25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Jamur Tiram merupakan salah satu jamur yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Jamur tiram juga memiliki peluang yang baik untuk dibudidayakan dan dijadikan sebagai bisnis.
Budidaya jamur sendiri dapat dilakukan dengan modal yang kecil, di lahan yang terbatas, dan keuntungan yang besar. Dimulai dari lahan berukuran 3 x 4 meter dan modal usaha 3 Juta Rupiah saja, Anda sudah bisa budidaya jamur tiram.
Ciri khas dari jamur tiram adalah memiliki bentuk yang lebar seperti cangkang kerang tiram, berwarna putih, dan tumbuh bergerombol seperti payung. Selain itu, jamur tiram mengandung sejumlah manfaat yang diperlukan oleh tubuh seperti vitamin D, B12, dan glutagen.

Untuk Anda yang tertarik bisnis budidaya jamur tiram, berikut beberapa hal yang perlu disiapkan dan diperhatikan.
Kumbung merupakan rumah jamur yang digunakan sebagai tempat perawatan baglog dan menumbuhkan jamur. Rumah jamur umumnya berupa bangunan atau ruangan yang berisi rak yang terbuat dari bambu atau kayu sebagai media tanam untuk meletakkan bibit jamur. Ukuran rumah jamur yang disarankan kira-kira 40 cm.
Dalam menyiapkan kumbung atau rumah jamur, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti:
Selanjutnya Anda bisa memilih dan menyiapkan bibit dari petani.
Baglog adalah tempat untuk menumbuhkan jamur yang berbentuk silinder dan dibungkus plastik serta diberi lubang dikedua ujungnya.
Bahan baglog bisa dibuat dari bekatul, serbuk gergaji kayu, dan kapur. Semua bahan dicampur dengan air dan dimasukkan ke dalam plastik. Kantong baglog lalu diletakkan di rak yang sudah disiapkan di kubung.
Tips terpenting dari budidaya jamur adalah merawat baglog dengan menyusun ke dalam rak secara vertikal atau horizontal.
Perhatikan beberapa point berikut mengenai pembuatan dan merawat baglog:
Jamur tiram baru bisa dipanen selama satu bulan setelah ditempatkan dalam baglog dengan permukaan yang ditutupi miselium.
Jika budidaya jamur dilakukan dengan baik, satu baglog bisa dipanen sebanyak 5-8 kali. Satu baglog dengan berat 1 kilogram bisa menghasilkan jamur sebanyak 700 - 800 gram.
Panen dilakukan pada jamur yang sudah terlihat mekar dan membesar serta ujung-ujungnya terlihat runcing dan tudungnya belum pecah dengan warna putih bersih.
Jarak panen pertama ke panen selanjutnya adalah 2-3 minggu kemudian. Setelah dipanen, baglog dapat dibuang atau dijadikan pupuk kompos.

Dari penjelasan di atas, membudidayakan jamur tiram merupakan kegiatan yang terbilang mudah, bukan?
Dengan modal usaha dari 3 juta rupiah untuk membeli bahan baku dan ruangan yang cukup, Anda bisa memulai bisnis ini. Apabila Anda memiliki 7 - 8 baglog dalam satu kumbung, maka Anda bisa panen sebanyak 5kg dengan harga jual Rp8.000 - Rp10.000 per kilogram.
Bahkan, Anda bisa mengolah jamur tiram menjadi makanan siap saji yang memiliki nilai tambah. Contohnya adalah Ibu Sri Wahyuni, mitra usaha Amartha asal Sumatera Barat.
Dengan tambahan modal usaha dari Amartha, Ibu Sri Wahyuni tidak hanya membudidayakan jamur saja tetapi mengolahnya menjadi jamur crispy dan jamur rendang dengan nilai jual per bungkus mulai dari Rp100.000 rupiah.
Melalui pendampingan dan pelatihan usaha dari Amartha, Ibu Sri Wahyuni kini bisa memberdayakan ibu-ibu lainnya lho. Pendapatannya juga meningkat sehingga ia dapat mengatasi ekonomi keluarganya.
Amartha merupakan pionir perusahaan peer to peer lending yang menguhubungkan pendana kepada perempuan pengusaha mikro di pedesaan melalui akses modal usaha. Pendana yang mendanai mitra usaha bisa mendapatkan bagi hasil hingga 15% flat per tahun.
Untuk Anda yang ingin mendanai mitra usaha inspiratif seperti Ibu Sri Wahyuni, segera daftarkan diri Anda di Amartha!
Tags
02 Mar 2026