25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Tahukah kamu bahwa emisi karbon Indonesia meningkat sekitar 140 persen dalam 20 tahun terakhir?
Menurut riset Oxfam International, konsumsi energi Indonesia meningkat sekitar 62,55 persen dari tahun 1990 hingga 2014, diikuti dengan penggunaan listrik yang meningkat hingga sepuluh kali lipat dalam dua dekade terakhir.
Emisi karbon adalah gas yang dikeluarkan dari hasil pembakaran senyawa yang mengandung karbon, seperti CO2, kayu, solar, LPJ, dan bahan bakar lainnya. Emisi karbon ini terjadi secara alami dan dapat juga dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia selama periode tertentu. Saat ini, jumlah jejak karbon di atmosfer sudah mencapai level yang tidak mungkin untuk diserap secara alami sehingga pemanasan global akan terus terjadi dan berdampak pada lingkungan dan kehidupan kita di Bumi.
Jika tidak ada penanganan yang lebih serius dalam mengatasi akibat pemanasan global, maka intensitas gelombang panas, meningkatnya permukaan air laut, pencemaran udara, dan dampak perubahan iklim lainnya akan semakin membahayakan semua makhluk hidup di bumi.
Jangan biarkan pemanasan global menyebar, yuk kita bersama-sama memahami dampak negatif emisi karbon serta cara menguranginya.
Berikut beberapa dampak emisi karbon terhadap lingkungan, kesehatan, dan ekonomi:
Secara umum, emisi karbon menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya global warming dan memicu perubahan iklim. Kondisi ini akan mengakibatkan anomali cuaca atau terjadinya cuaca ekstrem, meningkatnya suhu bumi, mencairnya es di kutub, potensi banjir pada wilayah pesisir pantai, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan intensitas hujan lebat.
Peningkatan suhu dan cuaca ekstrem dapat memicu munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bakteri, virus, dan parasit. Serta memicu masalah yang serius bagi pernapasan dan kardiovaskuler dan berbagai jenis kanker tertentu, karena kualitas udara kian memburuk.
Perubahan pola cuaca yang ekstrem dan tidak pasti akan berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat, seperti pertanian, pariwisata, hingga kelautan. Tak hanya itu, cuaca ekstrem juga memengaruhi kerusakan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, hingga tiang listrik.
Bantu kurangi jejak karbon dan emisi karbon dengan meminimalisir pemakaian bahan bakar fosil dan beralih memakai sumber energi ramah lingkungan dan terbarukan.
Simak beberapa cara mengurangi emisi karbon yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain, yaitu:
Pada tanggal 30 Agustus 2022, Amartha melakukan telah konservasi lingkungan dengan menanam 4.000 bibit pohon mangrove pada lahan seluas dua hektar di wilayah pesisir Pulau Tanakeke, Sulawesi Selatan.
Di bawah pilar Sustainability Program Amartha Lestari dari Amartha Foundation, program konservasi hutan mangrove ini merupakan komitmen Amartha untuk melakukan penyeimbangan karbon (carbon offsetting) dan menjadi carbon neutral company dalam waktu lima tahun ke depan.
Prosesi penanaman mangrove yang telah dilaksanakan ini turut melibatkan sukarelawan dari karyawan internal Amartha sebagai wujud dukungan Amartha terhadap pelestarian lingkungan. Amartha juga menggandeng Yayasan Hutan Biru (Blue Forest) sebagai mitra kerja sama, dan komunitas perempuan penggiat konservasi hutan bakau Womangrove, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan serta mengajak warga desa sekitar untuk bersama-sama melestarikan wilayah pesisir mangrove agar program ini dapat terus berkelanjutan.
Selain program penanaman mangrove, bersama dengan Blue Forest, Amartha juga memberikan pelatihan dan edukasi bagi warga sekitar dalam menjaga ekosistem hutan mangrove dan memanfaatkan hasil olahannya.
Kembali di tahun 2023, Amartha sekali lagi melanjutkan langkah konservasi mangrove dengan mengajak para good lender untuk ikut dalam campaign #TanamPenuhDampak bersama dengan Jejakin.
Caranya mudah, sebagai lender kamu cukup memasukan kode voucher ADOPSIMANGROVE untuk pendanaan mulai dari Rp5.000.000 (mendapat 1 pohon mangrove) atau kode SPESIALMANGROVE untuk pendanaan dari Rp10.000.000 (mendapat 3 pohon mangrove), atau kode MANGROVEPERTAMA min. pendanaan Rp100.000 untuk kamu yang baru melakukan pendanaan pertama.
Tak hanya itu saja, untuk pendana setia (mulai pendanaan senilai Rp5.000.000) kamu juga berkesempatan mendapatkan hadiah pergi ke Demak mengikuti penanaman langsung mangrove bersama Amartha. Tenang saja, semua akomodasi dan transportasi pastinya ditanggung oleh Amartha, loh!
Buat kamu yang mau ikutan, campaign #TanamPenuhDampak ini hanya berlaku untuk periode pendanaan 3 Juli - 9 Agustus 2023 aja ya!
Baca Juga: Cek ketentuan pendanaan tanam Mangrove di Amartha
Kapan lagi bisa ikutan lestarikan lingkungan sekaligus ciptakan dampak kesejahteraan 💜. Yuk, jadi bagian dari penanaman total 1.000 Mangrove untuk Indonesia yang lebih baik!
02 Mar 2026