Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Apabila ingin aktivitas pembayaran lebih praktis, kamu perlu pahami apa itu QR code. Terutama bila kamu adalah seorang pemilik bisnis. Menyediakan QR code bagi pelanggan akan meningkatkan tingkat kepuasan terhadap pelayanan bisnis kamu.
Terlebih mengingat kompetisi bisnis di era digital semakin ketat. Kamu perlu berinovasi dan menyediakan solusi paling praktis melalui teknologi modern seperti QR code. Terdapat banyak kegunaan lain dari QR code yang juga bisa membantu bisnis kamu berkembang.
Mari simak lebih lanjut lengkap dengan sejarah singkat serta jenis dan contoh QR code melalui informasi berikut ini!
Quick Response Code atau QR code adalah barcode berbentuk dua dimensi yang mudah dan cepat terbaca oleh perangkat digital melalui pemindaian. QR code bekerja dengan membaca komponen yang terdapat di kotak kode.
Komponen tersebut seperti data informasi, pola waktu, hingga nomor versi. Alat pemindai akan membaca data tersebut lalu memprosesnya agar QR code bisa berfungsi. Kemampuan penyimpanan data QR code yaitu 2089 digit, yang setara dengan 4289 karakter (termasuk karakter spesial dan tanda baca).
Hasilnya, QR code bisa melakukan aktivitas seperti menampilkan teks, menyimpan kontak, hingga membuka tautan dalam beberapa detik saja.
Adapun penerapan QR code di Indonesia bisa kamu lihat melalui keberadaan QRIS (Quick Response Indonesia Standard). Ini membuat seluruh transaksi QR code di dalam negeri harus dilakukan sesuai ketentuan dari Bank Indonesia.
Setelah memahami apa itu QR code, mari lanjutkan dengan memahami bagaimana sejarahnya secara singkat di bawah ini:
QR code dibuat oleh DENSO WAVE. Lebih tepatnya, teknologi ini dikembangkan pertama kali oleh Masahiro Hara yang merupakan insinyur di perusahaan otomotif tersebut.
Penggunaan QR code mulai bertambah luas di Jepang bersamaan dengan pemasaran smartphone yang dapat memindai QR code.
Kemudian, Japanese Industrial Standards (JIS) memberlakukan standardisasi pada QR code. JIS sendiri merupakan lembaga yang memang berwenang atas standardisasi industri di Jepang.
Baca Juga: Apa Itu Barcode? Berikut Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya
Pada tahun 2010, QR code dikenalkan ke publik secara global bersamaan dengan teknologi scanner QR code pada ponsel pintar (smartphone) yang juga mulai berkembang.
Namun, perkembangan QR code pada dua tahun kemudian cukup stagnan mengingat belum banyak orang yang memiliki smartphone pada saat itu.
Popularitas QR code pada tahun ini juga menurun. Sebab, masyarakat dunia menganggapnya usang sehingga kurang disukai.
Tahun 2014 hingga 2019 adalah tahun di mana awareness atau kesadaran terhadap apa itu QR code mulai meningkat. Sebab, masyarakat mulai memiliki smartphone serta akses internet yang lancar. Jadi, penggunaan QR code pun juga meningkat.
QR code menjadi andalan karena penggunaannya yang mudah, touchless, serta contactless. Tahun ini juga merupakan tahun pandemi Covid-19, sehingga keberadaan QR code menjadi solusi yang dibutuhkan untuk berbagai aktivitas terutama transaksi pembayaran.
QR code kini menjadi teknologi populer yang turut digunakan dalam digital marketing atau pemasaran digital. Sebab, QR code mampu menampung lebih banyak informasi dibandingkan barcode.
Kepopulerannya semakin bertambah ketika smartphone dilengkapi dengan fitur pemindai QR code. Tidak heran penggunaan QR code sudah mendunia karena kemudahan yang diberikannya. Seperti berbagai fungsi QR code berikut ini yang menjadi alasan popularitasnya di seluruh dunia:
QR code adalah solusi bagi kamu yang ingin membuat transaksi bisnis selesai lebih cepat. Proses pemindaian QR code yang singkat membuat transaksi jadi efisien. Tidak perlu lagi melakukan transfer melalui ATM.
