25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Jepang tak hanya dikenal dengan sosok Marie Kondo yang mempromosikan metode merapikan barang-barang saja, tapi juga dikenal dengan seni mengatur keuangan yang disebut sebagai kakeibo.
Kakeibo pertama kali dikenalkan oleh Hani Motoko, seorang jurnalis pertama di Jepang pada tahun 1904. Sosok Hani Motoko juga seorang emansipatoris pada masanya. Ia lahir di Prefektur Aomori pada tahun 1873 dan semasa remaja banyak berkecimpung di dunia pendidikan yang menjangkau perempuan-perempuan Jepang kala itu. Seni mengatur keuangan Kakeibo itu kemudian diangkat kembali oleh Fumiko Chiba dalam bukunya yang berjudul Kakeibo: The Japanese Art of Saving Money (2017). Chiba menuliskan bahwa kakeibo adalah cara ibu rumah tangga Jepang mengelola anggaran. Pada dasarnya, kakeibo adalah pembukuan mengenai pendapatan dan pengeluaran keuangan.
Seperti pelajaran akuntansi di sekolah menengah, kakeibo tidak menggunakan aplikasi, teknologi digital, dan rumus hitungan matematika yang memusingkan. Kakeibo adalah pembukuan keuangan secara konvensional yang ditulis dengan tangan. Lalu apa saja yang perlu diperhatikan dalam mengatur keuangan menggunakan metode Kakeibo ini? Mengutip Evening Standard, metode kakeibo dapat diaplikasikan menjadi: setiap awal bulan mulailah membuat catatan yang berisi detail seluruh pengeluaran Anda, termasuk pengeluaran tetap dan berapa yang akan ditabung. Kemudian mulailah dengan membagi pengeluaran menjadi empat kolom dan kategori berupa:
Setelah memuat empat kolom dan kategori tersebut, langkah yang harus dilakukan ialah membuat empat pertanyaan seperti
Dengan demikian, kita dapat mengetahui kemana saja uang kita dibelanjakan sehingga di akhir bulan kita bisa menjawab pertanyaan bisakah mencapai target untuk dana darurat dan dana pensiun. Selain itu kita juga bisa mengetahui solusi untuk menghemat atau mencari penghasilan tambahan berupa passive income melalui pendanaan agar tujuan keuangan kita tercapai.
Tags
25 Feb 2026