05 Mar 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Saat ini gencar gerakan untuk digitalisasi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Sebab pada era digital saat ini, dunia usaha tidak lagi bisa mengandalkan cara-cara konvensional untuk bertahan dan berkembang.
Artikel ini akan menjelaskan pengertian digitalisasi untuk UMKM serta strategi-strategi yang bisa diterapkan. Supaya UMKM dapat naik kelas dan omzetnya melesat.
Digitalisasi UMKM adalah proses penggunaan teknologi digital dalam berbagai aspek operasional dan manajerial bisnis. Hal ini meliputi penggunaan internet, perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), dan platform-platform digital lainnya.
Tujuan dari penerapan ini, untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan akses pasar bagi UMKM. Digitalisasi pada UMKM tidak hanya sekadar memiliki kehadiran online, tetapi juga tentang bagaimana UMKM memanfaatkan teknologi digital secara efektif untuk mengoptimalkan proses bisnis kamu.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada 2023, tercatat nilai transaksi melalui digital atau e-commerce, mencapai Rp533 triliun. Nilai ini melesat tajam dibanding tahun sebelumnya yang nilainya Rp476 triliun.
Untuk itu, penting melakukan digitalisasi usaha saat ini. Supaya UMKM ikut terdampak dengan mendapatkan omzet yang besar. Adapun berikut ini adalah beberapa peran penting dari digitalisasi untuk UMKM:
Digitalisasi mampu meningkatkan daya saing UMKM dengan memperluas jangkauan pasar. Selain itu juga menawarkan layanan yang lebih efisien, dan mengikuti tren teknologi terbaru.
Salah satu keuntungan utama digitalisasi adalah memungkinkan UMKM untuk mencapai pasar yang lebih luas. Dengan memiliki toko online atau keberadaan di platform e-commerce, UMKM dapat menjual produk tidak hanya di tingkat lokal atau regional, tetapi juga secara nasional dan internasional.
Digitalisasi memungkinkan UMKM untuk mengotomatiskan banyak proses operasional. Dari manajemen inventaris hingga proses pembayaran. Penggunaan perangkat lunak dan teknologi digital dapat membantu UMKM menghemat waktu dan biaya, serta mengurangi kesalahan manusia.
Interaksi melalui media sosial juga menjadi lebih mudah. Sehingga kamu dapat lebih dekat secara personal dengan pelanggan. Tak hanya itu, memudahkan menerima umpan balik yang berharga untuk meningkatkan produk dan layanan.
Baca Juga: Mau Berbisnis? Kenali Perbedaan UKM dan UMKM
Digitalisasi memberikan akses kepada UMKM untuk informasi pasar yang lebih baik melalui analisis data dan umpan balik pelanggan. Dampaknya, respon terhadap tren pasar jadi lebih cepat. Sehingga pengembangan produk dan layanan juga dapat lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Melalui platform online, UMKM dapat mengakses sumber daya seperti informasi bisnis, pelatihan, dan jaringan profesional. Selain itu, digitalisasi juga memfasilitasi akses ke berbagai opsi pendanaan, termasuk crowdfunding, microfinance marketplace, dan program dukungan pemerintah untuk UMKM.
Melalui website, media sosial, dan kampanye pemasaran digital lainnya, kamu dapat memperkenalkan merek produk kepada audiens yang lebih luas. Kemudian meningkatkan kesadaran tentang produk dan layanan UMKM.
UMKM juga harus melakukan kolaborasi dan kemitraan. Hal ini akan semakin mudah dilakukan jika pelaku UMKM melek digital. Sehingga peluang kolaborasi jadi lebih besar.
Strategi digitalisasi yang tepat dapat membantu UMKM untuk meraih kesuksesan dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diadopsi oleh UMKM agar sukses dalam proses digitalisasi:
Langkah pertama dalam merancang strategi digitalisasi adalah memahami dengan baik tujuan bisnis dan kebutuhan spesifik UMKM. Apakah tujuannya untuk meningkatkan penjualan, efisiensi operasional, atau memperluas jangkauan pasar?
