25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Saat ini, perusahaan rintisan atau startup di dunia yang telah menyandang status sebagai unicorn jumlahnya semakin banyak. Eksistensi perusahaan startup belakangan ini pun sedang berkembang pesat dengan rintisan berbasis teknologi yang populer.
Startup unicorn sendiri adalah perusahaan swasta yang valuasinya lebih dari US$1 miliar.
Perusahaan analitik bisnis dan basis data global CB Insights melaporkan, pada Juni 2022, ada lebih dari 1.100 unicorn di seluruh dunia.
Unicorn sendiri merupakan tingkatan startup paling rendah. Sebuah perusahaan rintisan atau startup bisa masuk kategori unicorn ketika mereka memiliki nilai valuasi US$ 1 miliar atau Rp 14,1 triliunan. Kira-kira perusahaan apa yang menyandang gelar startup unicorn dengan valuasi tertinggi di dunia?
Perusahaan asal China yang didirikan oleh Zhang Yimming ini memiliki valuasi US$ 140 miliar atau sekitar Rp 2.200 triliun.
ByteDance menawarkan platform konten yang memungkinkan orang untuk menikmati konten yang didukung oleh teknologi AI. ByteDance mengoperasikan platform populer di seluruh dunia termasuk TikTok, Vigo, Toutiao, dan juga TopBuzz. Keberhasilan ByteDance ini tak luput oleh beberapa investor yang menjadi penyokong ByteDance yakni Sequoia Capital China, SIG Asia Investments, Sina Weibo, Softbank Group.
ByteDance menjadi salah satu perusahaan unicorn yang paling eksis saat ini, dengan TikTok jadi aplikasi paling laris di seluruh dunia. Perangkat lunak besutannya ini, meraup pendapatan hingga USD 1,7 miliar atau sekitar Rp 25,4 triliun pada paruh pertama 2022.
Dilansir dari berbagai sumber, Bytedance terlihat makin serius untuk memasuki bisnis virtual reality (VR). Di mana mereka berencana untuk menginvestasikan lebih banyak uang untuk mengembangkan konten-konten terkait VR. Sebagian besar dana investasi akan digunakan paling banyak untuk merekrut karyawan baru. Protocol mengungkapkan ada lebih dari 40 lowongan pekerjaan yang akan dibuka .
Perusahaan milik Elon Musk ini, menurut CB Insight, memiliki valuasi US$127 miliar atau sekitar Rp 1.909 triliun dengan jajaran investor seperti Founders Fund, Draper Fisher Jurvetson, Rothenberg Ventures.
Seperti yang kita tahu, bahwa SpaceX berfokus pada pembuatan roket ruang angkasa. Mereka mendesain, memproduksi, dan meluncurkan roket dan pesawat ruang angkasa tercanggih.
SpaceX mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ada tantangan yang luar biasa sulit di depan, jika perusahaan ingin berhasil mengembangkan pesawat ruang angkasa antarplanet dan Internet berbasis ruang angkasa global.
Baru-baru ini dikabarkan, saham SpaceX yang dipasarkan tumbuh dari Oktober lalu yang dijual USD 56 ke USD 72 setelah split 10-1.
Dalam penjualan sekunder, penjualan saham tersebut akan mendongkrak nilai SpaceX lebih dari USD 125 miliar. Valuasi itu mengungguli raksasa fintech Stripe yang bernilai USD 115 miliar dalam penjualan sekunder. Nmaun, belum dapat ditentukan apakah CEO Elon Musk, yang memiliki 44% SpaceX dan menandatangani kesepakatan senilai US$44 miliar untuk mengakuisisi Twitter, termasuk di antara penjual. Musk juga merupakan pendiri dan CEO Tesla.
Dalam bisnis padat modal, SpaceX telah mengumpulkan US$ 337,4 juta pada bulan Desember dan US$ 1,16 miliar dalam pembiayaan ekuitas April lalu. SpaceX sendiri telah meluncurkan banyak muatan kargo dan astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA), sebanyak 19 peluncuran roket selama di tahun ini saja.
