25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...
07 Jul 2023 • 4 min read

Setelah sukses dengan program vaksin Covid-19, kini pemerintah juga mewajibkan program vaksin kanker serviks. Vaksin ini tidak kalah penting, khususnya untuk kaum perempuan. Rencananya, program ini akan segera direalisasikan.
Menurut Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi, vaksin HPV untuk kanker serviks ini menjadi program wajib. Tujuannya yaitu untuk mencegah penyakit kanker serviks.
Menurut data dari Globocan 2020, kasus penderita kanker serviks di tanah air tergolong masih banyak. Tercatat ada 36.633 kasus penderita penyakit tersebut dan menjadi penyakit kanker kedua terbanyak di Indonesia setelah kanker payudara.
Berdasarkan data tersebut, Kementerian Kesehatan RI kemudian membuat program vaksinasi untuk mencegahnya. Dengan adanya program ini, masyarakat tidak perlu lagi memikirkan harga vaksin kanker serviks yang mahal karena kabarnya vaksin ini akan digratiskan.
Kabarnya selain vaksin HPV ada beberapa vaksin lain yang juga akan masuk program gratis dari pemerintah.
Pemerintah belum secara resmi menetapkan bulan dan tanggal untuk program vaksin ini. Namun pemerintah sudah memberikan bocoran bahwa akan dimulai secara nasional pada tahun 2023 hingga 2024.
Meski begitu, pemberian vaksinnya sendiri sudah dilakukan untuk ruang lingkup yang kecil di 2 provinsi dan 5 kabupaten sejak tahun 2021. Pemberiannya pun dilakukan secara bertahap, dimulai dari vaksin kanker serviks untuk anak kelas 5 hingga 6 SD (Sekolah Dasar).
Baca Juga: Cukupkah BPJS Kesehatan Sebagai Asuransi Kesehatan Kita?

Syarat vaksin kanker serviks tidak rumit, karena pemberiannya dimulai dari anak-anak kelas 5 SD. Sedangkan untuk fungsi dan manfaatnya sendiri yaitu:
HPV merupakan vaksin yang terbukti ampuh untuk mencegah infeksi virus human papillomavirus atau HPV. Virus tersebut merupakan penyebab terjadinya kanker serviks pada wanita. Selain itu, virus tersebut juga menjadi penyebab kutil kelamin pada pria maupun wanita.
Menurut WHO, pemberian vaksin HPV satu dosis saja sudah bisa mencegah risiko kanker serviks. Dosis tersebut menurut WHO sudah sebanding dengan 2 dan 3 dosis.
Banyak isu yang beredar di internet bahwa vaksin HPV ini dapat menyebabkan kemandulan dan menopause dini. Namun kabar yang beredar tersebut ternyata hoaks yang tidak terbukti secara ilmiah.
Tidak ada satupun bukti yang menunjukkan bahwa vaksin tersebut dapat menyebabkan mandul maupun menopause dini.
Pemberian vaksin HPV kabarnya akan dilakukan sama seperti vaksin Covid-19, yaitu dalam tiga kali pemberian. Pemberian vaksin bisa langsung kepada perempuan yang berusia 12 tahun ke atas.
Vaksin yang satu ini tidak memiliki efek samping yang berat. Umumnya efek sampingnya tergolong ringan dan bersifat sementara.
Beberapa efek samping yang umum terjadi di antaranya seperti sakit kepala, bengkak dan nyeri serta kemerahan di sekitar lokasi suntikan. Selain efek samping tersebut, tidak ada lagi efek-efek lain yang ditemukan.
Akan tetapi, jika vaksin diberikan terlalu sering, maka akan menyebabkan mual, demam, munculnya ruam merah yang gatal dan rasa sakit di sekitar lengan atau kaki. Untuk mencegah efek samping, kamu bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Vaksin kanker serviks sangat penting untuk kesehatan. Namun ada yang tak kalah penting lainnya yaitu berinvestasi untuk meraih kemerdekaan finansial. Saat ini kamu bahkan bisa berinvestasi P2P lending di aplikasi Amartha.
Dengan modalin mitra usaha Amartha, kamu juga turut berpartisipasi dalam upaya kesehatan perempuan dan anak perempuan mitra Amartha di pedesaan, lho. Akses keuangan yang memadai dapat meningkatkan kesadaran kesehatan mereka.
Modalin UMKM di Amartha bisa dapat imbal hasil sampai 15% per tahun. Daftar sekarang!
02 Mar 2026