Dengan pemahaman yang jelas tentang tujuan bisnis, UMKM dapat mengidentifikasi solusi digital yang paling sesuai. Kamu dapat melakukan riset pasar untuk mendapatkan pemahaman ini.
UMKM perlu menginvestasikan waktu dan sumber daya dalam memilih dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Seperti perangkat lunak manajemen bisnis, perangkat keras, serta infrastruktur teknologi informasi yang diperlukan untuk mendukung operasi digital.
Tentu saja hal ini harus berdasarkan riset terlebih dahulu. Apa saja piranti yang kamu butuhkan untuk mendukung digitalisasi ini.
Berikutnya adalah kamu harus memahami dan menentukan model bisnis yang akan digunakan dalam digitalisasi UMKM. Model ini mencakup keseluruhan operasional bisnis. Seperti model penjualan hingga sistem kerja.
Rancangan model bisnis yang tepat, akan membantu Anda lebih mudah dalam pelaksanaan digitalisasi. Supaya ke depannya kamu tetap dalam garis yang sesuai.
Setelah itu, kamu dapat memilih platform apa saja yang akan digunakan untuk digitalisasi bisnis. Mulai dari platform keuangan, manajemen kepegawaian, penyimpanan dokumen hingga pemasaran. Hal ini bisa kamu sesuaikan dengan model bisnis. Supaya penerapannya tepat sesuai dengan tujuan digitalisasi.
Baca Juga: 7 Contoh Strategi Promosi yang Tepat untuk Bisnis Kamu!
Penting untuk memahami mengenai Search Engine Optimization (SEO). Tujuannya untuk memaksimalkan teknik pemasaran digital. Agar pelanggan kamu tidak “tersesat” apabila mencari produk.
Kamu dapat mengoptimalisasi penulisan keyword yang tepat, deskripsi yang sesuai dan lain sebagainya. Supaya pemasarannya sesuai dengan sasaran pelanggan produk kamu.
UMKM perlu memastikan bahwa kehadiran online telah optimal dan mudah diakses oleh pelanggan. Seperti memiliki website yang responsif dan ramah pengguna, memanfaatkan platform media sosial yang relevan, serta memperbarui konten secara teratur.
Setelah memanfaatkan platform berbasis digital, UMKM perlu melakukan analisis data. Sebab, data memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan bisnis yang informasional.
UMKM harus menggunakan alat analisis data untuk memahami perilaku pelanggan, tren pasar, dan kinerja bisnis mereka. Informasi ini dapat digunakan untuk menyesuaikan strategi dan meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran.
Sebenarnya ada banyak sekali contoh digitalisasi pada UMKM. Salah satunya adalah Amartha, microfinance marketplace yang membantu UMKM menjadi lebih melek digital. Kehadirannya sudah sejak 2010, yang terus tumbuh hingga mampu melibatkan teknologi di tahun 2015.
Amartha melakukan pemberdayaan UMKM perempuan dan memajukan ekonomi piramida bawah. Dengan layanan berbasis digital, kini UMKM memiliki daya saing yang meningkat. Selain itu, platform ini mampu menjembatani kolaborasi dalam hal pendanaan terhadap UMKM di pedesaan.
Hal ini seperti tertera pada peran penting digitalisasi pada UMKM. Perannya yaitu memudahkan kolaborasi antara UMKM dan investor. UMKM di desa yang mulanya hanya menjual beberapa produk seperti keripik, kini usahanya dapat lebih berkembang. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kamu juga bisa berpartisipasi dalam membantu UMKM untuk go digital. Caranya dengan mulai melakukan investasi di microfinance marketplace Amartha sekarang juga. Selain membantu dalam digitalisasi UMKM, kamu juga mendapatkan imbal hasil mencapai 15% flat per tahun. Yuk, mulai mendanai sekarang!
Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS
Tags
08 Mar 2026