25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Dikutip dari republika.co.id, Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) mengatakan jika hepatitis akut yang saat ini menyerang, sebagai disease outbreak news (DONs) alias kejadian luar biasa (KLB) per tanggal 15 April 2022.
Hepatitis akut misterius diperkirakan menyerang anak-anak usia di bawah 16 tahun yang belum jelas penyebabnya hingga saat ini. Setidaknya sudah menyebar ke sedikitnya 20 negara di dunia, termasuk Indonesia.
Meski telah meluas di banyak negara, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkirakan, WHO tidak akan menetapkan status hepatitis akut misterius menjadi pandemi karena beberapa alasan. Beberapa alasan tersebut karena berdasarkan data, tidak ada peningkatan yang signifikan kasus hepatitis akut misterius ini.
Begitu pun di Rumah Sakit (RS), meski ada beberapa kasus namun tidak nampak lonjakan kasus yang menghkhawatirkan. Meskipun begitu, WHO sudah memberikan instruksi untuk terus waspada terhadap hepatitis akut misterius ini.
Bisa ada kemungkinan terjadi kejadian luar biasa (KLB) di tingkat lingkungan lebih kecil hingga cluster- cluster tertentu.
Baca Juga: 5 Langkah Sederhana Memulai Gaya Hidup Sehat di Awal Tahun
Berdasarkan dugaan dari Kementerian Kesehatan mengenai kasus hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya ini, sudah ada sebanyak kepada 18 orang per tanggal 13 Mei 2022. Direktur Utama RS Sulianti Saroso, Muhammad Syahril menyebutkan jumlah tersebut tersebar di beberapa wilayah.
Adapun gejala yang ditemukan pada pasien dugaan Hepatitis Akut yakni, demam, mual, muntah, hilang nafsu makan, diare akut, lemah, nyeri bagian perut, nyeri pada otot dan sendi, kuning di mata dan kulit, gatal-gatal, dan urine seperti air teh.
Dikutip dari Health Detik, anggota komite ahli hepatitis Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Prof Dr dr Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH, mengungkapkan bahwa hepatitis biasa, seperti hepatitis A, B, dan C umumnya tak perlu melakukan isolasi dalam webinar virtual pada Sabtu, 15 Mei 2022.
Hal ini dikarenakan, penyakit tersebut sudah dikenali sehingga cukup dengan rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan dan minuman, sanitasi yang baik, serta tetap menggunakan masker. Sehingga diharapkan bisa mencegah terjadinya penularan dari hepatitis akut misterius ini.
Stay safe and healthy!
25 Feb 2026