5 Tanda Kalau Kamu Siap Pensiun Dini
By Team Amartha Blog - 28 Mar 2021 - 3 min membaca
Ketika Anda memutuskan untuk pensiun (khususnya pensiun dini), penting untuk mempertimbangkan menabung dan berinvestasi di masa depan.
Lagi pula semakin cepat Anda pensiun, semakin banyak waktu yang dimiliki untuk traveling, berkunjung ke rumah teman atau keluarga, atau menjalankan hobi yang mungkin Anda abaikan karena terlalu fokus bekerja.
Atur waktu yang tepat agar tabungan Anda cukup juga mempertimbangkan "terpaksa" pensiun yang mungkin lebih awal dari rencana Anda.
5 Tanda Kamu Siap Pensiun Dini
Jika Anda belum mengetahui kapan harus pensiun, tanda-tanda berikut bisa menjadi sinyal bahwa inilah saat yang tepat untuk pensiun.
1. Pensiun Dini Dimulai Dengan Tidak Punya Utang
Utang kartu kredit, kendaraan, tempat tinggal adalah hal yang dapat mempengaruhi kemampuan Anda dalam menabung dan melakukan investasi jangka panjang untuk pensiun.
Jika Anda memasuki masa pensiun dengan memiliki utang, itu dapat mempengaruhi jenis gaya hidup yang akan dijalani. Jika Anda telah melunasi semua utang, memutuskan kapan akan pensiun menjadi lebih mudah.
2. Sudah Memperkirakan Kebutuhan Pensiun
Salah satu tantangan terbesar menyiapkan dana pensiun adalah menyusun anggaran untuk mengetahui persis berapa banyak uang yang diperlukan berdasarkan standar hidup yang diinginkan.
Dana yang harus diperhitungkan adalah tempat tinggal, makanan, transportasi, kesehatan dan hal-hal tambahan lainnya seperti rekreasi atau membeli mobil impian.
Luangkan waktu untuk menghitung perkiraan yang akurat tentang apa yang akan dibelanjakan setiap tahun dan kapan waktu untuk pensiun. Memaksakan pensiun terlalu dini dapat membuat Anda kehabisan dana, tidak apa menunda pensiun sementara waktu.
3. Sudah Memiliki Asuransi Kesehatan
Seperti disinggung di atas sebelumnya, biaya kesehatan adalah salah satu biaya terbesar yang dikeluarkan saat Anda pensiun atau seiring bertambahnya usia.
Jika Anda tidak yakin kapan harus pensiun, tanyakan pada diri sendiri, "Apakah bisa menanggung biaya kesehatan di masa depan tanpa asuransi?". Biasanya membayar biaya rumah sakit tanpa asuransi akan jauh lebih mahal, apalagi bila penyakit yang diderita serius.
Selain asuransi kesehatan, Anda bisa juga mempertimbangkan seperti asuransi cacar, asuransi jiwa, dan perawatan jangka panjang. Semakin muda dan sehat Anda ketika membeli polis, semakin murah pula preminya.
Baca Juga: Cukupkah BPJS Kesehatan Sebagai Asuransi Kesehatan Kita?
4. Anak Tidak Bergantung Secara Finansial
Jika Anda memiliki anak, pastinya Anda tahu berapa biaya yang dikeluarkan seiring bertambahnya usia mereka.
Misalnya anak yang sedang kuliah, mereka membutuhkan biaya untuk bayar kuliah, biaya hidup, transportasi, dan biaya-biaya lainnya. Begitupun setelah lulus, mungkin saja mereka masih membutuhkan bantuan finansial sampai mendapatkan pekerjaan dan berhenti bergantung keuangan pada Anda.
Dalam beberapa kasus, Anda mungkin memiliki anak dengan kebutuhan khusus. Mengevaluasi seberapa baik anak Anda dapat bertahan secara finansial tanpa bantuan Anda adalah langkah penting dalam memutuskan kapan akan pensiun.
5. Terjebak Dalam Pikiran Pensiun
Pensiun sebagian besarnya merupakan permainan angka, mental, dan emosional seseorang. Meninggalkan pekerjaan Anda bisa menjadi perubahan besar dalam hidup dan Anda harus yakin bahwa Anda sudah siap secara mental untuk adaptasi baru.
Pikirkan tentang apa rencana Anda untuk pensiun dini dan tanyakan pada diri sendiri apa tujuan pensiun dini. Apakah hanya untuk melarikan diri dari pekerjaan yang sebenarnya tidak Anda sukai, atau ada alasan lain? Semakin jelas pola pikir Anda, semakin mudah Anda memutuskan kapan akan pensiun untuk selamanya.
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya
Artikel Terkait
Ada pertanyaan seputar artikel di blog Amartha? atau ingin mengirimkan artikel terbaik kamu untuk di publish di blog Amartha?
Hubungi Kami SEKARANG