25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Penyebaran virus cacar monyet saat ini menjadi isu yang populer dibicarakan oleh masyarakat. Setelah COVID-19, kini masyarakat diminta untuk waspada terhadap virus cacar tersebut. Selain berbahaya bagi individu, virus ini juga begitu mudah untuk menyebar sehingga wajib untuk diwaspadai bersama. Yuk, pelajari lebih jauh tentang virus baru ini!
Setiap bentuk infeksi virus memang akan selalu menunjukkan gejala-gejala yang spesifik. Lewat gejala inilah kita bisa mengenali jenis infeksi virus yang menyerang. Umumnya, gejala-gejala tersebut akan muncul setelah individu terinfeksi selama 2-4 minggu. Berikut adalah beberapa gejala virus cacar monyet yang wajib untuk kita waspadai:
Munculnya gejala pada kasus cacar monyet ini dibagi menjadi 2 tahap yaitu masa invasi dan masa erupsi. Berikut adalah beberapa gejala yang muncul ketika kamu masuk di masa invasi virus:
Setelah masa invasi selesai, maka akan muncul masa erupsi. Ini merupakan masa dimana tubuh akan menunjukkan gejala fisik berupa bercak merah dan bintik merah. Masa erupsi ini biasanya terjadi kurang lebih 1-3 hari setelah pasien mengalami demam.
Pertama-tama, masa erupsi akan ditandai dengan munculnya ruam atau lesi di permukaan kulit. Ruam juga biasanya muncul paling banyak di area wajah, telapak tangan, dan telapak kaki. Setelah itu, ruam ini akan berkembang menjadi bintik merah seperti gejala pada cacar air. Ada yang berisi cairan bening atau vesikel dan ada yang berisi nanah atau pustula.
Semua bintik tersebut akan mengeras menjadi krusta dan akhirnya rontok. Masa erupsi ini akan berlangsung selama kurang lebih 10 hari. Di masa ini, penderita memiliki potensi untuk menularkan virus tersebut kepada orang lain. Jadi penderita sebaiknya tetap diisolasi sampai semua krusta rontok dan hilang.
Penting sekali untuk memahami seperti apa sistem penularan dari virus cacar monyet ini. Jadi kamu tidak perlu terlalu panik tapi tetap bisa waspada dan menghindari penularan virus tersebut. Perlu dicatat bahwa virus ini ternyata bisa menular dari manusia ke manusia maupun dari hewan ke manusia.
Biasanya, cacar monyet paling mudah menular lewat kontak langsung antara hewan atau manusia yang terinfeksi dengan manusia sehat. Penularannya bisa lewat selaput lendir seperti mata, mulut, dan hidung. Selain itu bisa juga menular lewat luka terbuka yang ada di permukaan kulit.
Jika virus dari hewan ke manusia, maka penularannya lewat gigitan atau cakaran hewan tersebut. Selain itu konsumsi daging hewan liar juga bisa menimbulkan penularan jika daging hewan yang dikonsumsi ternyata terinfeksi. Itulah mengapa sangat penting untuk memperhatikan jenis daging yang dikonsumsi agar bisa terhindari dari infeksi virus ini.
Obat virus cacar monyet sampai saat ini belum ditemukan. Usaha yang bisa dilakukan adalah mengurangi dan mengendalikan gejala yang ditimbulkan. Selain itu, biasanya pasien akan diminta beristirahat dan mengisolasi diri agar tidak menimbulkan penularan yang lebih luas. Virus cacar monyet ini sangat berbahaya dan harus diwaspadai serta dikendalikan dengan baik. Meski vaksin cacar monyet sudah mulai dikembangkan, tidak ada salahnya untuk melakukan tindak pencegahan ya.
Demi mengantisipasi isu kesehatan satu ini, kamu bisa mulai mempersiapkan diri dengan asuransi kesehatan yang terpercaya. Kamu juga dapat melakukan pencegahan dengan selalu menyiapkan pendanaan yang cukup untuk langkah preventif apabila terserang penyakit dengan bergabung di Amartha microfinance marketplace dana raih imbal hasil sampai 15% flat per tahun
Selain mendapat keuntungan, kamu juga turut membantu para pengusaha mikro (UMKM) untuk mengembangkan bisnisnya dengan modalin mitra UMKM mulai dari Rp100.000 aja! So, gabung di Amartha sekarang dan bangun mimpimu sekarang!
Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS
Tags
25 Feb 2026