Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...
26 Dec 2025 • 10 min read

Investasi emas kembali menjadi sorotan. Laporan terbaru dari World Gold Council menunjukkan bahwa performa emas sepanjang 2025 tergolong luar biasa dan outlook ke depan masih mencerminkan momentum yang kuat.
Ketidakpastian global, inflasi yang belum sepenuhnya stabil, serta dinamika geopolitik membuat emas kembali dipandang sebagai aset defensif yang andal.
Bagi banyak investor ritel, emas sering dianggap sebagai “aset aman” yang wajib dimiliki. Tidak sedikit pula yang menempatkan sebagian besar dananya hanya pada emas.
Namun, meski emas punya peran penting dalam portofolio, mengandalkan satu instrumen saja tetap menyimpan risiko. Karena itu, memahami posisi emas dan mengombinasikannya dengan instrumen lain menjadi langkah yang lebih bijak.
Meski investasi emas dikenal relatif aman, bukan berarti tanpa kelemahan. Berikut beberapa risiko jika kamu hanya mengandalkan emas sebagai satu-satunya instrumen investasi:
Emas tidak memberikan pendapatan rutin. Tidak ada bunga, kupon, atau dividen yang masuk ke rekening kamu secara berkala. Keuntungan dari emas baru terealisasi saat kamu menjualnya dengan harga lebih tinggi.
Bagi kamu yang membutuhkan pemasukan tambahan atau ingin membangun arus kas pasif, kondisi ini bisa menjadi keterbatasan.
Walaupun cenderung naik dalam jangka panjang, harga emas tetap bisa berfluktuasi dalam jangka pendek. Faktor suku bunga, nilai tukar, hingga sentimen pasar global dapat membuat harga emas bergerak naik turun dalam waktu singkat.
Jika kamu membutuhkan dana mendadak saat harga sedang turun, potensi keuntungan emas bisa berkurang.
Emas lebih cocok sebagai penyimpan nilai jangka menengah hingga panjang. Untuk kebutuhan bulanan atau dana yang perlu dicairkan rutin, emas bukan pilihan paling praktis karena proses jual-beli dan spread harga bisa memengaruhi nilai yang kamu terima.
Agar investasi emas kamu lebih optimal, salah satu pendekatan yang bisa dipertimbangkan adalah diversifikasi. Salah satu instrumen yang dapat melengkapi emas adalah Amartha Prosper.
Amartha Prosper adalah produk investasi yang memungkinkan kamu menyalurkan dana ke pembiayaan UMKM produktif. Melalui platform AmarthaFin, investor dapat berpartisipasi dalam pendanaan dengan pilihan tenor dan tingkat risiko yang disesuaikan.
Produk ini dirancang agar investor ritel bisa mengakses imbal hasil yang lebih terukur, sekaligus berkontribusi pada dampak sosial melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro.
Jika emas berperan sebagai aset defensif, maka Amartha Prosper bisa berfungsi sebagai sumber arus kas. Karakteristik ini membuat keduanya saling melengkapi.
Saat emas menjaga nilai kekayaan kamu dari risiko makro, Amartha Prosper membantu menghadirkan pendapatan periodik yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain atau diinvestasikan kembali.
Dalam membangun portofolio investasi, penting bagi kamu untuk memahami peran setiap instrumen yang dipilih. Dua instrumen yang sering dipertimbangkan oleh investor ritel saat ini adalah emas dan Amartha Prosper.
Keduanya sama-sama populer, tetapi memiliki karakteristik, tujuan, dan manfaat yang berbeda.
Dengan memahami apa yang sebenarnya diberikan oleh masing-masing instrumen, kamu bisa menempatkannya secara tepat dalam strategi investasi yang seimbang dan sesuai kebutuhan keuangan kamu.
Memahami peran masing-masing instrumen akan membantu kamu menempatkannya secara tepat dalam portofolio. Berikut perbandingan apa yang akan kamu dapatkan jika berinvestasi dengan emas vs Amartha Prosper:
Dalam konteks investasi emas, manfaat utamanya meliputi:
Namun, emas tidak memberikan arus kas. Keuntungannya murni berasal dari kenaikan harga.
Berbeda dengan emas, Amartha Prosper menawarkan karakteristik yang lebih produktif. Instrumen ini memungkinkan kamu menyalurkan dana ke pembiayaan UMKM produktif melalui platform Amartha.
