25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...
06 Dec 2023 • 3 min read

Golok merupakan senjata tradisional yang memiliki sejarah dan nilai-nilai budaya sejak zaman dahulu. Orang tradisional menggunakan senjata salah satunya golok, untuk melindungi diri dari serangan musuh. Di sisi lain, alat ini juga digunakan untuk penangkaran dan perburuan hewan dalam memenuhi kebutuhan pangan.
Dalam praktiknya, senjata tradisional seperti golok di seluruh wilayah Indonesia memiliki bentuk yang hampir sama, hanya saja memiliki karakteristik yang berbeda serta sejarah dan nilai budayanya masing-masing. Tak terkecuali area Banten yang terkenal dengan warisan budaya berupa golok tradisional.

Saat ini pun, golok tradisional masih luas diperjualbelikan untuk kebutuhan berkebun, memotong hewan kurban, alasan keamanan, alat pembelajaran di padepokan silat hingga digunakan sebagai hiasan rumah.
Salah satu pengusaha mikro Amartha yang memproduksi golok ini adalah ibu Suningrat. Beliau sudah menggeluti usaha golok selama 15 tahun bersama suaminya sebagai jenis usaha keluarga turun temurun.

Ibu Suningrat menjalani usaha ini bersama empat orang karyawannya yang merupakan tetangganya di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten. Dalam sehari satu orang pekerja bisa membuat sekitar empat hingga lima buah golok yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp80.000 hingga Rp250.000, harga ini tergantung jenis golok, bahan yang digunakan, motif sarung dan juga tingkat kesulitan pembuatannya.
Berkat usahanya ini ibu Suningrat bisa mendapatkan omset hingga jutaan rupiah per bulan dan dapat membeli lahan di samping rumahnya untuk pembuatan golok menjadi lebih nyaman. Produksi golok ibu Suningrat tak memiliki hari libur, pembuatan golok ini didasarkan pada pesanan yang masuk yang nantinya akan dibawa oleh para penjual atau pengepul lainnya. Semenjak pandemi, usaha ibu ini berkembang dibantu oleh keponakannya dengan sistem penjualan online hingga terjual hingga ke luar pulau.
Selama dua tahun terakhir bergabung di Amartha, permodalan yang diberikan oleh para pendana kepada ibu Suningrat digunakan untuk membeli bahan logam, besi, baja, simpai dan peremajaan alat untuk pembuatan golok yang dikerjakan secara tradisional.

“Ibu berharap akan semakin banyak orang yang mengetahui produksi golok ini. Ada banyak pameran golok juga untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Mau juga bisa jual hingga ke luar negeri sehingga usaha ibu bisa lebih dikenal dan berkembang”
Mari kita dukung bisnis pengusaha UMKM tradisional di Indonesia agar bisa terus memberdayakan mereka. Amartha mengajak kamu untuk turut mendukung perempuan UMKM lainnya di seluruh Indonesia dengan download dan lakukan pendanaan di Amartha.
Sekarang giliran Anda mainkan peran Anda bersama kami. Ada keuntungan imbal hasil sampai 15% flat per tahun yang bisa pendana baik dapatkan setiap modalin satu mitra usaha mulai dari 100 ribu rupiah.
Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS
Tags
25 Feb 2026