25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Di dalam dunia investasi, tentu tidak asing mendengar istilah risk dan return bagi para investor atau lender. Istilah risk dan return sendiri memang memiliki hubungan kuat dalam konsep investasi, di mana pengertian dari risk (risiko) dan return (pengembalian) adalah kondisi yang berpeluang mengalami kerugian maupun keuntungan yang dialami perusahaan, institusi, dan individu dalam keputusan investasi.
Untuk lebih lengkapnya, yuk simak hubungan antara risiko (risk) dan tingkat pengembalian (return) berikut ini.
1. Bersifat linear atau searah (mungkin terjadi pada pasar yang bersifat normal).
2. Semakin tinggi tingkat pengembalian maka semakin tinggi pula risiko (high risk high return)
3. Semakin besar aset yang kita tempatkan dalam keputusan investasi maka semakin besar pula risiko yang timbul dari investasi tersebut.
Maka dari itu, saat kamu memutuskan untuk melakukan investasi, tentu tidak bisa dilakukan dengan asal mencoba. Kamu perlu memahami jenis-jenis instrumen investasi yang tepat agar sesuai dengan kondisi finansial, tujuan investasi, serta jangka waktu yang diinginkan.
Tujuan investasi yang pada dasarnya mengharapkan keuntungan, membuat para investor seringkali memilih konsep investasi high risk high return dengan memperhatikan profil risiko di dalamnya.
Nah, seperti apa sih konsep high risk high return itu? Yuk simak apa yang dimaksud high risk high return pada artikel ini.
Definisi high risk high return dalam investasi, yaitu jika risiko tinggi maka return (keuntungan) juga akan tinggi, begitu pula sebaliknya jika return rendah maka risiko juga akan rendah.
Ketika berada di dalam kegiatan investasi, risiko investasi merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Tidak menentunya fluktuasi harga di pasar, kondisi ekonomi-politik di suatu negara dan inflasi mempengaruhi kegiatan investasi menjadi tidak pasti hingga dapat dikatakan cukup memiliki risiko.
Akan tetapi, hal ini bisa dicegah dengan membuat strategi investasi, lakukan pemahaman yang mendalam sebelum memilih jenis investasi yang disesuaikan dengan profil risiko agar dapat membuat keputusan investasi yang tepat.
Dengan semua kemungkinan risiko investasi yang akan terjadi, sangat penting bagi para investor atau lender untuk melakukan mitigasi risiko dalam berinvestasi.
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, arti mitigasi risiko adalah upaya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya dan dampak risiko.
Lebih lanjut, mitigasi risiko dalam investasi adalah sebuah tindakan terencana yang dilakukan oleh pemilik risiko atau investor agar bisa mengurangi dampak dari suatu kejadian yang berpotensi merugikan atau membahayakan investor atau lender tersebut.
Oleh karena itu, mitigasi risiko dalam investasi sangat diperlukan sebagai cara investor dalam menyusun strategi untuk memperkecil potensi kerugian dari kegiatan berinvestasi yang dilakukan.
Baca Juga: Penting Buat Lender! Ini Cara Mitigasi Risiko di Amartha
Sebagai lender, memahami dan melakukan mitigasi risiko saat melakukan pendanaan sangatlah penting. Sama pentingnya, Amartha, sebagai financial platform memastikan pendanaan setiap good lender kami tetap aman dan terpercaya.
Berikut beberapa upaya mitigasi risiko yang Amartha lakukan:
Sistem tanggung renteng adalah tanggung jawab penerima dana baik bersama-sama, perseorangan, maupun khusus salah seorang diantara mereka untuk menanggung pembayaran utang keseluruhan.
Manfaat dari tanggung renteng ini adalah meringankan beban, sehingga pembayaran salah seorang mitra mengakibatkan mitra lainnya terbebas dari hutang.
Misalnya, jika pada bulan Februari mitra X tidak mampu untuk membayar, maka hutang mitra X akan dibayarkan oleh mitra Y. Sedangkan pada bulan Mei giliran mitra Y yang gagal untuk membayar pinjamannya, maka mitra X dan mitra Z yang akan membayar pinjaman mitra Y.
Dengan upaya tanggung renteng seperti inilah Amartha mampu menjaga tingkat gagal bayar pada kisaran 1%. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan bagi para pendana karena dana sudah pasti akan kembali bersama keuntungannya.
Asuransi Mitra berguna apabila peminjam tidak mampu melunasi sisa pinjaman dikarenakan meninggal dunia maka lender akan menerima pokok pinjamannya saja tanpa bagi hasil. Bila risiko gagal bayar tetap terjadi karena peminjam meninggal dunia, sisa pokok Anda akan kembali 100% berkat pertanggungan asuransi jiwa kredit yang akan dibayarkan 90 hari setelah klaim dilakukan.