Salah satu keunggulan utama Amartha Prosper adalah potensi imbal hasil periodik. Dengan memilih produk yang tepat, kamu bisa mendapatkan arus kas secara rutin, bahkan bulanan. Hal ini menjadikannya cocok bagi kamu yang ingin investasi tidak hanya bertumbuh, tetapi juga memberikan pemasukan.
Selain itu, Amartha Prosper juga memiliki nilai tambah berupa dukungan terhadap dampak sosial. Dana yang kamu investasikan membantu pelaku usaha mikro mengembangkan bisnis mereka, sehingga keuntungan finansial berjalan seiring dengan kontribusi sosial.
Dari sisi fleksibilitas, Amartha Prosper menawarkan:
Dengan karakter ini, Amartha Prosper cocok untuk:
Investasi emas sudah lama dikenal sebagai salah satu cara paling aman untuk menjaga nilai kekayaan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan dinamika pasar keuangan, emas sering dijadikan aset defensif pilihan banyak investor.
Namun, seiring meningkatnya literasi keuangan, semakin banyak investor mulai menyadari bahwa mengandalkan emas saja belum tentu cukup untuk mencapai tujuan finansial yang lebih luas.
Di sinilah pentingnya strategi kombinasi atau diversifikasi. Dengan menggabungkan investasi emas dan instrumen produktif seperti Amartha Prosper, kamu bisa membangun portofolio yang tidak hanya kuat dalam menjaga nilai, tetapi juga mampu menghasilkan arus kas.
Agar lebih praktis, kamu bisa menerapkan pendekatan sederhana berikut:
Sebagai contoh, emas bisa tetap mendominasi porsi aset penyimpan nilai, sementara Amartha Prosper ditempatkan sebagai pelengkap untuk pendapatan periodik. Pendekatan ini membantu kamu tidak hanya fokus pada “menyimpan”, tetapi juga “menghasilkan”.
Investasi emas tetap relevan di 2026 sebagai aset defensif dan penyimpan nilai. Namun, agar portofolio kamu lebih seimbang, mengombinasikannya dengan instrumen yang memberi arus kas seperti Amartha Prosper bisa menjadi langkah strategis.
Dengan begitu, kamu tidak hanya menjaga nilai kekayaan, tetapi juga meningkatkan likuiditas dan potensi pendapatan secara berkelanjutan.
Tidak harus. Kamu bisa menambahkan Amartha Prosper sebagai diversifikasi tanpa menjual emas yang sudah dimiliki.
Beberapa produk menawarkan imbal hasil atau pembayaran berkala, tergantung jenis dan tenor yang kamu pilih.
Umumnya berkisar 5–15%, tergantung profil risiko dan tujuan keuangan kamu.
Tidak ada jaminan harga akan terus naik. Namun, emas masih dipandang relevan sebagai aset defensif di tengah ketidakpastian global.
Selain investasi emas, jangan lupa untuk diversifikasikan aset dana mu menggunakan instrumen yang bisa memberikan hasil lebih baik dari inflasi. Di sinilah Amartha Prosper dan fitur-fiturnya seperti Celengan dan Grassroots Growth Fund (GGF) bisa sangat berguna.
Apa Itu Celengan & Grassroot Growth Fund (GGF)?
Celengan adalah instrumen investasi mikro di Amartha yang memungkinkan lender menyimpan dana di platform dengan risiko terukur sebagai cadangan likuid. Cocok untuk menyiapkan dana liburan yang spesifik.
Untuk mulai di Celengan, kamu cuma butuh modal minimum namun bisa mendapatkan imbal hasil hingga 8% per tahun. Kamu bisa cek pada halaman resmi Celengan Amartha dan baca panduan cara investasi di Celengan di sini.
Sementara itu, Grassroots Growth Fund (GGF) adalah produk pendanaan premium di Amartha Prosper yang menawarkan potensi return lebih tinggi, mencapai 10-11% per tahun. Ada bonus spesial dan fasilitas tambahan seperti personal Relationship Manager (RM) dan merchandise eksklusif untuk investor atau pemberi dana yang memenuhi kriteria. Cara investasi Grassroots Growth Fund (GGF) bisa melalui kontak RM.
Kenapa Celengan & Grassroots Growth Fund (GGF) Bisa Bantu Persiapan Liburan?
Dengan memanfaatkan celengan dan Grassroots Growth Fund (CGF) kamu bisa mendapat beberapa keuntungan, seperti:
Tags