25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...
07 Jul 2023 • 5 min read

Masa depan eSport Indonesia semakin cerah, jika pada waktu silam, pemain video game selalu dihubungkan dengan anak-anak. Akan tetapi seiring mutakhirnya teknologi, para pemain tersebut telah melebarkan jenjang pada usia lebih dewasa dan menyabet prestasi.
Jadi, peningkatan teknologi ini pun pada akhirnya menjadikan sebuah game bermetamorfosis menjadi eSports, lalu menjelma sebagai fenomena global.
Pada dasarnya, eSports memiliki singkatan yakni Electronic Sports yang berarti dalam Bahasa Indonesia berarti olahraga elektronik. Seperti namanya, eSports memanglah bermula dari gaming. Meskipun demikian, keduanya memiliki perbedaan.
Merupakan penggunaan game sebagai rekreasi, tidak memiliki tujuan profesional sama sekali.
Merupakan game sebagai profesi, memiliki tujuan profesional. Seperti atlet olahraga pada umumnya, pemain eSports mengenakan seragam ketika bertanding.
Selain itu, seluruh atlet eSports tersebut pun bermain melalui tim serta diberikan pelatihan rutin oleh pelatih profesional guna meningkatkan kinerja tim, hingga diturutsertakan dalam sekolah eSport Indonesia.
Dalam eSports sendiri, sudah pasti hal yang diutamakan bukanlah pergerakan fisik. Akan tetapi, olahraga pikiran dan mental contohnya yakni bridge dan catur.
Berikut ini merupakan sejarah singkat adanya olahraga ini. Bermula dari tahun 1970 hingga melejitnya pada 2020-an.
Sebenarnya, eSports telah ada semenjak tahun 1970-an, tepatnya yakni 1972. Pada era tersebut, komputer merupakan barang yang baru serta tiada koneksi internet. Nah, untuk game-nya sendiripun masihlah sangat langka untuk ditemui.
Atari, sebuah pengembang game menyelenggarakan kompetisi sebuah game berjudul Space Invader. Pesertanya lumayan fantastis sewaktu itu yakni sampai 10.000 orang.
Kemudian, kompetisi ini melejit hingga pemberitaan majalah populer di Amerika, Life and Time meliputnya.
Baca Juga: Sekolah Esport Indonesia Resmi Dibuka, Berikut Faktanya!
Memasuki zaman 1990an, koneksi internet telah tersedia dan mulai meningkat turut memajukan kompetisi game sehingga terciptalah perlombaan online game.
Dalam kurun waktu inilah eSports memulai perkembangan pesatnya serta game yang dikompetisikan mulai bervariasi.
Nah, pada era inilah sampai sekarang, eSports telah mengalami perubahan sangat melejit sehingga terciptalah The International for Dota 2 ditambah Kejuaraan League of Legends(LoL).
Pada kompetisi tersebut, mereka yang menang bisa mendapatkan hadiah dengan besaran sampai jutaan Dollar. Di mulai dari sini, banyak pemain eSports segala penjuru dunia membentuk tim sendiri agar bisa bertanding di tingkat profesional.
Kemajuan eSports yang melejit pesat menjadikannya sebagai peluang menjanjikan. Tercetusnya Indonesia eSports Association atau IESPA membuat olahraga ini menjelma menjadi industri baru Indonesia yang kian bertumbuh pesat.
Macam-macam perlombaan regional sampai nasional telah ramai bermunculan. Beberapa yang paling baru yang meramaikan perkembangan eSport di Indonesia ialah masuknya cabang olahraga ini di Piala Presiden 2019 dan Asian Games 2018.
Perlombaan yang kian kompetitif lantas melahirkan sejumlah tim dan pemain profesional Indonesia. Mereka tidak berkecimpung di tingkat nasional daja, akan tetapi telah beranjak pada tingkat global.
Baru-baru ini, Indonesia menyabet 6 medali dalam SEA Games 2021. Pada rincinya yakni 2 medali emas, 3 medali perak, dan 2 medali perunggu.
Perjuangan tim nasional eSports pada kali ini cukuplah baik sebab bisa meraih 3 kali lipat pencapaian yang lebih banyak dibandingkan dengan eSport SEA Games pada 2 tahun silam.
Mengetahui hal tersebut, dari sini dapat disimpulkan bahwa masa depan eSports Indonesia bukanlah sekedar rekreasi, namun lebih pada profesi karena saat ini atlet-atlet olahraga otak tersebut kian bertambah pesat jumlah dan kualitasnya.
Dengan demikian, apakah kamu tertarik untuk menjadi atlet dan turut memajukan masa depan eSport Indonesia? Jika iya, sebaiknya mulai berinvestasi di micro finance marketplace bersama Amartha.
Kamu bisa mendapatkan imbal hasil 15% flat per tahun, sehingga bisa ditabung untuk membeli perlengkapan eSports.