Credit decisioning solution adalah teknologi yang dibangun Amartha dan diterapkan untuk menyeleksi calon peminjam. Inilah bentuk transparansi untuk membantu para pendana atau lender dalam menentukan pilihan pendanaan dengan tingkat risiko dan keuntungan yang sesuai.
Untuk memeringkat calon peminjam, skor kredit kami memakai algoritma yang dibangun berdasarkan indikator riwayat pembayaran sebelumnya (untuk pengajuan pinjaman lanjutan), kehadiran dalam pertemuan kelompok, ketepatan waktu pembayaran serta analisis psikometri. Pendekatan ini terbukti efektif sehingga Amartha mampu menjaga tingkat keterlambatan pembayaran berkisar di 1%.
Secara kualitatif, kami juga mengembangkan analisa kemampuan membayar calon peminjam melalui tes psikometri yang dimodelkan dengan pendekatan data-driven risk profiling sehingga dari analisa perilaku ini bisa dibuatkan pemetaan kelayakan yang berguna dalam menghasilkan skor kredit yang lebih akurat. Skor kredit ini juga bersifat dinamis, di mana setiap terjadi perubahan indikator peminjam maka skor kredit yang bersangkutan juga akan ter-update secara otomatis.
Dalam upaya menciptakan rasa aman bagi para good lender di Amartha dan penerima dana pinjaman, microfinance marketplace Amartha telah menerapkan sistem manajemen keamanan informasi berstandar ISO 27001. ISO 27001 merupakan rujukan utama bagi organisasi/perusahaan dalam hal sistem keamanan informasi. Standar ini telah dikenal sebagai ikon best practice (keamanan informasi yang sudah teruji) dalam upaya pengendalian dan pengelolaan risiko keamanan informasi.
Amartha sendiri telah resmi mendapatkan sertifikasi ISO 27001:2013 pada bulan Maret 2022 dan telah tersertifikasi Management System dengan meningkatkan sistem keamanan kami. Dengan menerapkan standar ISO 27001:2013, organisasi atau perusahaan dapat melindungi dan memelihara kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi dan untuk mengelola serta mengendalikan risiko keamanan informasi pada organisasi atau perusahaan.
Hal ini menandakan bahwa Amartha telah menerapkan metode yang komprehensif dan telah memenuhi segala persyaratan keamanan yang ketat. Termasuk juga mengelola risiko keamanan dari proses bisnis yang berhubungan dengan perlindungan data pelanggan, maupun mitra UMKM yang bergabung bersama Amartha.
Inilah beberapa mitigasi risiko yang dilakukan Amartha untuk menjaga pendanaanmu tetap aman. Selain itu, kamu juga perlu melakukan beberapa strategi mitigasi risiko dalam melakukan pendanaan, seperti di bawah ini.
Strategi mitigasi risiko dalam melakukan pendanaan sangat diperlukan untuk memperkecil risiko kerugian dan memaksimalkan keuntungan dari investasi. Salah satu caranya dengan melakukan diversifikasi terhadap instrumen investasi yang kamu miliki.
Pernah dengar istilah “Jangan menaruh semua telur di banyak keranjang”? Alasannya, karena jika kamu menaruhkan semua telur dalam satu keranjang maka kemungkinan hancurnya akan tinggi. Sama halnya dengan modal uang yang kamu miliki. Lakukanlah diversifikasi saat melakukan pendanaan di suatu instrumen investasi.
Diversifikasi merupakan salah satu cara yang digunakan oleh banyak investor untuk meminimalisir risiko investasi dengan menyebar investasi ke banyak instrumen agar tetap bisa mendapatkan keuntungan sekaligus mendapatkan risiko yang kecil.
Di aplikasi Amartha, kamu bisa juga melakukan diversifikasi investasi melalui beberapa cara, loh:
Nah Amartha juga punya layanan investasi dengan skema crowdfunding, loh. Menariknya, pendanaan dalam investasi crowdfunding bisa dimulai dengan modal kecil namun tetap menawarkan keuntungan imbal hasil hingga 15% flat per tahun dengan pendanaan mulai dari Rp100.000 aja.
Amartha merupakan platform investasi yang aman, karena sejak tahun 2019, Amartha sebagai prosperity platform telah memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga saat ini, Amartha telah berhasil menghubungkan pendana (lender) dan mitra usaha (borrower) dengan total dana tersalurkan per Maret 2024 sebesar 17,3 triliun rupiah, kepada lebih dari 2,1 juta mitra perempuan pengusaha mikro di lebih dari 42.000 desa.
Mendanai di Amartha juga memiliki risiko yang terukur dengan adanya credit decisioning solution akurat. So, tunggu apalagi? Yuk, download aplikasinya dan mulai pendanaan di Amartha sekarang!
Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS
Tags
02 Mar 2026