25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...
05 Sep 2023 • 3 min read

Sudah 15 tahun, ibu Eti Sumarni memilih untuk memulai usaha tahu goreng yang bertempat di rumahnya, Ngadirgo, Semarang.
Ibu Eti dan suaminya mengaku memilih usaha tahu goreng ini, lantaran rumah ibu Eti yang dekat dengan pasar dan juga hobi memasak. Ibu berpikir jika menjual produk tahu yang digoreng itu bukanlah bisnis musiman, karena masyarakat Indonesia sudah cukup akrab dengan berbagai macam jenis “Gorengan”.
Tak hanya satu jenis, berbagai macam tahu goreng, bisa kamu dapatkan dari rumah produksi ibu Eti, diantaranya adalah tahu pong, tahu kuning, dan juga tahu kencong. Untuk macam tahu ini sendiri memiliki kisaran harga yang beragam mulai dari Rp 2.000 satu plastik berisi 6 buah tahu, hingga ribuan jumlah tahu pesanan dalam sehari yang dikemas di dalam tong.

Bersama dengan tiga orang karyawan yang juga para tetangga, mereka mulai menggoreng sejak tahu datang dari pabrik di jam 3 pagi hingga subuh datang. Setelahnya, ibu Eti bersiap membawa dagangan ke pasar untuk diberikan kepada reseller. Tak sampai disitu, ibu Eti dan karyawannya mulai memasak lagi di jam 12 siang hingga jam 3 sore untuk dijual lagi ke pasar.
“Ibu tidak pernah libur untuk menggoreng tahu, karena ada pelanggan rumah dagang yang menjual bakso yang membutuhkan tahu pong dari ibu.”
“Memang capek, sehari harus dua kali menggoreng sejak jam 3 pagi, tapi ada banyak penjual yang menunggu stok tahu dari ibu. Sekali pesanan bisa mencapai ratusan tahu goreng, hingga empat tong besar”
Alhamdulillah, dari satu reseller ibu bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 300 ribu dalam sehari. Untuk saat ini ibu punya beberapa reseller termasuk supply rumah dagang bakso yang wajib ibu Eti sediakan.

Saat ini suami ibu Eti merupakan supir bus luar kota yang cukup jarang pulang. Dalam kesehariannya, ibu hanya dibantu oleh para karyawannya, serta mengendarai sendiri gerobak motor untuk mengangkut tahu goreng ke tempat reseller.
Tapi ibu Eti tidak pernah menyerah, beliau punya harapan ingin menyekolahkan ketiga anaknya hingga setinggi-tingginya.
Ibu bersyukur karena mengenal Amartha disaat yang tepat, karena ibu sedang ingin memperluas usahanya untuk menjual berbagai macam gorengan lain demi mencapai harapannya.
Impian ibu Eti hanyalah satu dari sekian banyak perempuan hebat yang pantang menyerah untuk bisa mendapatkan kesejahteraan merata. Oleh sebab itu, Amartha mengajak kamu untuk turut ber-HARMONI dalam mendukung perempuan UMKM lainnya di seluruh Indonesia dengan download dan lakukan pendanaan di Amartha.
Sekarang giliran Anda berharmoni bersama Amartha dengan kunjungi s.id/HARMONI atau amartha.com untuk mainkan peran Anda bersama kami. Ada keuntungan imbal hasil sampai 15% flat per tahun yang bisa pendana baik dapatkan setiap modalin satu mitra usaha dengan modalin mulai dari 100 ribu rupiah.
Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS
Tags