25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan sosok salah satu mantan Menteri Kelautan dan Perikanan di era presiden Indonesia ke-6. Ibu satu ini dikenal masyarakat dengan kata-kata tenggelamkan. Apalagi sudah #SaatnyaPerempuan berani dan menunjukkan sosok yang tangguh.
Hal itu bisa Anda contoh dari sosok seorang Susi Pudjiastuti. Beliau mempunyai banyak prestasi dan penghargaan hingga ke luar negeri atas yang berhasil diraihnya.
Perempuan yang lahir di Pangandaran pada 15 Januari 1965 ini adalah putri dari Hj. Suwuh Lasminah dan Hj. Ahmad Dahlan. Kedua orang tuanya dikenal orang-orang sebagai pengusaha ternak di daerah Jawa Tengah. Berikut biografi singkat tentang Ibu Susi di antaranya:
Ibu Susi melanjutkan pendidikan menengah atasnya ke SMA Negeri 1 Yogyakarta, setelah tamat sekolah dari SMP. Kemudian beliau memutuskan untuk berhenti saat kelas 2, karena pada saat itu dikeluarkan dari sekolahnya.
Alasan Ibu Susi dikeluarkan adalah keaktifannya dalam gerakan golput pada saat itu. Padahal golput adalah suatu hal terlarang pada tahun 1980-an (era orde baru). Beliau akhirnya bekerja setelah berhenti dari sekolah.
Ibu Susi menjual perhiasan miliknya dan berhasil mengumpulkan modal sebesar Rp 750.000,- selepas berhenti sekolah. Beliau mulai bekerja dengan profesi pengepul ikan dengan modalnya tahun 1983 di Pangandaran.
Kemudian bisnisnya pun berkembang sampai dengan tahun 1966, dan mendirikan suatu pabrik pengolahan ikan yang diberi nama PT ASI Pudjiastuti Marine Product. Lobster adalah produk unggulan dari bisnisnya serta dilabeli nama Susi Brand untuk merek produk.
Bisnis Pengolahan ikan sebelumnya pun ternyata sukses menembus pasar Asia dan Amerika. Sehingga Ibu Susi membutuhkan sarana transportasi lewat udara, supaya dapat mengangkut produk hasil laut lebih cepat dan menjaganya tetap segar.
Sehingga Ibu susi memutuskan untuk membeli Cessna Caravan dengan harga 20 miliar rupiah dengan memakai pinjaman bank. Pinjaman tersebut didapatkannya melalui PT ASI Pudjiastuti yang kemudian didirikannya.
Pesawat satu-satunya yang dimiliki dipakai untuk mengangkut ikan segar dan lobster hasil tangkapan para nelayan dari pantai-pantai di Indonesia. Hasil tersebut diangkut ke pasar-pasar Jakarta serta dibawa ke Jepang.
Dari Klaten ke Jepang, Kisah Sukses Pariyah dan Keripik Sukunnya
Susi Air merupakan callsign untuk Cessna. Pada saat gempa dan tsunami melanda Aceh tanggal 26 Desember tahun 2004 lalu, Cessna milik Ibu Susi merupakan pesawat pertama yang saat itu berhasil mencapai lokasi. Sehingga pesawat itu bisa mendistribusikan bantuan untuk para korban terisolasi.
Biografi singkat Ibu Susi di atas dapat sedikit menggambarkan sosok wanita berprestasi di Indonesia. Bahkan dari peristiwa gempa tersebut, arah bisnis yang dijalani oleh Ibu Susi pun berubah. Pesawat itu kemudian disewakan untuk misi kemanusiaan jika sebelumnya dipakai mengangkut hasil laut.
Mari dukung lebih banyak lagi Perempuan Tangguh seperti Susi Pudjiastuti dengan mendanai usaha mereka di Amartha, platform peer-to-peer (p2p) lending yang memberikan keuntungan sampai 15% flat per tahun.
Tags
25 Feb 2026