02 Mar 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Belum banyak yang mengetahui perbedaan barcode dan QR code. Sebenarnya, kedua jenis kode memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Misalnya, dari segi kapasitas penyimpanan informasi, desain, hingga cara kerjanya.
Memahami perbedaan tersebut penting bagi kamu yang ingin menerapkan kode dalam transaksi bisnis. Ini demi memastikan kode yang dipilih sesuai dengan kebutuhan bisnis. Jadi, mari simak informasi lebih lengkap tentang barcode dan QR code, serta ketahui perbedaannya berikut ini:
Pertama, mari pahami terlebih dahulu apa itu barcode sebelum mengetahui perbedaan barcode dan QR code. Berikut pengertian, cara kerja, hingga berbagai fungsi dari barcode:
Barcode atau kode bar merupakan kode dengan bentuk garis putih dan hitam yang memiliki lebar bervariasi. Kode bar bisa menyimpan berbagai macam informasi. Misalnya, harga, nomor seri, dan tanggal kadaluwarsa.
Kamu bisa menemukan barcode pada kemasan produk seperti obat-obatan, makanan ringan, hingga pada kardus untuk pengiriman produk secara online dari e-commerce.
Berikut bagaimana barcode bekerja ketika kamu gunakan:
Fungsi-fungsi barcode berbeda dalam berbagai industri, ini beberapa contohnya:
Mengetahui perbedaan barcode dan QR code tidak lengkap bila belum memahami tentang QR code itu sendiri. Berikut pengertian, cara kerja, hingga berbagai fungsi QR code:
Quick Response Code, yang disingkat sebagai QR code, adalah kode dengan pola tertentu yang terdiri dari bentuk kotak-kotak hitam dan juga putih. Penyimpanan QR code lebih banyak kapasitasnya daripada barcode.
Informasi yang bisa QR code simpan juga lebih kompleks. Misalnya, angka, teks, gambar, hingga link tautan (URL/Uniform Resource Locator). Penggunaan QR code secara umum ditujukan untuk penyampaian informasi pada media online seperti media sosial dan website.
Selain itu, QR code juga banyak digunakan sebagai metode transaksi pembayaran pada supermarket, hotel, restoran, hingga kafe.
QR code bekerja dengan cara-cara di bawah ini:
Terdapat berbagai fungsi yang bisa dilakukan oleh QR code, seperti:
Membedakan barcode dan QR code bisa kamu lakukan dengan melihat berbagai aspek berikut ini:
Barcode hanya memiliki satu dimensi dengan bentuk garis-garis yang berwarna putih dan hitam. Penyusunan kode bar dilakukan secara vertikal (linier) atau horizontal. Sementara itu, QR code memiliki dua dimensi panjang dan juga lebar.
Lalu, bentuk QR code adalah kotak-kotak berwarna hitam serta putih dengan susunan horizontal (matriks) dan vertikal. Perbedaan pada dimensi dan bentuk kode memengaruhi tata letak serta kapasitas penyimpanan informasinya. Ruang QR code yang lebih kecil bisa menyimpan data yang lebih banyak.
Kapasitas penyimpanan data pada barcode terbatas, yakni mulai dari 20 hingga 25 karakter. Untuk QR code, kapasitasnya lebih besar hingga 7000 karakter. Perbedaan barcode dan QR code tersebut membuat kode QR lebih ideal bila kamu ingin menyimpan informasi dalam bentuk lebih kompleks seperti angka, teks, gambar, dan URL.
Membaca kode pada barcode perlu alat khusus yang memiliki sinar laser. Alatnya juga harus berada pada sudut dan jarak tertentu agar kode bar bisa terbaca dengan baik. Namun, QR code lebih sederhana karena dapat terbaca dengan aplikasi pemindai yang terdapat dalam smartphone atau gadget lain seperti tablet.
Alat pemindai QR code juga tidak harus digunakan pada sudut serta jarak tertentu untuk mengenali pola kodenya. Perbedaan antara barcode dan QR code ini menunjukkan bahwa quick response code lebih efisien terutama untuk penggunaan skala besar.
Pemindaian pada barcode berlangsung cukup cepat, yaitu 100 milidetik. Barcode juga bisa membaca satu jenis kode per satu kali sapuan. Sementara itu, kecepatan pembacaan QR code lebih cepat lagi yakni 10 milidetik. Kode juga bisa terbaca dalam satu kali bidikan saja.
Data yang bisa kamu simpan dalam barcode atau kode bar hanya data alfanumerik saja. Data tersebut adalah kombinasi angka dan huruf. Tetapi, QR code mampu menyimpan macam-macam data mulai dari alfanumerik, simbol, hingga data biner.
Perbedaan barcode dan QR ini menjadikan penggunaan kode QR lebih luas cakupannya mengingat informasi yang disimpan lebih variatif. Bisa berupa suara, gambar, hingga link URL.
Satu lagi perbedaan antara barcode dan QR code, yaitu dari konektivitas online kodenya. Untuk barcode, kamu tidak bisa menghubungkannya ke internet. Sebab, barcode hanya bisa menyimpan serta menampilkan data-data yang terdapat dalam kode saja.
Pada sisi lainnya, QR code dapat kamu hubungkan ke media online melalui internet. Kode tersebut bisa kamu tautkan ke media sosial, website, hingga aplikasi.
Setelah memahami definisi, cara kerja, fungsi, hingga perbedaan barcode dan QR code, kini kamu bisa menentukan yang paling ideal untuk mengembangkan bisnis. Jika menginginkan efisiensi, memilih QR code dirasa lebih tepat terutama bila bisnis berbasis online.
Selain kemudahan transaksi dalam berjualan, kamu bisa membesarkan skala bisnis dengan mendapatkan modal tambahan secara online melalui pendanaan di Amartha!
Atau jika kamu ingin menjadi bagian dari lender atau pendana Amartha, kamu bisa mendapatkan kemudahan bertransaksi online bisa kamu rasakan saat mendanai online dan mendapatkan passive income. Misalnya saat mendanai di Amartha, microfinance marketplace, yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Mulai dari nominal Rp100 ribu saja, kamu sudah turut memberikan dampak sosial yang nyata dari pendanaan yang dilakukan.
Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS
Tags
05 Mar 2026