25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Salah satu yang dinanti saat pergantian tahun adalah aturan mengenai Upah Minimum Regional (UMR). Apalagi untuk ibukota negara Indonesia, Jakarta. Banyak pekerja yang mencari tahu mengenai besaran UMR Jakarta 2024.
Hal ini sebagai standar dan pacuan bagi pekerja untuk taraf hidup ke depannya. Apabila besaran UMR tidak sesuai, bisa saja kamu atau pekerja lain melakukan pencarian pekerjaan tambahan. Bahkan mencari perusahaan yang dapat memberikan upah lebih dari UMR.
Sebelum mengetahui besaran UMR, kamu harus memahami bagaimana perjalanan pengupahan ini muncul. Dimulai tahun 1997, UMR pertama kali dikenalkan melalui Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 1997.
Lalu pembahasan mengenai upah minimum ini lebih lengkap telah ada dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 15 Tahun 2018 mengenai Upah Minimum. Dalam aturan, Upah Minimum ini dibagi menjadi empat bagian. Antara lain adalah sebagai berikut:
Upah minimum ini sedianya ditetapkan tiap tahun, berdasarkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dari seorang pekerja selama satu bulan hidup. Namun tentu saja, penentuannya dengan memperhatikan beberapa hal. Antara lain yakni pertumbuhan ekonomi hingga produktivitas.
Penentu dalam penghitungan UMR adalah Dewan Pengupahan Daerah (DPD). Sebelumnya, pemerintah melakukan survei mengenai kebutuhan hidup layak dari pekerja ini. Supaya hasil penghitungan standar UMR tepat dan dapat memenuhi kebutuhan hidup dari pekerja.
Setidaknya ada tiga komponen yang ada dalam UMR Jakarta 2024. Berikut adalah daftar ringkasnya:
Sementara itu, ada beberapa komponen yang memengaruhi penetapan UMR. Berikut merupakan daftar dan penjelasan ringkasnya:
Biaya hidup merupakan faktor kunci dalam menentukan UMR. Ini mencakup kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, transportasi, pendidikan, dan kesehatan. UMR harus mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar pekerja dan keluarganya.
Tingkat inflasi memberikan indikasi tentang perubahan harga secara keseluruhan di suatu wilayah. Penetapan UMR harus memperhitungkan tingkat inflasi untuk memastikan bahwa upah minimum tetap memiliki daya beli yang memadai.
Kesehatan ekonomi suatu wilayah juga memengaruhi penetapan UMR Jakarta 2024. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat mendukung peningkatan UMR. Sementara pertumbuhan yang melambat dapat menimbulkan tantangan dalam menentukan kenaikan yang wajar.
Tingkat produktivitas pekerja menjadi pertimbangan penting. Peningkatan produktivitas dapat mendukung kenaikan UMR karena pekerja diharapkan memberikan kontribusi lebih besar terhadap nilai ekonomi.
Tingkat ketenagakerjaan, termasuk tingkat pengangguran, dapat memengaruhi penetapan UMR. Pemerintah berusaha menciptakan keseimbangan antara memberikan upah yang adil dan mendorong penciptaan lapangan kerja.
Baca Juga: Biaya Hidup di Jakarta Tahun 2024, Ini Rinciannya!
Kemampuan pengusaha untuk membayar upah yang lebih tinggi juga diperhitungkan. Jika peningkatan UMR terlalu besar dan tidak sesuai dengan kondisi ekonomi perusahaan, hal ini dapat berdampak pada kelangsungan usaha dan penciptaan lapangan kerja.
Perbedaan kondisi sektor industri dapat memengaruhi penetapan UMR. Misalnya, sektor industri yang lebih padat karya atau memiliki tingkat keuntungan yang lebih tinggi mungkin mendukung UMR yang lebih tinggi.
Dari tahun ke tahun, upah minimum di Jakarta terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, UMR Jakarta di tahun 1999 adalah Rp231.000. Tentu saja angka ini terlihat jauh kecil dibanding saat ini. Namun saat itu, penghasilan tersebut terbilang besar.
Berdasarkan data tersebut pula, kenaikan UMP terbesar terjadi di tahun 2000, yakni sekitar 49,03 persen. Sementara itu, besaran inflasinya sebesar 10,29 persen. Sehingga upah menjadi Rp344.257 per bulan.
Sementara itu, kenaikan besar berikutnya yakni pada tahun 2013, mencapai 43,87 persen. Upah yang sebelumnya Rp1.529.150, menjadi Rp2.200.000. Saat itu, nilai inflasinya sekitar 8 persen.
Kenaikan upah paling tinggi berikutnya terjadi pada tahun 2002 yakni sebesar 37,71 persen, dengan inflasi 9, 08 persen. Kemudian tahun 2001 sebesar 23,82 persen, dengan nilai inflasi sebesar 11,62 persen.
