25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...
07 Jul 2023 • 4 min read

Modus penipuan bisnis online marak terjadi saat ini, terlepas dari segala kemudahannya selalu ada sisi lain dari bisnis di internet. Apalagi saat ini banyak hal yang sudah dilakukan secara online. Tak heran apabila oknum tak bertanggung jawab kerap memanfaatkan hal ini untuk mencari celah dan mengeruk keuntungan illegal.
Jadi, jangan sampai aktivitasmu terganggu dan mengalami banyak kerugian karena penipuan. Apa saja modus penipuan yang sering terjadi? Kenali macam-macamnya dan bagaimana untuk melaporkannya.
Banyak sekali modus operandi yang digencarkan para penipu demi mendulang untung dari kesialan dan kelalaian orang lain. Jangan sampai kamu menjadi salah satunya.
Modus penipuan di Indonesia ini masih kerap terjadi dan sangat merugikan banyak orang. Biasanya pelaku akan membuat toko online yang memasang harga jual sangat murah dibanding lainnya.
Hal ini tentu menarik minat customer sehingga langsung membeli tanpa banyak berpikir panjang. Toko juga dibuat semeyakinkan dan seprofesional mungkin. Maka tak heran bila masih banyak yang terkecoh dengan adanya toko online palsu ini.
Bagi kamu yang suka belanja di toko dari luar negeri, seringkali mendapatkan modus penipuan dari seseorang yang mengaku sebagai petugas bea cukai. Penipu akan meminta dana tambahan dengan dalih barang yang ditahan karena masalah bea cukai.
Baca Juga: Marak Penipuan Investasi Online, Begini Modusnya!
Untuk kasus penipuan online ini, biasanya penipu mengirimkan link atau kode OTP sehingga kamu jadi mengisikan data-data diri kamu ataupun berbelanja ke situs palsu. Jika mendapat link mencurigakan sebaiknya langsung report as spam, baik via email ataupun WhatsApp.
Modus penipuan bisnis online yang ini kerap merugikan pemilik. Penipu akan berpura-pura membeli produk kamu dan kemudian mengirim bukti transfer palsu. Kamu harus benar-benar teliti dan mengecek mutasi sebelum proses orderan yang masuk.
Jenis penipuan ini membuat kamu kehilangan akun kartu kredit/debit karena diambil alih oleh si penipu. Hal ini dapat terjadi karena kebocoran data atau kamu yang tak sadar membeberkan informasi seperti nama ibu kandung, foto KTP, NPWP, dll pada penipu.
Inilah beberapa cara yang bisa dilakukan jika kamu menjadi korban penipuan. Kamu bisa sesuaikan dengan modus penipuan yang kamu alami. Saat ini banyak pelaporan penipuan yang dilakukan secara online, jangan lupa siapkan berbagai macam bukti yang mendukung laporanmu.
Jangan sampai kamu menjadi korban modus penipuan bisnis online, apalagi jika kamu ingin mendapatkan penghasilan tambahan melalui online.
Hindari modus penipuan online dengan berinvestasi di platform microfinance marketplace yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK seperti di Amartha. Untuk mendaptkan penghasilan tambahan, kamu bisa menjadi pendana (lender) di Amartha untuk dapatkan passive income mingguan. Tenang saja, kamu bisa mulai investasi mulai dari Rp 100.000 saja dengan imbal hasil hingga 15% flat per tahunnya.
Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS
Tags
02 Mar 2026