Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Ibu Apsiah dan ratusan ikan hasil ternakannya[/caption]
Lama laun usahanya mulai berkembang, dia sudah bisa membeli tanah dan rumah. Bahkan, dia sudah memiliki kolam untuk ikan mas koki. Dia pun juga sudah mempunyai kios di Blok M dan Jatinegara. "Alhamdulilah setelah dibantu pinjaman oleh Amartha saya sudah bsa menambakan beberapa ikan cupang untuk dijual. Tapi ada impian lain yang saya inginkan yakni mempunyai tempat usaha di pinggir jalan. Ya semoga dengan semakin bertambahnya pinjaman saya mampu membeli tempat usaha lagi," terangnya.
Pinjamannya terus bertambah sejak bergabung dengan Amartha pada 2011. Mulanya, dia hanya meminjam Rp 500.000. Kini, pinjamannya bertambah menjadi Rp 11 juta. Bahkan, beberapa tetangganya juga ikut membudidayakan ikan cupang saat melihat dirinya sukses membangun usaha tersebut. "Itu disebelah ada kolam ikan bukan milik saya tetapi tetangga. Ini juga di lapangan kolam milik tetangga. Mereka juga ikut-ikut budidaya ikan cupang setelah melihat saya usaha ikan itu. Ya, saya enggak apa-apa menularkan usaha ini. Ya, saling membantu lah," ucapnya.
Hal yang sama juga dialami oleh Ibu Ratna (48) yang kini mampu merenovasi rumah dan membiayai kuliah anaknya. Usaha kesetnya melaju pesat setelah meminjam di Amartha. Bahkan, dirinya sudah memiliki usaha lain seperti sayuran dan ubi. "Saya jadi ingat masa lalu, anak saya ingin sekolah dan mondok tapi tidak punya uang. Kerja saya dan suami cuman serabutan jual ikan di pasar. Saya jualan ikan tanpa modal. Ambil orang ikannya lalu dijual jadi untungnya sedikit hanya cukup untuk makan sehari-hari," katanya seraya berkaca-kaca.
Saat mendengar ada Amartha di desanya, dia berusaha meminjam untuk modalnya berusaha. Dia memilih untuk meneruskan usaha keset yang sudah dilakukannya sejak 1999. Sementara itu, sang suami tetap berjualan sayuran dan buah-buahan. "Saya sudah mulai usaha sejak 1990. Pernah mengalami beberapak kali gagal. Dari berdagang tahu hingga warung sembako. Akhirnya saya mantap dengan jualan keset," jelasnya.
[caption id="attachment_1895" align="aligncenter"]
Keset dari bahan baku kain sisa konveksi[/caption]
Dia sangat bersyukur dengan kehadiran Amartha. Saat ini, dia sudah bisa meminjam sebesar Rp 10 juta. Padahal, dahulu dia mulai meminjam sebesar Rp 500.000 pada 2011 lalu.Begitu juga dengan ibu Lilis (40) yang memiliki usaha parang, golok dan celurit. Dia memiliki pengalaman buruk meminjam uang di renteiner. “Dulu saya pernah meminjam uang dengan orang. Saya pinjam terus setor uang ke dia. Ternyata, dia membawa uang itu dan kabur dari desa ini. Saya kapok. Akhirnya, saya pinjam di Amartha. Saya terbantu dengan pinjaman ini. Dapat kembangkan usaha saya dan biaya kuliah anak saya,” ucap Lilis.
Sangat menarik cerita-cerita ibu tersebut dalam menjalani usahanya. Anda pun dapat bertemu lansung dengan ibu-ibu itu dengan mengikuti A Village Tour yang diselenggarakan pada 21 Juli 2018 di desa Ciseeng, Bogor hanya dengan Rp 175.000. Anda dapat merasakan lansung pembuatan keset, parang serta budidaya ikan cupang serta menikmati keindahan alam pedesaan. Makan siang bersama warga desa dan mendapat oleh-oleh dari ibu tersebut. Menarik bukan? Daftar sekarang di http://bit.ly/AVillageTour
(Hans Arthur)Tags