25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Bagi pecinta pisang goreng, pasti sudah tidak asing dengan pisang goreng madu Bu Nanik. Inovasi pisang goreng yang viral karena rasanya yang berbeda, ternyata pernah mengalami tahapan sulit sebelumnya.
Memperkenalkan produk baru memang tidak mudah, apalagi tampilan pisang goreng madu terlihat seperti pisang gosong. Banyak orang melihat dari tampilannya, sebelum terbius dengan rasanya.
Setelah mengalami masa sulit untuk mempromosikan pisang goreng madu tersebut, Bu Nanik tetap gigih mencoba menembus pasar kuliner. Kegigihannya dalam menawarkan produk, akhirnya berbuah manis.
Baca Juga: Ibu Rini, Mitra Amartha Yang Jago Ambil Peluang Saat Pandemi
Saat ini jumlah produksi pisang goreng madu setiap harinya semakin meningkat. Walaupun usahanya termasuk dalam UKM, namun omzet yang didapatkan tidaklah sedikit.
Bu Nanik adalah contoh entrepreneur wanita yang sukses dengan inovasi produknya. Memanfaatkan bahan baku pada umumnya, namun dengan olahan yang berbeda.
Memang tidak mudah, namun beliau memiliki rahasia pemasaran yang ampuh untuk melejitkan produk tersebut. Menjadi sukses bukan hanya karena pendidikan, namun pemilihan strategi tepat akan sangat berpengaruh.
Jika Anda pernah makan pisang goreng madu Bu Nanik ini, pasti mengetahui tampilannya. Warna gosong kecoklatan yang bagi sebagian orang tidak menarik. Pisang goreng tersebut menggunakan madu tanpa campuran gula, sehingga warnanya lebih coklat gelap, namun rasanya manis. Pisang yang digunakan juga pisang raja yang telah tua. Informasi inilah yang selalu dijelaskan kepada konsumen.
Brand utama dari produk buatan Bu Nanik adalah pisang goreng madu, namun dalam memasarkannya beliau juga memperkenalkan jenis gorengan lainnya. Contohnya adalah nanas goreng, ubi madu, sukun, nangka, dan juga cempedak. Diversifikasi produk ini dibuat tidak keluar dari spesialisnya, tujuannya agar konsep brand yang telah ada tetap terjaga.
Pada awal memperkenalkan pisang goreng mau buatannya, Bu Nanik yang memiliki bisnis catering hanya memberikan secara cuma-cuma kepada pelanggannya. Ternyata cara ini ampuh, setelah banyak orang yang mencicipinya, orderan pisang goreng semakin meningkat. Dalam satu hari, Bu Nanik bisa menjual ribuan pisang goreng madu.
Pisang goreng madu tersebut dijual sendiri oleh Bu Nanik tanpa perantara. Tujuannya agar konsumen percaya dan yakin. Cara pemasarannya dengan membuat flyer yang dibagi-bagikan serta menawarkan pada orang-orang yang melintas. Banyak yang awalnya tidak mau mencoba, namun setelah mencicipi justru menjadi ketagihan.
Untuk semakin membuat pisang goreng madu memiliki nilai jual yang tinggi, penting memperhatikan kemasannya. Hal inilah yang dilakukan oleh Bu Nanik. Beliau menggunakan logo berupa karikatur dirinya yang dicetak pada kotak kemasan. Selain itu, setiap pisang yang akan dikemas juga dilapisi dengan kertas berlogo sebagai identitas branding.
Baca Juga: Bagaimana Islam Mengatur Jual Beli?
Menjadi pencetus inovasi pisang goreng madu yang populer memerlukan kerja keras dan keuletan untuk sukses. Namun bagi beberapa orang, niat, usaha dan kreatifitas saja belum cukup terlebih lagi apabila tidak ada modal seperti para perempuan pengusaha mikro di pedesaan.
Maka dari itu, kamu bisa memberdayakan mereka dengan menyalurkan modal usaha melalui Amartha lho. Ada imbal hasil sampai 15% flat per tahun yang bisa kamu dapatkan. Pelajari mengenai Amartha di sini.
Tags