25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...
07 Jul 2023 • 3 min read

Tantangan menjadi pelaku usaha UKM di Indonesia tidak hanya mengenai modal kerja saja, tetapi juga sarana dan prasarana seperti misalnya listrik.
Hidup di pedesaan dengan akses yang terbatas pada listrik dan modal kerja tidak melunturkan semangat Ibu Rustaini, pengrajin tikar sekaligus mitra usaha Amartha asal Padamaran, Sumatera Selatan.
Usaha tikar anyaman sudah digeluti Ibu Rustaini sejak lama. Usaha ini merupakan usaha turun temurun dari orangtuanya, dan termasuk keterampilannya dalam menganyam tikar. Dalam satu bulan, keterampilan dari jari jemari Ibu Rustaini berhasil menjual menjual sebanyak satu sampai dua kodi tikar.
"Kalau gak mati listrik, saya bisa menganyam satu tikar dalam satu jam. Tapi kalau mati listrik, saya butuh waktu lebih lama sekitar dua sampai tiga jam untuk menganyam satu tikar," jelas perempuan beranak satu itu.
500 Ribu Mitra Aktif Tumbuh Bersama Amartha Selama Pandemi
Daerah kediaman Ibu Rustaini kerap kali mengalami pemadaman listrik. Dalam satu hari, pemadaman dapat berlangsung selama satu sampai dua jam. Dan kondisi ini berlangsung hampir setiap hari.
Dalam sesi wawancara, iya mengutarakan bahwa pemadaman dalam satu minggu berlangsung selama lima kali dan total dalam satu bulan mencapai 20 kali.
Keadaan ini diakui oleh Ibu Rustaini sebagai penghambat dalam melakukan usaha, terlebih saat lampu padam di malam hari. Ia terpaksa harus mengandalkan lilin untuk menyelesaikan pesanan tikar guna memenuhi kebutuhan sekolah sang anak yang masih kelas 1 Sekolah Dasar.
Penurunan produktivitas Ibu Rustaini berdampak pada pendapatannya. Saat pedamanan yang panjang, ia tidak dapat memenuhi pesanan tikar sehingga harus membeli tikar jadi kepada orang lain di mana keuntungan yang didapatkan semakin sedikit dibanding saat ia harus membuatnya sendiri.
Bu Rustaini adalah satu diantara banyak warga desa yang menggantungkan hidupnya pada terang lampu.
Melalui kampanye #NyalakanDesa, Amartha mengajak publik untuk gotong-royong menghadirkan 1.000 lampu surya kepada daerah-daerah yang masih mengalami keterbatasan akses listrik.
Anda dapat terlibat untuk ikut #NyalakaDesa dengan cara berdonasi melalui Kitabisa. Dari donasi publik yang terkumpul, Amartha akan menyalurkan 1.000 lampu surya kepada 5 desa di Sumatera Selatan yang mengalami keterbatasan akses listrik.
Dari setiap lampu surya yang menyala, Anda telah terlibat dalam membantu para ibu untuk menjalankan usaha, anak-anak untuk belajar, dan masih banyak lagi yang akan terbantu dengan bantuan Anda.
25 Feb 2026