02 Mar 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Sistem 4 hari kerja dalam seminggu merupakan gagasan yang terlihat menyenangkan bagi sejumlah pekerja dan pengusaha. Karena masing-masing pihak bisa memperoleh keuntungannya.
Nah, terkait hal tersebut, pada artikel kali ini akan membahas secara singkat keuntungan dan kerugian kerja 4 hari dalam seminggu.
Di bawah ini merupakan beberapa poin keuntungan yang dapat diperoleh dari adanya kerja dengan durasi 4 hari saja.
Ini merupakan keuntungan yang khusus diperuntukkan bagi pengusaha atau pemilik usaha. Mereka bisa mendapatkan keuntungan lebih melalui pemangkasan durasi kerja menjadi 4 hari dalam satu minggu.
Semua orang mendambakan hari libur panjang. Khususnya para karyawan. Nah, keuntungan inilah yang bisa mereka dapatkan melalui jam kerja 4 hari. Dengan begitu, mereka akan bisa memanfaatkan libur panjang ini untuk healing.
Salah satu penelitian Microsoft Jepang mengambil kesimpulan bahwa pengujian mereka akan 4 hari kerja dalam 1 minggu dapat menekan stres serta mendorong produktivitas. Ini dibuktikan dengan adanya lonjakan produktivitas sampai 40%
Selain menjadi lebih produktif, negara yang kerja 4 hari seminggu seperti New Zealand, khususnya Perusahaan Perpetual Guardian menyatakan bahwa pekerja dengan 4 hari kerja dalam 1 minggu mendapatkan keseimbangan antara kehidupan dan kerja.
Melalui work life balance tersebut, maka pekerja bisa merasakan kebahagiaan yang lebih serta meningkatnya fokus saat bekerja di kantor. Selain hal tersebut, taraf stres pun menurun sampai 7%.
Baca Juga: Amartha Targetkan Rekrut Tenaga Kerja Hingga 5.000 Orang dalam 5 Tahun ke Depan
Sesudah mengetahui sejumlah keuntungan dari bekerja dengan durasi 4 hari dalam 1 minggu, di bawah ini merupakan sejumlah kerugian dari sistem ini.
Walaupun mayoritas pekerja antusias dengan sistem ini, tidak sedikit pula pekerja yang menyayangkannya. Karena, menurut survei penelitian dalam pekan kerja Belanda mengungkap bahwa 1.5 juta pekerja ingin bekerja lebih lama.
Selanjutnya yakni ketidaksamaan akselerasi pekerja dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Maka bisa dibilang bahwa libur 3 hari seminggu akan menghambat mereka.
Nah, bagaimana jika 4 hari kerja di Indonesia berlaku? Apakah banyak pihak seperti ini? Atau justru tidak ada?
Bekerja dengan durasi 5 hari dalam seminggu saja masih kerap lembur. Bagaimana dengan bekerja selama 4 hari seminggu? Bisa saja sejumlah pegawai terancam lembur. Apalagi mereka yang kurang mampu berakselerasi menyelesaikan tugas.
Apabila pekerja tidak mampu menjalankan sistem ini dengan baik, maka kerja 4 hari seminggu tidak mungkin jauh berbeda dengan 5 hari seminggu. Terdapat bermacam-macam risiko kerugian yang bisa dijumpai dalam sistem terbaru ini.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, akan terdapat tidak sedikit karyawan yang akan meminta lembur pada hari Jumat. Hal tersebut sama saja dengan biaya operasional untuk 5 hari kerja dalam satu minggu.
Lalu dengan menutup usaha, khususnya pada hari Jumat, pelanggan akan enggan berkurang dan usaha yang dijalani tersebut dapat sepi, dan lebih parahnya lagi yakni bangkrut.
Demikianlah sejumlah keuntungan dan kerugian dari kerja 4 hari seminggu. Sistem ini memang tampak menyenangkan, namun kamu sebaiknya mempertimbangkan pula tentang kedua aspek yang telah dibahas pada artikel kali ini.
Di Amartha, uang yang dihasilkan dari kesibukanmu bekerja dapat kamu investasikan lagi. Amartha adalah microfinance marketplace fintech terpercaya yang telah tercatat dan diawasi OJK sejak tahun 2019. Dengan melakukan pendanaan di Amartha, kamu dapat membantu UMKM Indonesia seklaigus mendapatkan imbal hasil hingga 15% flat per tahun!