25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

“Entrepreneur mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas,” kata Ciputra.
Itulah kutipan Tjie Tjin Hoah atau yang lebih dikenal dengan nama Ciputra. Dia merupakan pengusaha sukses yang berhasil membangun Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group.
Pria yang lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931 ini meninggal dunia pada 27 November 2019 di usia 88 tahun di Singapura. Jenazah akan dibawa ke Jakarta untuk dimakamkan.
Sejak kecil Ciputra sudah merasakan kesulitan hidup. Apalagi, sang ayah Tjie Siem Poe ditangkap oleh pasukan Jepang karena dituduh sebagai mata-mata belanda. Ayahnya meninggal di dalam tahanan di Manado.
Ciputra menghabiskan masa remajanya di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Frater Don Bosco di Manado. Kemudian, dia melanjutkan perguruan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada tingkat empat, Ciputra bersama Budi Brasali dan Ismail Sofyan mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan yang berkantor di garasi.
Setelah meraih gelar insinyur di tahun 1960, Ciputra mengawali karirnya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI Jakarta. Di Jaya Group, dia bekerja hingga usia 65 tahun dan berhasil menduduki kursi direksi dan berlanjut dengan ditetapkannya sebagai dewan penasehat. Selama menggeluti karir di Jaya Group, Ciputra diberi kebebasan untuk melakukan inovasi. Salah satunya, pembangunan proyek Ancol yang menjadi salah satu tempat wisata popular di DKI Jakarta.
Setelah itu, Ciputra bersama Soedono Salim, Budi Brasali, Soedwikatmono, dan Ibrahim Risjad mendirikan Metropolitan Grup. Tak lama, ia pun memegang beberapa jabatan seperti Direktur Utama Jaya Group juga Komisaris Metropolitan Group.
Ciputra mendirikan perusahaan keluarga Ciputra Group. Dia memanfaatkan modal awal sebesar Rp 10 juta. Tak disangka, Ciputra Group berkembang pesat menjadi perusahaan yang terus eksis hingga kini baik di dalam dan luar negeri.
“Modal bukan menjadi kendala, yang menjadi alasan untuk tidak maju. Jika tidak mempunyai modal tapi memiliki konsep yang bagus, Anda bisa bekerja sama dengan orang lain yang memiliki modal.”katanya.
Dalam mendirikan seluruh perusahaan yang dipimpinnya, jalan Ciputra tidak selalu mulus,dia pernah mengalami pasang surut. Misalnya, saja pada saat terjadi krisis ekonomi di Indonesia tahun 1998. Da harus melakukan penghematan besar-besaran dan memotong 40% gaji karyawannya untuk kelangsungan perusahaan agar tetap jalan.
Dari kegigihannya dalam mengelola seluruh perusahaan, dia menjadi orang terkaya di Indonesia ke-11 pada tahun 2017 versi majalah Forbes dengan harta kekayaan mencapai Rp 20,8 triliun.
Di usia 75 tahun, dia turut memberikan kontribusi untuk memajukan pendidikan Indonesia dengan mendirikan Universitas Ciputra yang menitikberatkan pada dunia wirausaha. Cita-cita Ciputra melalui kampus ini adalah untuk menciptakan lebih banyak lagi pengusaha di Indonesia. Dia pun dikenal sebagai penyebar kewirausahaan di Indonesia dan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di Indonesia.
Berikut ini kutipan Ciputra mengenai seorang pengusaha. “Seorang entrepreneur adalah seseorang yang inovatif dan mampu mewujudkan cita-cita kreatifnya. Oleh karena itu seorang entrepreneur akan mengubah padang ilalang jadi kota baru, pembuangan sampah menjadi resort yang indium, Kawasan kumuh menjadi pencakar langit tempat ribuan orang yang bekerja. Entrepreneur mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas,” kata Ciputra.
Tags
02 Mar 2026