25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...
07 Jul 2023 • 3 min read

Akhir-akhir ini beberapa brand restoran cepat saji internasional seperti McDonald's, Burger King, hingga KFC di Korea Selatan sedang menghadapi masa-masa terpuruknya. Brand makanan cepat saji ini perlahan-perlahan mulai ditinggalkan pelanggannya di Negeri Ginseng tersebut.
Mengutip dari The Korean Times, hal ini terjadi dikarenakan adanya pergeseran selera warga Korea Selatan yang kini lebih memilih makanan sehat. Belum lagi, persaingan antara restoran lokal yang tak kalah menyediakan service yang lebih sesuai untuk warga di Korsel.
Informasi dari seorang eksekutif perusahaan ekuitas swasta domestik (PEF), yang mengkhususkan diri dalam pembelian waralaba makanan dan minuman (F&B), meningkatnya biaya bahan dan tenaga kerja adalah risiko yang cukup besar, karena itu sulit bagi rantai makanan cepat saji untuk menaikkan harga demi mengimbangi kenaikan biaya mereka. Karena alasan ini, tak ada pengusaha yang mau mengambil alih hak menjalankan waralaba sejumlah merek fast food tersebut. Jika pun ada yang ambil alih, para pakar industri mengantisipasi bahwa perusahaan akan kesulitan menawarkan harga yang lebih tinggi.
Baca Juga: Kalahkan BTS Meal, Harga Kentang Goreng Ini Mencapai 3 Juta. Mau Beli?
Selain itu, jumlah populasi Korsel yang terus menurun secara signifikan juga turut membuat penjualan merosot. Menurut statistik pemerintah Korea Selatan pada Mei tahun 2022, hanya ada 9,49 juta penduduk yang tinggal di Seoul. Turun signifikan dari 10,97 juta penduduk pada tahun 1992. Bahkan diperkirakan akan terus turun ke angka 7,2 juta jiwa pada tahun 2050. Hal ini dikarenakan semakin banyak warga Korea Selatan yang lebih memilih untuk single.
Hal ini berdampak pada sekitar 42,5% warga Korea Selatan yang berusia 30-an tahun belum menikah per tahun 2020. Angka ini naik sekitar 6,2% dibandingkan tahun 2015.
Rata-rata anak yang dilahirkan wanita Korea Selatan sepanjang hidupnya mencapai rekor terendah: 0,84. Padahal, untuk menjaga kestabilan populasi Korsel, angka ini perlu menyentuh level 2,1.
Hingga kini Mcdonald's Korea bahkan dilaporkan sedang mencari pemilik baru di Korea Selatan. McD headquarters di AS juga mengkonfirmasi bahwa akan menjual seluruh saham dan izin usahanya di Korsel.
Situasi ini membuat McD's Korea Selatan mengalami kerugian operasional:
2019: 44 miliar won
2020: 48,3 miliar won
2021: 27,7 miliar won
Tags
25 Feb 2026