukan ekspansi usaha, UMKM memerlukan sumber daya dana usaha yang memadai. Peran fintech P2P lending dalam program inklusi keuangan pemerintah dan OJK dapat membantu masyarakat dan UMKM untuk mendapatkan akses yang lebih mudah dalam memanfaatkan jasa keuangan. Oleh karena itu, dukungan regulator sangat diperlukan untuk mempercepat pengembangan fintech, khususnya P2P micro lending sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya.
Selain membantu UMKM mengakses pendanaan dengan mudah dan cepat, fintech juga dapat menjadi "agunan", yaitu berupa track record atau rekam jejak sebagai pelaku usaha yang amanah dan memiliki semangat berusaha tinggi. “Rekam jejak ini adalah bentuk "agunan" lain yang terbukti membuat cukup banyak pelaku UMKM mendapatkan pendanaan, baik dari pendana perseorangan, perusahaan modal ventura, angel investor, fintech, koperasi simpan pinjam, maupun bank. Rencana yang matang - baik yang tertulis maupun tidak tertulis - adalah wujud dari "agunan" tersebut. Platform P2P lending yang aman dan sudah teregulasi menjadi harapan bagi para pengusaha kecil yang sedang mencari pinjaman usaha sekaligus jadi cara untuk menysukseskan program inklusi keuangan sehingga mampu meningkatkan perekonomian Indonesia secara makro. Bagi para pendana juga diharapkan tidak perlu ragu untuk membantu pendanaan untuk UMKM, karena dana yang digunakan adalah untuk kegiatan produktif yang menguntungkan,” ujar Dewi Meisari Haryanti.
Head of SME Product, Business Support & UORM PT Bank Permata Tbk (Permata Bank), Haryanto Suryonoto mengatakan, “Mengacu terhadap peraturan tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi, kami melihat Amartha telah memenuhi persyaratan dalam hal tata kelola sistem teknologi, elektronik, mitigasi risiko, edukasi dan perlindungan pengguna layanan pinjam meminjam dan transparansi dengan adanya sistem credit scoring. Selain itu, Amartha juga telah resmi terdaftar dan diawasi oleh Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak tahun 2017. Oleh karena itu, Permata Bank memercayakan Amartha untuk menyalurkan akses pendanaan ke pelaku Usaha Mikro di seluruh Indonesia.”
Haryanto menjelaskan. dengan adanya kolaborasi positif industri jasa keuangan seperti Bank dengan industri fintech P2P lending diharapkan dapat memberdayakan UMKM melalui akses dana usaha yang lebih fleksibel dan lebih mudah, serta memutar roda ekonomi lebih cepat sehingga menciptakan lapangan kerja baru dan pengentasan kemiskinan.
Lebih lanjut Haryanto menambahkan, melalui fintech seperti Amartha, kami bisa dapat meningkatkan efisiensi operasional sehingga dapat menjangkau daerah-daerah pelosok dan memproses pengajuan pinjaman dengan lebih cepat ke sektor produktif seperti UMKM. Sistem dan proses yang ditawarkan pun mudah dan aman, yaitu Amartha akan mereferensikan mitra pengusaha mikro yang sesuai dengan kriteria Permata Bank. "Selanjutnya, Permata Bank akan menentukan mitra UMKM yang dapat memperoleh fasilitas kredit. Dengan melalui proses scoring dari Amartha, diharapkan dapat membantu Permata Bank dalam meminimalisir peluang terjadinya Non Performing Loan (NPL) di kemudian hari.” ucapnya.Tags
25 Feb 2026