25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Setiap menjelang perayaan Imlek, para penari tarian tradisional China jauh-jauh hari sudah menyiapkan diri untuk menyambut tahun baru Imlek.
Pasalnya, pertunjukan seni tari tradisional ini sering dihadirkan untuk menyemarakkan suasana tahun baru tersebut.
Namun, tahukah kamu dari mana asal kata Barongsai tersebut dan bagaimana sejarah kemunculannya. Agar tidak semakin penasaran, simak informasinya berikut ini.
Tarian tradisional yang satu ini merupakan kesenian dan kebudayaan masyarakat Tiongkok yang kerap dihadirkan untuk menambah semaraknya perayaan tahun baru Imlek. Di negara asalnya sendiri, kesenian ini dikenal dengan istilah “Wu Shi”. Namun, secara internasional lebih populer dengan sebutan “Lion Dance”.
Ternyata, istilah Barongsai berasal dari Indonesia yang dianggap sebagai cerminan akulturasi antara budaya China (Tiongkok) dan budaya Indonesia.
Istilah “Barong” merujuk pada kesenian di Indonesia, atau tepatnya kesenian boneka Bali yang para penarinya berada dalam kostum. Sedangkan istilah “Sai” berasal dari bahasa Hokkian yang artinya adalah singa.
Tarian Lion Dance atau Wu Shi ini memperlihatkan bagaimana aksi singa yang dengan lincahnya memperagakan berbagai gerakan yang ekstrem. Umumnya, tarian ini dimainkan oleh dua orang penari yang berada di dalam kostum mirip singa. .

Hadirnya sosok singa jelang tahun baru yang disebut Barongsai Cina di masa Dinasti Qing merasa sangat aman. Pasalnya, sosok singa inilah yang berhasil menghalangi niat jahat Nian yang selalu berupaya menakut-nakuti masyarakat.
Hal tersebut membuat Nian sakit hati dan berniat untuk membalas dendam. Rencana jahat Nian ini diketahui oleh masyarakat yang kemudian berusaha mencari sang singa, tetapi tidak berhasil menemukannya.
Akhirnya, mereka pun menciptakan sebuah kostum berbentuk singa dengan warna-warni yang mencolok. Ketika Nian kembali datang saat awal musim semi (jelang tahun baru imlek), masyarakat berhasil mengusirnya dengan kekuatan sendiri.
Berdasarkan sejarah, Barongsai memang merupakan perwujudan dari seekor singa. Namun, sebenarnya, sosoknya merupakan gabungan dari beberapa jenis hewan. Di setiap bagian tubuhnya terbentuk dari 5 unsur makhluk yang berbeda dengan makna filosofi masing-masing, yaitu:
Simbol kehidupan dan mewakili unsur perempuan.
Simbol kebijaksanaan dan keberuntungan.
Lambang umur panjang.
Simbol kepemimpinan, kekuatan, dan perwakilan dari unsur perempuan.
Melambangkan kekayaan dan pesona.
Baca Juga:
Inilah Cara Mengatur Keuangan di Tahun Baru Imlek
Barongsai adalah sosok perwujudan singa yang memiliki tubuh berwarna-warni mencolok. Setiap warna yang melekat ternyata memiliki makna tersendiri. Setidaknya terdapat 5 warna yang melambangkan lima arah pada kompas, yang terdiri dari:
Saat pertunjukkan dimulai, biasanya Lion Dance selalu diiringi dengan musik yang meriah yang umumnya terdiri dari tiga macam instrumen utama, yaitu drum, simbal, dan gong.
Suara drum yang dimainkan untuk memberikan penekanan serta arahan pada setiap gerakan dan juga manuver para penari Lion Dance. Sedangkan simbal dan gong merupakan instrumen yang menggambarkan tentang emosi dari sosok singa ini.
Itulah latar belakang nama Barongsai yang ternyata berasal dari Indonesia. Jika kamu mendapat banyak “angpao” dari perayaan tahun baru Imlek, jangan lupa disisihkan untuk ikut modalin mitra usaha Amartha. Ada keuntungan bagi hasil hingga 15% flat per tahun dan juga Bonus dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek. Kunjungi marketplace sekarang!
02 Mar 2026