25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...
07 Jul 2023 • 3 min read

Indomaret dan Alfamart adalah salah satu bisnis ritel waralaba terbesar di Indonesia. Setiap berkunjung di kota manapun di Indonesia, pasti kamu sering menemukan atau mencari kedua gerai yang lokasinya hampir selalu berdekatan ini, kan?
Tapi sayanganya, kamu tidak akan menemukan dua gerai ritel ini ketika mengunjungi Kota Padang, Sumatera Barat. Kota Padang dikenal sebagai salah satu kota pelajar dan budaya, yang kerap menggelar festival untuk mendukung potensi pariwisatanya.
Kenapa, ya?
Alasannya ternyata cukup sederhana, tidak adanya Indomaret dan Alfamart di Padang, dikarenakan pemerintah daerah (Pemda) Sumatera Barat tidak memberikan izin kepada perusahaan waralaba tersebut untuk membuka gerai.
Gerai ritel ini dikhawatirkan akan mematikan bisnis kecil dan pedagang tradisional di daerah Padang, sehingga bisa merusak ekonomi daerah Sumatera Barat dalam jangka panjang. Dalam praktik bisnisnya pun, masyarakat setempat dikhawatirkan akan lebih tertarik untuk mengunjungi toko bernuansa modern dengan barang-barang yang lengkap dan harga jual pasti.
Tak mengherankan, karena usaha waralaba seperti Indomaret dan Alfamart mampu mengambil hati pelanggan di seluruh daerah sampai ke pedesaan dengan harga barang yang sangat bersaing. Tentu ini bisa terjadi kesenjangan harga terutama bagi pedagang setempat.
Jika hal ini terus dibiarkan, keberadaan minimarket modern ini akan membuat masyarakat kehilangan minat untuk mengunjungi dan berbelanja di warung atau toko kelontong. Efek jangka panjangnya, pedagang tradisional akan terasingkan hingga mengalami kebangkrutan.
Hal inilah yang menjadi sebab mengapa Pemda setempat tidak memberikan izin membuka bisnis ritel tersebut, yakni untuk melindungi warung dan minimarket lokal dengan mendorong kemajuan perekonomian di bidang UMKM di kota Padang.
Kebijakan ini mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan di luar Sumatera Barat, yang juga mencoba mengambil langkah serupa. Sesuai dengan harapan agar pengusaha lokal bisa mengambil peluang usaha di kotanya masing-masing.
Baca Juga: Tips Usaha Warung Sembako Bersaing Melawan Minimarket
Apakah usaha lokal mampu bersaing di tengah maraknya ritel modern? Tak perlu khawatir, Pemda dan masyarakat Sumatera Barat percaya akan kemampuan warga lokal dalam membuat bisnis modern retail outlet serupa (MRO), yaitu semacam toserba yang dimiliki oleh bisnis perorangan.
Pengelolaan bisnis oleh masyarakat Padang tentu bukan hal yang asing, karena orang Minang dikenal sebagai pelaku bisnis yang memiliki kebiasaan berdagang sejak zaman dulu.
Mungkin kamu yang pernah ke kota Padang, juga tidak asing dengan sebutan minimarket "Halal Mart". Halal Mart sebelumnya dirancang oleh Wali Kota Padang sebagai pengganti waralaba minimarket yang bisa dikunjungi oleh masyarakat. Halal Mart sendiri diproduksi dan merupakan barang asli kota Padang sehingga tidak akan mematikan regulasi bisnis bagi pedagang tradisional.
Inilah sekilas mengenai alasan kenapa sulit ditemukan adanya Indomaret atau Alfamart di daerah Sumatera. khusunya di Padang, Sumatera Barat. Hal ini semata-mata untuk menjaga dan mengembangkan UMKM di kota tersebut. Sama seperti Amartha, yang memperdulikan usaha UMKM di Indonesia agar lebih berkembang lagi. Gabung sekarang dan bantu CEO UMKM kita, yuk!
25 Feb 2026