Tidak hanya itu, transaksi dengan QR code juga lebih akurat. Total nominal transaksi bisa muncul secara otomatis sehingga meminimalkan kesalahan input nominal serta nomor rekening transfer.
Terlalu banyak informasi yang ditampilkan dalam satu area cenderung membuat siapapun yang membacanya kesulitan. Oleh karena itu, memahami apa itu QR code bisa membantu kamu mendapatkan solusi dengan memasukkan informasi ke dalam kode.
Mengakses informasi melalui QR code akan memudahkan pembacanya dalam memahami inti sari yang tercantum pada informasi tersebut. Proses aksesnya pun tidak membutuhkan durasi yang lama sehingga lebih hemat waktu.
Baca Juga: 6 Perbedaan Barcode dan QR Code yang Wajib Diketahui
Pembayaran dengan QR code lebih terlindung dari risiko pemalsuan uang. Sebab, penjual maupun pembeli tidak perlu menggunakan uang dalam bentuk fisik (non tunai). Jadi, tidak perlu khawatir akan menerima uang palsu saat bertransaksi.
Kamu dapat memasang QR code pada pintu bangunan atau titik masuk sebuah area. Ini menjadi sistem keamanan yang efisien, karena hanya orang yang memiliki akses ke QR code atau kode OTP saja yang dapat masuk.
QR code memungkinkan kamu berbagi akun media sosial dengan mudah. Cukup membuat QR code untuk profil kamu saja. Setelah itu, minta teman, kolega, hingga rekan bisnis memindai kode tersebut agar saling terhubung di media sosial.
Memahami apa itu QR code tidak lengkap bila belum mengetahui jenis dan contohnya seperti di bawah ini:
Jenis kode QR yang dinamis dapat kamu edit, perbarui, hingga ubah sebanyak mungkin. Kamu yang memiliki bisnis cocok menggunakan kode jenis ini. Penyimpanan data tidak langsung dalam kode, namun dialihkan pada tautan. Jadi, ukuran kode akan tetap kecil.
Kamu bisa memasukkan kode QR dinamis pada desain media seperti brosur dan kemasan produk. Contoh penerapan kode ini di antaranya:
Berbeda dengan jenis kode dinamis, QR code statis tidak bisa kamu edit lagi setelah dibuat. Termasuk informasi di dalamnya yang tidak bisa kamu ganti. Jenis ini ideal untuk API yang bisa membuat banyak kode sekaligus, misalnya untuk ID pegawai kantor.
Sedangkan, bagi pemasaran digital bisnis kurang cocok karena sifatnya yang tidak dapat diubah. Berbagai contoh penerapan kode QR statis, yaitu:
Setelah memahami apa itu QR code, apakah kamu tertarik menggunakannya dalam transaksi bisnis? Pelanggan akan terbantu dengan kemudahan transaksinya. Bisnis pun bisa meningkatkan penjualan karena beradaptasi dengan gaya hidup masyarakat yang mengandalkan QR code.
Selain Qr code yang mampu meningkatkan penjualan, kamu juga bisa menambah modal untuk mengembangkan usaha untuk kamu jalani melalui pinjaman kelompok Amartha.
Pinjaman kelompok Amartha adalah dimana kamu bisa dapatkan modal usaha untuk dipakai secara produktif. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan pendampingan UMKM, sehingga perjalanan bisnismu dapat menjadi lebih lancar dan terkendali.
Ada berbagai keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan pinjaman kelompok ini, yaitu sebagai berikut:
1. Pengajuan pinjaman mudah
2. Pengajuan dilakukan secara berkelompok, dengan risiko yang sudah terukur
3. Pencairan dana dapat diproses dengan cepat, serta tidak ada potongan untuk biaya administrasi.
4. Akan mendapat pendampingan bekala untuk UMKM, dengan layanan yang amanah dan ramah untukmu
Mau dapat keuntungan lebih besar? Kamu juga bisa menjadi agen Amartha, loh. Jangan tunda lagi, segera daftarkan dirimu untuk menjadi mitra Amartha sekarang!
Tags