Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Mengatur pos keuangan rumah tangga bagi pasangan muda yang baru menikah adalah salah satu hal yang amat penting. Pasangan baru wajib untuk mulai beradaptasi dan mempersiapkan kehidupan keluarga kecil di masa depan.
Oleh karena itu keuangan rumah tangga perlu diatur dengan rinci, terutama bagi pasangan baru yang biasanya memiliki banyak rencana besar. Seperti membeli atau membangun rumah, memulai bisnis, membeli kendaraan, pergi liburan, memiliki anak dan lain sebagainya.
Keuangan rumah tangga perlu dibahas secara terbuka antara kedua pasangan. Kemudian agar menghindari pengeluaran yang melebihi pendapatan, pasangan perlu membagi dan mengatur pengeluaran sesuai kebutuhan setiap bulan.
Contoh tabel perencanaan keuangan keluarga yang tepat adalah dengan memecah biaya kebutuhan, jadi pos-pos pengeluaran dengan kegunaan yang berbeda. Alokasikan pendapatan kamu dan pasangan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Setidaknya ada 7 jenis pos pengeluaran yang perlu kamu atur, yaitu terdiri dari:
Pos biaya hidup meliputi berbagai macam kebutuhan setiap hari. Seperti bahan makanan dan barang-barang habis pakai. Pos ini mengambil porsi paling besar dari pendapatan kamu. Namun pastikan total pengeluaran untuk biaya hidup tidak lebih dari 60 persen.
Rumus mengatur keuangan rumah tangga adalah mengutamakan pengeluaran wajib setiap bulan. Yaitu tanggungan seperti cicilan rumah, cicilan kendaraan, atau utang yang harus dibayar rutin setiap bulan.
Pastikan kamu tidak melewatkan kewajiban untuk membayar cicilan-cicilan tersebut. Supaya tidak memberatkan pengeluaranmu, sebaiknya jumlah cicilan tidak lebih dari 30 persen penghasilan.
Bagi pasangan yang baru menikah pos pengeluaran bulanan yang satu ini mungkin belum terpakai sekarang. Namun akan lebih baik jika kamu tetap membuat pos biaya pendidikan anak. Dananya bisa disimpan atau diinvestasikan.
Sehingga nanti setelah memiliki anak, kamu dan pasangan tidak akan merasa terlalu berat untuk mempersiapkan uang sekolah. Karena apabila kamu ingin memberikan pendidikan yang terbaik tentu biaya yang harus dikeluarkan akan cukup besar.
Terkadang kamu akan mengeluarkan biaya untuk diberikan kepada orang-orang di sekitarmu. Misalnya uang untuk membeli kado pernikahan teman, memberi uang untuk kerabat yang sedang sakit, dan juga menyantuni orang terdekat yang meninggal.
Pos pengeluaran bulanan ini juga disediakan untuk mengalokasikan dana beramal. Bagi umat Islam ada keharusan untuk berzakat dan anjuran untuk bersedekah. Nah kamu bisa menyiapkan semua dana itu di pos biaya sosial.
Baca Juga: Untung Rugi Atur Keuangan Keluarga dalam Satu Rekening, Pasutri Wajib Tahu!
Tidak ada orang yang ingin sakit, apalagi biaya berobat saat ini cukup tinggi. Maka dari itu lebih baik buat asuransi kesehatan dan jiwa. Kemudian bayar preminya setiap bulan. Ketika kamu atau pasangan jatuh sakit, biaya rumah sakit sudah aman ditanggung oleh asuransi.
Biaya untuk rekreasi juga termasuk pos keuangan rumah tangga. Kamu dan pasangan pasti memiliki keinginan untuk traveling bersama. Sambil mencari destinasi wisata yang ingin dikunjungi persiapkan juga dana liburan dari sekarang, dengan menyisihkan pendapatan setiap bulan.
Pos keuangan rumah tangga yang tidak kalah penting adalah menyiapkan passive income, misalnya dengan melakukan investasi. Pastikan sebagian kecil penghasilan kamu dan pasangan dialokasikan untuk investasi. Tujuan investasinya bisa apapun, misalnya untuk tambahan dana pendidikan, liburan, membeli kendaraan baru, merenovasi rumah dan lain sebagainya.
Ini dia 7 jenis pos keuangan rumah tangga yang perlu disusun oleh pasangan muda. Agar kondisi keuangan bisa lebih stabil dan setiap rencana masa depan dapat tercapai.
Supaya uang di pos investasi tidak terpakai untuk keperluan lain, kamu bisa menyimpannya dalam bentuk pendanaan di microfinance marketplace, Amartha. Modalin mulai dari 100 ribu aja, kamu bisa mendapatkan pendapatan pasif mingguan dengan imbal hasil hingga 15% flat per tahun. Yuk, mulai mendanai di Amartha!
Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS
Tags