Namun setelahnya, kenaikan UMR tidak begitu besar. Mulai dari 3-15 persen saja setiap tahunnya. Pengecualian di tahun 2012, kenaikan UMP mencapai 18,54 persen, dengan inflasi 4,52 persen.
Kemudian saat Covid-19 melanda sejak tahun 2020 lalu. Ekonomi sedang cukup lemah, sehingga persentase kenaikan pada tahun 2021, juga disesuaikan dengan kemampuan pengusaha untuk membayar pegawai.
Pada tahun 2021, kenaikan upah minimum hanya sekitar 3,49 persen. Nilai ini terendah sejak 1999-2021. Sementara inflasinya yakni 1,53 persen. Besaran upahnya yakni dari Rp4.267.349 menjadi Rp4.416.186.
Meski demikian, UMR Jakarta terus mengalami kenaikan. Meski tidak ada kenaikan signifikan, namun UMR masih selaras dengan kebutuhan pokok warganya.
Harapannya untuk memperkuat perekonomian pekerja dalam memenuhi kebutuhan harian. Di samping itu, untuk membuat pekerja memiliki tabungan cukup untuk berbagai kebutuhan.
Berdasarkan aturan dari Kementerian Ketenagakerjaan, penghitungan Upah Minimum yakni Upah Minimum tahun berjalan ditambahkan dengan perkalian Upah Minimum tahun berjalan kali inflasi periode September tahun lalu sampai tahun berjalan ditambah persentase pertumbuhan produk domestik bruto.
Pada DKI Jakarta, pengupahan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51/2023 tentang Pengupahan. Sementara itu, penetapan dari UMR Jakarta sendiri dituangkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 818 Tahun 2023 tentang Upah Minimum Provinsi Tahun 2024.
Formulanya yakni 1,89 + (4,96 x 30%) x UMP 2023. Hasilnya, ada kenaikan yakni 3,6 persen dari Upah Minimum Regional di tahun 2023. Besarannya adalah Rp165.583. Sehingga UMR Jakarta 2024 sebesar Rp5.067.381.
Nilai ini masih cukup tinggi dibanding daerah lain di Indonesia. Penyebabnya yakni standar kehidupan yang lebih tinggi di ibukota. Meliputi kebutuhan papan, sandang, pangan, kesehatan, pendidikan hingga transportasi.
Meski demikian, nilai upah ini masih bisa memenuhi kebutuhan hidup di Ibukota. Apabila kamu dapat mengelolanya dengan baik, kamu bisa menabung atau berinvestasi dengan upah standar Ibukota Jakarta ini.
Untuk menambah penghasilan supaya tidak hanya mengandalkan dari UMR Jakarta 2024, kamu wajib memiliki aset tambahan untuk mendapatkan penghasilan pasif agar uang yang kamu miliki terus bekerja dan tidak tergerus inflasi. Salah satu caranya dengan melakukan investasi. Investasi adalah penanaman modal atau aset dengan tujuan mendapatkan keuntungan di masa depan, baik melalui bunga, dividen, atau apresiasi nilai aset.
Nah, jika kamu sedang memilih instrumen investasi yang tepat agar bisa mencapai tujuan keuangan, kamu bisa memilih produk Celengan dari AmarthaFin Untuk mendukung berbagai tujuan keuangan seperti pendidikan anak, dana darurat, dan lain-lain, sekaligus berkontribusi pada pendanaan UMKM.
Celengan di AmarthaFin adalah fitur untuk berinvestasi dengan peluang penghasilan pasif lewat pendanaan yang penuh impact. Fitur ini ada di digital financial service terbaru dari Amartha.
Kenapa Pilih Celengan ?
Kamu bisa mulai mendanai di Celengan hanya dengan Rp10.000 dan raih keuntungan mulai 7% per tahun. Selain memperoleh penghasilan pasif mingguan, kamu juga turut serta berkontribusi mendanai UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Penghasilan pasif ini bisa memudahkan kamu capai tujuan finansial, mulai dari dana darurat hingga dana pendidikan.
Sebelum melakukan pendanaan di Celengan, pastikan kamu sudah Upgrade ke akun AmarthaFin Premium. 📝
Langkah-langkah Upgrade Akun AmarthaFin Premium:
Untuk menggunakan Celengan, pastikan kamu sudah terdaftar menjadi pengguna Amartha serta punya akun di AmarthaFin. Jadi, kamu bisa download AmarthaFin di Google Play Store dan App Store untuk mulai investasi di Celengan. Tunggu apalagi? Yuk, rasakan manfaat berinvestasi di Celengan sekarang.
Tags
02 Mar 2026