25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Hampir semua negara mengalami kondisi ekonomi yang tidak menentu ketika wabah Covid-19 melanda seluruh dunia. Selain adanya krisis global, resesi menjadi salah satu risiko yang harus dihadapi. Semua pihak mengalami masa sulit akibat adanya krisis ekonomi ini, termasuk sektor industri.
Walaupun demikian, di tengah terpuruknya perekonomian masih ada beberapa sektor industri yang mampu bertahan. Setidaknya ada 4 industri yang tahan banting, yaitu pemerintahan, kesehatan, teknologi dan komputer, dan edukasi. Berikut ulasannya.
Berdasarkan pengertiannya, resesi adalah menurunnya kegiatan perekonomian secara signifikan yang berlangsung selama beberapa bulan. Diantara sekian banyak sektor industri, pemerintahan menjadi sektor pertama yang tahan banting saat terjadi krisis ekonomi.
Sektor pemerintah ini mencakup semua unit kelembagaan baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah negara bagian. Peranan penting yang dimiliki sektor pemerintah mencakup semua aspek ekonomi dan bisnis. Yaitu dengan menerapkan berbagai kebijakan dan peraturan yang bisa memengaruhi aktivitas ekonomi.
Bidang kesehatan merupakan salah satu industri tahan banting yang tidak akan bangkrut walaupun krisis ekonomi tengah melanda dunia. Selama di dunia ini masih ada manusia, sektor kesehatan akan tetap berjaya. Sebab, tubuh yang sehat menjadi hal paling dijaga terutama setelah wabah COVID-19 menyebar.
Walaupun pandemi mulai reda, namun industri layanan kesehatan semakin ditingkatkan dari tahun ke tahun. Bahkan, saat ini tengah diintegrasikan dengan teknologi dengan harapan bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.
Sebagai bukti bahwa industri kesehatan tahan banting menghadapi resesi bisa terlihat dari kunjungan pasien yang tidak pernah sepi mulai dari klinik kecil hingga rumah sakit besar.
Baca Juga: Isu Resesi, Ini 4 Tips Gaya Hidup Hemat untuk Menyiapkan Dana Darurat
Industri berikutnya yang tidak terpengaruh dengan adanya resesi ekonomi adalah sektor teknologi dan komputer. Menurut Wall Street Journal, salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan paling cepat di masa Depresi Besar yang melanda negara Amerika Serikat adalah sektor teknologi informasi.
Hal ini terbukti dengan adanya perilaku kalangan atas dan kelas menengah yang terus mengganti gadget dengan seri yang terbaru dan paling canggih. Selain itu, mereka juga memasang sistem keamanan tingkat tinggi untuk melindungi rumah mereka dari tindak kejahatan.
Dengan kata lain, mereka berupaya menikmati berbagai kecanggihan teknologi lainnya agar lebih mudah dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam dunia kerja, sektor teknologi menjadi salah satu sarana penting untuk tetap menjalankan aktivitasnya dengan cara memanfaatkan aplikasi meeting online saat pemerintah menerapkan WFH.
Intinya, ketergantungan yang tinggi terhadap adanya sektor teknologi akan terus berkembang. Hal ini membuat sektor yang berkaitan dengan teknologi informasi seperti penyediaan pulsa, kuota internet, dan aksesoris pendukung juga akan mampu bertahan.
Industri keempat yang mampu bertahan saat terjadi resesi yaitu sektor pendidikan atau edukasi. Bersama dengan sektor kesehatan, edukasi merupakan kebutuhan yang tidak tergantikan. Tidak peduli betapa terpuruknya kondisi ekonomi, pelajar dan mahasiswa tetap harus mendapatkan pendidikan.
Sebagai contoh, pada saat penutupan sekolah karena adanya wabah COVID-19 tidak membuat pendidikan harus terhenti. Integrasi antara pendidikan dengan sektor teknologi informasi memudahkan proses belajar mengajar melalui pembelajaran online.
Keempat industri ini bisa bertahan selama krisis ekonomi yang melanda di seluruh dunia dan bahkan bisa melewatinya dengan baik. Kamu pun bisa melewati masa resesi ini dengan menyiapkan tabungan masa depan. Caranya adalah dengan berinvestasi di Amartha, merupakan microfinance marketplace yang memberikan imbal hasil 15% flat per tahun dan terjamin keamanannya. Selain keuntungan, kamu juga membantu bisnis UMKM perempuan tanggu di Indonesia, lho. Tunggu apalagi. Siapkan tabungan masa depanmu dengan berinvestasi di Amartha.
Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS
25 Feb 2026