Elon Musk sendiri juga diketahui bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini di markas SpaceX di wilayah Boca Chica, AS, pada Sabtu (14/5) waktu setempat. Pertemuan antara Jokowi dan Elon untuk membahas tindak lanjut dari pembicaraan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
Shein adalah platform e-commerce B2C asal China yang didirikan pada 2008 silam oleh Chris Xu, wirausahawan dengan latar belakang spesialis pemasaran SEO. Perusahaan ini berfokus pada tren fashion pakaian wanita, pakaian pria, pakaian anak-anak, aksesori, sepatu, tas, dan barang-barang mode lainnya.
Menurut para pakar mode, langkah perusahaan e-commerce asal China Shein merupakan era berbelanja baru yang disebut 'real-time retail' atau retail nyata. Hal ini dikarenakan kecepatannya dalam merilis produk baru mengikuti tren, termasuk dengan memproduksi fashion yang serupa dengan produk brand lain yang baru dirilis. Oleh karena itu, model bisnis Shein dikenal sebagai fast fashion, bahkan dengan volume lebih tinggi dari merek fast fashion lainnya.
Kepopuleran Shein terlihat pada hasil download aplikasinya menjadi yang teratas didownload di Amerika Serikat (AS) pada bulan Mei lalu. Shein bahkan mengungguli dua nama platform media sosial populer yakni Tiktok dan Instagram. Aplikasi itu juga mengungguli jauh dari raksasa teknologi dunia lain, yakni Amazon.
Saat ini Shein sedang menargetkan Eropa, Amerika, Australia, dan Timur Tengah bersama dengan pasar konsumen lainnya. Kini ia memiliki valuasi sebesar US$100 miliar atau sekitar Rp 1.502 triliun dengan investor yang terdiri dari Tiger Global Management, Sequoia Capital China, Shunwei Capital Partners.
Soal valuasi menurut CB Insights, perusahaan ini US$ 95 miliar atau sekitar 1.426 triliun dengan investor Khosla Ventures, LowercaseCapital, capitalG. Perusahaan ini didirikan oleh dua bersaudara Patrick dan John Collison, dengan salah investor terbesarnya adalah Peter Andreas Thiel. Merupakan seorang pengusaha Amerika Serikat yang juga dikenal sebagai salah satu pendiri perusahaan layanan pembayaran online Amerika Paypal. Selain Stripe, Peter juga berinvestasi di SpaceX, dua unicorn paling berharga di dunia.
Stripe adalah perusahaan teknologi keuangan (fintech) yang membangun infrastruktur ekonomi untuk internet. Perusahaan ini juga menawarkan platform pemrosesan pembayaran berbasis online yang memberi pedagang online kemampuan untuk menerima pembayaran kartu kredit melalui penggunaan formulir yang dibuat khusus.
Perangkat lunak dan API Stripe memungkinkan pengguna menerima pembayaran, mengirim pembayaran, dan mengelola bisnis secara online. Didirikan pada 2010, Stripe disebut menghasilkan hampir US$12 miliar dalam pendapatan kotor dan US$2,5 miliar dalam pendapatan bersih pada 2021.
Inilah beberapa perusahaan unicorn dengan valuasi tertinggi di dunia. Amartha sendiri juga meraih penghargaan Soonicorn Award dari Tracxn dalam Soonicorn Club 2021: Top Tech Startups in Indonesia. Penghargaan ini membuktikan bahwa perusahaan startup financial technology (fintech) Amartha memiliki valuasi yang tinggi dan berpotensi menjadi salah satu Unicorn di Indonesia.
Microfinance marketplace Amartha, mengajak kamu untuk berinvestasi sekaligus berperan penting dalam pembangunan Indonesia maju. Berinvestasi di Amartha, membuka peluang pengusaha mikro pedesaan meraih mimpinya. Kamu pun akan mendapatkan imbal hasil hingga 15% flat per tahunnya, lho.
Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS
Tags
25 Feb 2026