25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Menyebarnya penyakit cacar monyet di dunia membuat banyak orang menanyakan perihal ketersediaan vaksin cacar monyet. Di Indonesia sendiri juga telah melakukan pengadaan vaksin.
Hal ini mengutip penjelasan dari laman Kemenkes yang tengah menunggu rekomendasi dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) agar vaksin tersebut bisa segera digunakan. Namun, apakah vaksinasi cacar monyet ini akan diberikan secara massal layaknya vaksin COVID-19? Berikut fakta penting terkait adanya vaksinasi cacar monyet.
Gejala cacar monyet diawali dengan demam, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Selain itu, si penderita juga akan mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati). PIhak FDA (Food and Drug Administration) telah memberikan persetujuan terhadap dua jenis vaksin untuk cacar monyet, yaitu:
Jenis vaksin yang satu ini mampu mencegah smallpox dan cacar monyet terhadap orang yang memiliki risiko tinggi terkena cacar monyet. Merupakan generasi ketiga dari vaksin berbasis orthopoxvirus hidup yang dilemahkan (Modified Vaccinia Ankara/ MVA). Pada tahun 2019, Imvanex sudah disetujui untuk mencegah smallpox dan monkeypox yang akan disuntikkan secara subkutan.
Bahkan, baru-baru ini pihak FDA juga telah mengizinkan EUA (Emergency Use Authorization) untuk memberikan vaksin secara intradermal. Pemberian vaksin dilakukan sebanyak dua dosis dengan jeda waktu 4 minggu antara dosis satu dan dua.
Merupakan jenis vaksin generasi kedua yang mengandung virus hidup yang mampu berkembang biak. Awalnya, vaksinasi jenis ini digunakan untuk memberi perlindungan terhadap smallpox.
Namun, saat ini ACAM2000 juga bisa dimanfaatkan sebagai pencegahan cacar monyet. Pihak FDA memberikan izin penggunaan vaksin ini melalui mekanisme EA-IND (Expanded Access Investigational New Drug).
Baca Juga: Waspada Cacar Monyet: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya
Menurut CDC atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, vaksin cacar monyet direkomendasikan bagi orang yang telah terkena atau mereka yang memiliki risiko tinggi terinfeksi cacar monyet. Sasarannya ditujukan kepada:
Efek samping yang dirasakan oleh penerima vaksin diantaranya adalah:
Kemenkes RI mengonfirmasi bahwa kasus pertama cacar monyet di Indonesia ditemukan di DKI Jakarta. Pengidapnya adalah seorang laki-laki yang berusia 27 tahun. Menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril menyatakan bahwa sejak WHO (World Health Organization) mengumumkan adanya cacar monyet, Pemerintah Indonesia telah bersiap untuk menghadapi penyakit akibat virus tersebut.
Mengutip dari salah satu media daring nasional, Syahril menyatakan bahwa vaksin cacar monyet di Indonesia telah siap sekitar 10.000 dan akan diberikan kepada orang yang terpapar cacar monyet dalam masa inkubasi dan kepada kontak erat. Sedangkan untuk jenis vaksin yang akan digunakan di Indonesia, pihak Kemenkes masih menunggu rekomendasi dari BPOM. Itulah kelima fakta yang harus kamu ketahui terkait vaksin cacar monyet. Ada baiknya jika kamu tetap memperhatikan kebersihan dan menghindari kontak dengan pihak (hewan atau manusia) yang terinfeksi.
Sambil menunggu kebijakan lebih lanjut, Kamu dapat melakukan pencegahan dengan selalu menyiapkan pendanaan yang cukup untuk langkah preventif apabila terserang penyakit. Yuk, gabung di Amartha microfinance marketplace untuk modalin mitra UMKM mulai dari Rp100.000 aja!
Selain bisa raih imbal hasil sampai 15% flat per tahun, kamu juga turut membantu para pengusaha mikro (UMKM) untuk mengembangkan bisnisnya. So, gabung di Amartha sekarang dan bangun mimpimu sekarang!
Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS
Tags
02 Mar 2026