02 Mar 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...
24 Oct 2025 • 8 min read

Dividen adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para investor saham. Ini karena perusahaan akan melakukan pembagian dividen kepada investor. Lalu apa dividen tersebut? Dan mengapa menjadi momen yang dinanti-nanti? Mari kita ulas bersama.
Mudahnya, dividen adalah ketika keuntungan perusahaan dibagikan untuk semua pemegang saham.
Ketika kamu membeli atau mempunyai saham pada satu perusahaan dan mendapatkan keuntungan yang besar, maka perusahaan akan melakukan pembagian keuntungan tersebut kepada kamu sebagai salah satu pemilik saham.
Ketika menerima dividen kamu juga harus membayar pajak. Aturan itu tercantum di Undang-Undang PPh Pasal 4 Ayat 2 yang menyebutkan bahwa penerima dividen akan kena pajak 10% dan itu sifatnya mutlak.
Dalam hal pembagian dividen adalah penting untuk tahu tanggal-tanggal berikut:
Dividen adalah sebuah model keuntungan yang tidak hanya berupa satu jenis. Dividen dapat dibagikan lewat berbagai jenis. Apa saja?
Sesuai namanya, dividen tunai berbentuk uang. Dividen ini paling difavoritkan oleh para pemegang saham karena langsung mendapatkan manfaatnya.
Mereka juga bisa langsung menggunakan dividen tersebut. Karena itulah, banyak perusahaan yang membagikan dividen mereka secara tunai.
Dividen dibagikan oleh perusahaan berupa saham. Biasanya dividen jenis ini dipilih agar arus kas milik perusahaan terus likuid. Kamu sebagai pemegang saham juga mendapatkan keuntungan karena saham yang kamu punya di perusahaan itu akan ikut bertambah.
Dividen berikutnya berupa properti. Untuk membagikan dividen berupa properti, perusahaan harus memilih properti yang dapat dibagikan. Contoh properti yang dimaksud bisa rumah atau aset lainnya.
Tentunya dengan nilai antara properti dengan dividen harus setara. Sesuai dengan hasil yang disetujui pada rapat umum pemegang saham.
Betul, dividen bisa berupa hutang. Pembayarannya memakai skrip yang digunakan sebagai acuan yang diberikan kepada para pemegang saham.
Skrip tersebut berisi janji adanya utang dan informasi terkait jumlah serta jangka waktu hutang atau jatuh temponya pembayaran.
Mudahnya, perusahaan terikat hutang berjangka pendek kepada para pemegang saham terkait dengan dividen yang seharusnya sudah mereka terima.
Dividen ini bukan dari keuntungan yang didapatkan perusahaan, tapi dividen tersebut akan dibayarkan dengan cara melakukan pengurangan modal perusahaan.
Dividen adalah keuntungan yang tidak rahasia, ia bisa dihitung secara transparan. Berikut beberapa cara untuk menghitung dividen:
Penghitungan dengan DPS akan menunjukkan value total dari lembar saham perusahaan yang telah tersebar kepada seluruh pemegang saham. Rumusnya adalah:
DPS (Dividend Per Share) = Total dividen : Jumlah saham yang beredar
Sebagai contoh:
Maka dividen yang bisa diterima oleh pemegang saham per lembarnya adalah: Rp100 juta : 100 ribu = Rp1.000
Kalau kamu punya 100 lembar saham di perusahaan tersebut, maka dividen yang akan kamu dapat sebesar Rp100.000
Dividend yield akan memperlihatkan sebesar apa dividen perusahaan terhadap peredaran harga saham.
Kamu bisa menggunakan rumus:
Dividend Yield = Nilai DPS : Harga saham x 100%
Contohnya:
Maka dividend yield-nya: Rp1.000 : Rp5.000 x 100% = 20%
Penghitungan ini untuk mengetahui seberapa banyak laba perusahaan yang akan dibagikan menjadi dividen. Kamu bisa menggunakan rumus berikut untuk menghitungnya:
Dividend Payout Ratio (DPR) = Total pembagian : Laba milik perusahaan x 100%
Misalnya:
Maka Dividend Payout Ratio (DPR)-nya = Rp300 juta : Rp2 Miliar x 100% = 15%
Kamu juga bisa dapat untung serupa dengan dividen lho dengan melakukan investasi menggunakan layanan Amartha Prosper dari Amartha, lho dengan keuntungan hingga 8% per tahun. Yuk kenalan sama Amartha Prosper.
Amartha Prosper merupakan produk untuk investasi akar rumput yang memiliki tujuan lebih besar, yakni memberdayakan masyarakat yang tinggal di pedesaan dan turut menciptakan perubahan berkelanjutan.
Melalui banyaknya sektor yang bisa kamu pilih, Amartha Prosper. akan mampu untuk mendorong pertumbuhan berbasis inklusif melalui pemberdayaan perempuan dalam ekosistem ekonomi grassroot atau akar rumput.
Selain itu, bergabung di Amartha Prosper tidak hanya membantu kamu untuk mencapai tujuan keuangan, tetapi juga ikut menciptakan dampak yang nyata. Karena dana investasi kamu akan tumbuh dan turut membantu pelaku usaha mikro dan pemberdayaan perempuan.
Siapapun bisa melakukan investasi melalui Amartha Prosper. asalkan sudah memiliki akun AmarthaFin yang terverifikasi.
Produk Amartha Prosper terdiri dari Grassroots Growth Fund dan Celengan. Apa kelebihan kedua produk tersebut?
Layanan ini punya berbagai macam sektor yang bisa kamu jadikan instrumen investasi. Selain itu ada juga keuntungan seperti:
Yuk mulai investasi dengan produk Grassroots Growth Fund. Kunjungi link berikut untuk mendapatkan informasi cara melakukan investasi Grassroots Growth Fund.
Sementara itu untuk Celengan, kamu akan mendapatkan passive income melalui pendanaan yang lebih terjangkau. Berikut alasan mengapa kamu memilih Celengan sebagai instrumen investasimu:
Selain keuntungan di atas, kamu sebagai investor juga akan membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Dengan passive income ini, kamu akan segera mencapai tujuan keuangan dengan mudah.
Menarik bukan? Karena bukan hanya kamu yang mendapatkan keuntungan, tetapi juga turut membantu pemberdayaan perempuan, pelaku usaha mikro, dan mensejahterakan mensejahterakan keluarga.
Tertarik untuk investasi di Celengan? Kamu bisa mengunjungi mengikuti cara investasi Celengan ini. Tunggu apalagi? yuk mulai investasi di aplikasi AmarthaFin sekarang!
05 Mar 2026