25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...
07 Jul 2023 • 5 min read

Tahukah kamu jika beberapa minimarket besar di Indonesia adalah franchise? Maka dari itu, semua orang bisa memiliki bisnis ini.
Meski begitu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk memiliki usaha minimarket. Selain itu, kamu juga harus mempersiapkan sejumlah biaya sebagai modal.
Berikut ini adalah daftar waralaba minimarket yang bisa dimiliki individu. Simak syarat yang harus dipenuhi, juga biayanya untuk membuka minimarket sendiri. Berikut penjelasannya:
Minimarket ini sudah tersebar di berbagai wilayah. Namun, ada juga daerah yang masih belum memiliki minimarket ini. Nah, untuk membuka gerai ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Yaitu:
Dana yang harus disiapkan yakni sekitar Rp394 juta. Rinciannya yaitu fee untuk usaha ritel selama 5 tahun sebesar Rp36 juta. Lalu persiapan untuk promosi sekitar Rp9,5 juta.
Ditambah renovasi dan dan daya listrik yaitu sekitar Rp170 juta. Terakhir perlengkapan elektronik sekitar Rp178 juta.
Untuk membuka gerai minimarket ini, kamu harus memenuhi syarat berikut:
Minimarket ini menyediakan beberapa model usaha. Yaitu dengan modal Rp300 juta, kemudian Rp350 juta, Rp450 juta, dan Rp500 juta.
Dana ini mencakup franchise fee sekitar Rp45 juta untuk 5 tahun. Kemudian biaya instalasi listrik, perlengkapan untuk gerai, perizinan hingga promosi.
Baca Juga: Di Padang Tak Ditemukan Indomaret dan Alfamart, Kenapa?
Untuk memiliki gerai Alfamidi, syarat yang diperlukan hampir sama dengan minimarket sebelumnya. Hanya saja, biaya yang disiapkan lebih besar.
Berikut rinciannya:
Franchise minimarket berikutnya yaitu Socamart. Untuk membuka gerai waralaba ini, kamu perlu mempersiapkan modal Rp220 juta.
Kamu harus mengisi form data diri, kemudian tim SOCA akan membantu untuk melakukan survei dan pengukuran lahan. Baru kemudian, kamu bisa menunggu hasil dari pengajuan ini.
Meski kamu memiliki modal besar, namun perusahaan waralaba ini akan melakukan seleksi cukup ketat. Di antaranya tentang lahan, lalu cara kamu untuk mengelola waralaba.
Selain itu, kamu harus mengajukan proposal dan persetujuan. Isinya yakni mengenai pengajuan lahan, keuangan hingga RAB.
Apabila proposal telah disetujui, maka tahap selanjutnya adalah membuat perjanjian waralaba. Isinya yaitu mengenai hak juga kewajiban pada kedua pihak. Mulai dari tahapan pembukaan hingga promosi.
Terakhir adalah pembukaan gerai. Tahapan ini bisa dilakukan setelah proses perizinan, renovasi gerai telah rampung. Perusahaan kemudian akan memasok barang setelah semuanya siap. Demikian syarat dan biaya untuk membuka waralaba. Jika kamu tidak memiliki biaya yang cukup untuk membuka franchise, kamu masih bisa mendapatkan passive income dari melakukan investasi di Amartha microfinance marketplace.
Mulai dari Rp100.000, kamu sudah bisa mendapatkan imbal hasil hingga 15% flat per tahun. Dengan melakukan pendanaan, kamu juga turut membantu para pengusaha mikro (UMKM) untuk mengembangkan bisnisnya.
Amartha menerapkan prinsip bisnis yang berkelanjutan dan transparansi. Di mana setiap pendana dapat memonitor portofolio mitra secara mingguan di aplikasi Amartha. Amartha juga sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak tahun 2019. Gabung di Amartha sekarang, yuk!
Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS
Tags