Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...
07 Jul 2023 • 4 min read

Bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya, nama The House of Raminten sudah melegenda. Hal ini tidak lepas dari usaha pak Hamzah Sulaiman yang telah merintis bisnis Ny Raminten hingga sukses seperti sekarang.
Bisnis yang dikelola oleh pak Hamzah ini berupa tempat belanja paling ikonik yang lengkap mulai dari restoran, cindera mata, hingga toko baju dan batik. Namun hal tersebut tidak terjadi begitu saja, ada kisah dibalik kesuksesan The House of Raminten. Berikut kisah jatuh bangun perjalanan bisnis pak Hamzah hingga bisa sukses sampai sekarang.
Dulu, orang tua Pak Hamzah memiliki toko kecil di Kawasan Malioboro yang menjajakan minuman dan roti tawar. Dari sinilah awal mula beliau belajar bisnis sejak kecil.
Walau toko tersebut terbilang kecil, kedua orang tuanya mampu menyekolahkan anak-anak mereka hingga jenjang perguruan tinggi. Namun, di tahun 1971 beliau memutuskan untuk berhenti kuliah dan mencari pengalaman dengan bekerja di kapal.
Saat orang tua beliau wafat pada tahun 1974, pak Hamzah dan kakaknya memutuskan untuk meneruskan usaha keluarga. Toko yang berada di Malioboro tersebut disulap menjadi toko batik pada tahun 1976 dan diberi nama Mirota Batik.
Nama tersebut diambil dari akronim bisnis sebelumnya yaitu “Minuman dan Roti Tawar”. Hingga akhir tahun 1970-an akhirnya pak Hamzah memutuskan untuk menjalin kerjasama dengan Batik Danar Hadi sekaligus sebagai pemasok batik dari sejumlah daerah.
Dari sini, Mirota Batik kemudian dikenal sebagai ikon toko batik Jogja. Pada tahun 19880-an pak Hamzah melebarkan bisnisnya dengan menjual aneka souvenir dan cinderamata kreasi orang-orang Yogya.
Keuletan pak Hamzah dalam menjalankan bisnis memang sangat totalitas. Hal ini terlihat dari berbagai usaha yang dirintis oleh beliau mulai dari bisnis katering makanan hingga bisnis minimarket.
Sampai saat ini, bisnis minimarket yang diberi nama Mirota Kampus tetap berdiri sedangkan bisnis kateringnya gagal. Bisnis Jogja paling terkenal milik pak Hamzah adalah rumah makan yang mengambil konsep angkringan khas Yogyakarta dengan label The House of Raminten.
Baca Juga: Ini Caranya Atur Sumber Dana Bisnis dan Pribadi
Sebelum mendirikan bisnis Ny Raminten, pak Hamzah sempat mendirikan bisnis katering makanan. Namun sayangnya bisnis tersebut tidak berjalan lancar hingga akhirnya gulung tikar. Bahkan, Toko Batik Mirota juga pernah terbakar hingga habis.
Namun hal tersebut tidak membuat beliau patah semangat. Pak Hamzah justru mengambil pinjaman dari bank dan membangun toko batik 4 lantai dan diberi nama Hamzah Batik yang hingga saat ini menjadi ikon batik di Yogyakarta.
Tips sukses yang bisa dipetik dari kisah pak Hamzah adalah harus melakukan branding terhadap produk yang ditawarkan. Seperti, menggunakan nama unik “Mirota”, singkatan dari Minuman dan Roti Tawar yang terinspirasi dari usaha orang tua beliau.
Kemudian nama “Raminten”, berasal dari nama tokoh yang diperankan oleh beliau ketika masih aktif mengikuti pagelaran seni tari dan ketoprak di TVRI Yogyakarta. Di luar dugaan, peran hasil tantangan tersebut disukai oleh masyarakat hingga karakter Ny Raminten menjadi brand The House of Raminten.
Intinya, jangan mudah patah semangat dan terus berinovasi jika ingin sukses dalam menjalankan bisnis. Kamu bisa loh mengikuti jejak bisnis Ny Raminten dimulai dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu, yaitu mengumpulkan modal dengan cara berinvestasi di Amartha. Merupakan microfinance marketplace yang keamanannya terjamin dengan imbal hasil 15% flat per tahun. Yuk, segera kumpulkan modal bisnis kamu dengan berinvestasi di Amartha.