Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Sekarang ini, warung nasi bisa dengan mudah ditemukan. Bahkan, setiap jarak 100 hingga 500 meter, kita bisa menemukan warung yang menyediakan lauk pauk di pagi siang serta malam hari. Warung ini memiliki nama warteg. Prospek warteg memang sangat menguntungkan dan menjanjikan. Namun, berapa modal usaha warteg ini?
Harus diakui, prospek yang dimiliki bisnis warteg begitu menjanjikan, pasarnya besar dan setiap orang membutuhkan minum dan makan. Bukan hanya masyarakat menengah ke bawah, tetapi kalangan menengah ke atas juga banyak yang makan di warteg.
Saat ingin membuka bisnis, modal menjadi hal yang harus diperhatikan. Untuk perhitungan modalnya, kamu harus menyiapkan biaya sewa. Sewa tempat warteg di lokasi yang strategis umumnya mencapai Rp2,5 jutaan.
Kemudian modal usaha warteg yang lainnya adalah pembelian peralatan masak untuk usaha Rp3,5 jutaan, membeli bahan baku Rp500 ribu per hari serta biaya tidak terduga Rp1 juta. Dengan besaran biaya tersebut, total modal yang harus disediakan adalah Rp22 jutaan.
Kemudian untuk omset usaha warteg, dalam sehari kamu dapat menjual 60 porsi dengan harga Rp15 ribuan per porsi. Sehingga omzet yang dimiliki Rp900 ribu, dikali 30 hari, sehingga pendapatan kotor sebulan yang kamu dapatkan adalah Rp27 jutaan.
Pendapatan tersebut dikurangi dengan modal, sehingga keuntungan yang diperoleh di bulan pertama adalah Rp5 jutaan. Agar keuntungan menjadi semakin melimpah, kamu juga bisa membuka warteg modern dengan lebih banyak pilihan menu minuman dan makanan.
Di bulan kedua, tentu potensi keuntungan bisa menjadi semakin besar, karena kamu tidak harus membeli peralatan memasak. Biaya tersebut dapat ditekan bila kamu menggunakan peralatan masak yang berada di rumah, serta rumahmu ada di depan jalan raya, sehingga kamu tidak perlu menyewa tempat lagi untuk berjualan.
Baca Juga: Dijamin Laris! Ini 9 Menu Warteg Kekinian
Menjalankan bisnis warteg tentu tidak semudah seperti kelihatannya, berikut beberapa cara memulai usaha warteg untuk pemula yang harus diperhatikan, antara lain:
Hal pertama yang harus diperhatikan ketika memulai bisnis ini adalah menentukan siapa yang nantinya menjadi target konsumenmu. Warteg memang dapat menyasar berbagai lapisan masyarakat. Tetapi, akan lebih baik kamu menentukan siapa yang menjadi target konsumenmu apakah karyawan pabrik, mahasiswa atau yang lainnya.
Pastikan tempat usaha yang kamu miliki selalu higienis dan bersih. Tempat yang nyaman dan bersih akan membuat orang lain nyaman untuk menyantap masakan. Selain itu bersihkan warteg dengan disapu, di pel dan cuci bersih peralatan makan.
Pastikan menu makanan yang kamu sajikan bebas dari rambut, ulat dan lainnya. kamu juga dapat menyediakan wastafel dan pengharum ruangan untuk mencuci tangan, sehingga pembeli bisa nyaman makan di warteg.
Warteg memang terkenal dengan harga yang terjangkau dan murah. Tetapi, kamu harus mempertimbangkan harga bahan baku yang kamu beli, sehingga tetap mendapatkan keuntungan. Pastikan harga yang kamu tetapkan tidak terlalu mahal atau terlalu murah.
Kamu bisa melakukan riset kecil-kecilan pada usaha warteg lainnya, serta bandingkan dengan pengeluaran yang kamu perlukan.
Modal usaha warteg pada dasarnya bergantung dari besar kecilnya warteg yang ingin kamu dirikan. Bila belum memiliki modal tersebut, kamu dapat menginvestasikan tabungan yang dimiliki sekaligus membantu UMKM di seluruh pelosok Indonesia melalui microfinance marketplace Amartha. Setiap dana yang kamu investasikan bahkan bisa memperoleh imbal hasil keuntungan hingga 15% flat per tahun! Menguntungkan, bukan?
Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS
Tags