25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Selain B2B, istilah B2C (Business to Customer) juga menjadi populer seiring dengan perkembangan model bisnis online atau e-commerce.
B2C (Business to Customer) merupakan bisnis yang melakukan pelayanan atau penjualan barang atau jasa kepada konsumen perorangan atau grup secara langsung.
Berbeda dengan B2B (Business to Business), bisnis jenis ini berhubungan langsung dengan konsumen bukan perusahaan atau bisnis lainnya. Sebagai contohnya, kamu punya bisnis makanan kemasan.
Ketika kamu menjual barang kepada konsumen perorangan, berarti model bisnis yang kamu jalankan adalah B2C. Akan tetapi jika kamu menjual makanan kemasan dalam jumlah besar kepada pelaku bisnis lainnya, berarti bisnis yang dijalankan adalah B2B.
Istilah B2C (Business to Customer) pertama kali digunakan oleh Michael Aldrich di tahun 1979. B2C merujuk pada salah satu model bisnis atau penjualan produk langsung kepada pelanggan. Produk atau jasa yang ditawarkan pun seluruhnya digunakan secara pribadi oleh para konsumen, bukan untuk keperluan bisnis lainnya.
Di awal perkembangannya, model bisnis B2C konvensional merujuk pada aktivitas jual-beli produk dan jasa di pusat perbelanjaan, supermarket, restoran dan lainnya. Dulu, untuk mendapatkan kebutuhan, seseorang harus datang ke tempat di mana barang atau jasa tersebut dijual.
Rekomendasi Franchise Modal Di Bawah 10 Juta
Salah satu perusahaan pelaku model bisnis B2C yang masih eksis hingga saat ini, yaitu McDonald. Perusahaan raksasa makanan cepat saji ini menyediakan berbagai pilihan produk melalui gerai yang tersebar di beberapa tempat. Meskipun dalam perkembangannya, McDonald juga mulai mengimplementasikan teknologi digital dalam bisnisnya.
Namun, aktivitas jual-beli seperti itu mulai bergeser saat ini dengan munculnya berbagai toko online pelaku e-commerce. Bagaimanapun, e-commerce telah mengubah secara signifikan bentuk interaksi bisnis antara penjual dengan konsumen.
Setiap proses transaksi dilakukan secara online, mulai dari pengiklanan, pemesanan, pembayaran, hingga pengantaran dilakukan dengan memanfaatkan internet.
Amazon adalah salah satu contoh perusahaan B2C yang modern. Perusahaan online raksasa ini menawarkan produk-produknya secara online sehingga memungkinkan bagi konsumennya untuk membeli dalam waktu 24 jam sehari alias nonstop.
Terdapat beberapa kelebihan dari model B2C (Business to Customer) seperti di bawah ini:
1. Interaksi Yang Lebih Baik
Ketika pembeli dan penjual langsung berkomunikasi satu sama lain, maka kemungkinan besar penjual akan memenuhi kebutuhan serta persyaratan pembeli lebih akurat, karena dengan begitu penjual mengetahui secara tepat persyaratan pembeli.
Sebaliknya bila ada banyak lapisan perantara yang terlibat, maka penjual sulit memahami keinginan pembeli.
2. Layanan yang Lebih Baik
Ketika bisnis langsung menghubungi konsumen, maka mereka harus sangat berhati-hati tentang produk, pengiriman, serta layanan lainnya. Semua hal ini digabungkan untuk mempengaruhi persepsi pelanggan.
Jika pelanggan memiliki pengalaman yang lebih baik dengan layanan tersebut, maka kemungkinan pembeli tersebut akan datang lagi membeli barang kepada penjual.
3. Pengiriman Pesan Lebih Akurat
Pesan yang dikirimkan bisnis kepada konsumen mereka menjadi sangat tepat. Tim pemasaran bisnis dan perusahaan mengerjakan pesan mengenai apa yang harus mereka kirim ke pelanggan mereka sehingga pesan tersebut tidak boleh keluar dari konteks. Urusan ini harus berarti apa yang direncanakan.
Kenapa Banyak Brand di Indonesia Kolaborasi Dengan Idola Kpop?
Selain kelebihan, ada juga kekurangan dari menjalankan model B2C (Business to Customer), yakni:
1. Kompetisi
Kamu pasti pernah mengamati satu hal saat berbelanja online bahwa ada begitu banyak platform online.
Dengan kata lain, bidang e-commerce dan belanja online yang biasanya berfokus pada B2C di mana terdapat begitu banyak pengecer yang menargetkan konsumen akhir mereka, sangat kompetitif. Kamu tidak akan menemukan ceruk atau bidang bisnis apa saja dengan format B2C tanpa persaingan.
Seseorang dapat dengan mudah masuk ke bidang B2C dan menargetkan pasarnya, tetapi mencapai hasil maksimal sangatlah sulit. Demikian juga untuk bertahan dalam persaingan sangat sulit untuk bisnis B2C yang terbilang baru.
2. Infrastruktur
Meskipun e-commerce memberikan peluang bisnis untuk menjangkau orang-orang secara global, tetapi pertanyaan rumitnya adalah infrastruktur apa yang mereka miliki untuk mengirimkan produk atau layanan mereka ketika melakukan model bisnis B2C.
Perbatasan negara, pajak, politik dan masalah hukum lainnya yang terlibat yang menghambat model bisnis B2C untuk mencapai pintu depan pelanggan mereka secara global.
Nah, itulah penjelasan seputar model bisnis B2C serta kelebihan dan kekurangannya. Semoga informasi ini bermanfaat buatmu ya!
25 Feb 2026