02 Mar 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Cyberbullying adalah tindakan menindas dan mengintimidasi melalui jejaring sosial seperti media sosial, forum atau game yang ada di ponsel, komputer atau tablet. Tindakan menindas secara online ini dapat dilakukan oleh siapa saja yang berpartisipasi melalui konten-konten yang disebarkan.
Konten yang disebarkan pada platform daring ini cenderung bersifat negatif, palsu, mengundang perkelahian, berbahaya atau jahat tentang orang lain. Tindakan ini biasanya mencakup informasi pribadi korban sehingga efeknya bisa menciptakan ketidak percayaan diri, malu dan merasa terhina. Beberapa kasus bullying ini bisa dikategorikan tindakan kriminal yang melanggar hukum.
Ketika kamu ditindas secara online, kamu akan terpojokkan bahkan di rumahmu sendiri. Efek cyberbully ini beragam, ada yang bertahan cukup lama sehingga mempengaruhi hal-hal di bawah ini:
Dilecehkan, dicemooh, dan ditertawakan dapat berdampak pada kepercayaan diri seseorang dalam berbicara dan mengatasi masalah mereka. Dalam beberapa kasus bullying ini dapat mengakibatkan seseorang bunuh diri.
Baca Juga: Apa Itu Mental Block? Ini Pengertian dan Cara Mengatasinya
Ketika kamu mengalami bullying ini, kamu mungkin mulai merasa malu, gugup, cemas, dan tidak aman tentang apa yang orang katakan atau pikirkan tentangmu. Hal ini dapat menyebabkan menarik diri dari teman dan keluarga, pikiran negatif, merasa bersalah tentang hal-hal yang kamu lakukan atau tidak lakukan, atau merasa bahwa kamu sedang dihakimi secara negatif. Merasa kesepian, kewalahan, sering sakit kepala, mual atau sakit perut juga sering terjadi.
Efek dari bullying satu ini pada kesehatan mental dapat bervariasi tergantung dari media yang melaluinya. Misalnya, bullying melalui pesan teks atau melalui gambar atau video di platform media sosial terbukti sangat berbahaya bagi kalangan remaja.
Jika kamu merasa diintimidasi, langkah pertama adalah mencari bantuan dari seseorang yang kamu percayai seperti orang tua, anggota keluarga dekat, atau orang dewasa terpercaya lainnya. Dan jika kamu merasa tidak nyaman berbicara dengan seseorang yang kamu kenal, cari saluran bantuan untuk berbicara dengan seorang konselor profesional.
Penyebab terjadinya cyberbully terletak pada motivasi pelaku bullying. Mengapa mereka memilih untuk menggertak dan apa yang membuat mereka begitu percaya diri? Semuanya dimulai ketika satu orang memutuskan untuk melewati batas untuk mempermalukan yang lain. Lantas, apa saja faktor pendorong terjadinya cyberbully?
Di mana teknologi telah membuka ruang, ia juga memberikan otoritas untuk menyatakan pendapat, mengkritik siapa pun sambil duduk di rumah. Sangat mudah untuk menjauhkan diri dari situasi intens melalui internet hanya dengan mematikannya. Itu sebabnya orang yang tidak menyadari tingkat rasa sakit yang mungkin mereka timbulkan pada orang lain adalah orang-orang yang menjadi pengganggu. Ini membuat mereka merasa kuat.
Pikiran memiliki wewenang untuk memutuskan siapa yang pantas mendapatkan apa adalah salah satu penyebab utama cyberbully. Ketika berbicara tentang sekolah, anak-anak sering merasa bahwa mereka harus melakukan sesuatu untuk membuat diri mereka merasa superior. Untuk ini, mereka cenderung mendiskreditkan atau menggertak orang lain untuk membuat mereka merasa rendah diri. Entah bagaimana, mereka berpikir bahwa tidak apa-apa untuk menggertak orang lain karena status mereka.
Studi telah menemukan bahwa ada hubungan yang kuat antara orang-orang yang pernah melakukan penindasan sebelumnya dan mereka yang menjadi pelaku penindasan sekarang. Orang-orang yang pernah menjadi korban mungkin akan kembali sebagai penindas untuk melampiaskan kemarahan yang mereka miliki. Tapi entah bagaimana, siklus terus berlanjut dan mereka akhirnya menyakiti anak-anak yang tidak bersalah juga.
Jika kamu telah menggunakan platform media sosial seperti Facebook, Twitter atau Instagram, kamu mungkin tahu betapa sulitnya mengabaikan pesan dan notifikasi. Jadi, ketika seorang penindas memulai sesuatu di platform semacam itu, keterlibatan terus-menerus membuatnya kecanduan. Itulah informasi mengenai cyberbullying. Lihatlah orang sekelilingmu, atau bisa saja hal ini juga terjadi pada dirimu sendiri.
Salurkan waktu dan tenagamu jauh dari sosial media dan mulai dengan hal positif. Berinvestasi bersama Amartha mulai dengan Rp100.000 saja kamu bisa mendapat imbal hasil keuntungan hingga 15% flat per tahun. Amartha sangat menganjurkan bagi kamu yang merasa telah mengalami penindasan online segera menghubungi hotline pengaduan bullying! Mari kita ciptakan media sosial yang ramah dan aman bagi semua kalangan. Lebih baik melakukan investasi berdampak positif di microfinance marketplace Amartha saja.
05 Mar 2026