25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...
07 Jul 2023 • 4 min read

Perkembangan teknologi membuat berbagai aspek kehidupan semakin mudah, salah satunya adalah pilihan instrumen investasi semakin beragam. Fintech P2P Lending merupakan salah satu instrumen investasi mulai dari 100 ribu yang hadir karena perkembangan teknologi.
Pertumbuhan Fintech P2P Lending saat ini juga diketahui makin berkembang pesat dan mudah diakses oleh masyarakat yang masih sulit mendapatkan pinjaman dana, salah satunya bagi para pelaku UMKM yang membutuhkan modal untuk pengembangan bisnisnya.
Menurut Peraturan OJK No.77/POJK.01/2016, Fintech P2P Lending adalah layanan pinjam meminjam uang dalam mata uang rupiah secara langsung antara kreditur/lender (pemberi pinjaman) dan debitur/borrower (penerima pinjaman) berbasis teknologi informasi.
Di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, para pelaku UMKM punya alternatif pendanaan dan tidak lagi hanya bisa mengandalkan modal dari bank. Sebab, Fintech P2P Lending dapat menjadi solusi pendanaan bagi mereka.
Seiring dengan pertumbuhan kredit dari para pelaku UMKM ini, P2P Lending pun menjadi instrumen investasi yang menarik. Apalagi, di tengah pandemi Covid-19 sekarang, tidak banyak instrumen investasi yang punya prospek sebaik dari berinvestasi di P2P Lending.
Baca Juga: 5 Cara Mudah Menghasilkan Passive Income di Usia Muda
Lantas, apa saja sih sebenarnya alasan investasi P2P Lending mulai dari 100 ribu cocok selama pandemi? Berikut pembahasannya!

Daya tarik dari P2P Lending yang pertama adalah adanya pengembalian yang menarik yakni lebih tinggi dibandingkan bunga deposito dengan imbal hasil yang berbeda-beda di tiap platform. Keuntungan yang didapatkan berupa bunga yang berkisar dari 15% hingga 18% per tahun.
Salah satu kelebihan dari investasi P2P Lending memungkinkan setiap orang untuk memberikan pinjaman sesuai kemampuan dan preferensi masing-masing.
Beberapa P2P Lending menyediakan layanan pemberian pinjaman mulai dari nominal kecil. Di Amartha, kamu bisa mulai menjadi pendana dengan modal 100 ribu Rupiah.
Pada dasarnya, pendana sebenarnya hanya bisa melakukan investasi di P2P Lending yang bersifat short-term investment.
Meski begitu, pendana dapat memilih tenor investasi di P2P Lending dalam beberapa jangka waktu, yaitu 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan.
Dengan tenor yang ditentukan sendiri, pendana dapat menyusun rencana investasi selanjutnya untuk memperoleh keuntungan yang lebih maksimal.
Baca Juga: Rekomendasi Investasi untuk Single Parent
Investasi identik dengan sejumlah syarat yang rumit dan sulit dipahami. Selain itu, sistem yang rumit juga kerap menjadi hal utama yang membuat para calon investor enggan untuk melakukan investasi. Namun di dalam P2P Lending, kamu tidak akan dihadapkan pada hal-hal tersebut.
Investasi ini dijalankan melalui sebuah platform yang simpel secara online, di mana semua aktivitas bisa berjalan dengan begitu mudah dan simpel. Kamu hanya perlu membuat akun di salah satu platform ini, lalu mulai menjadi seorang investor dengan cepat.
Kamu bisa mempelajari dan memilih calon peminjam, menentukan jumlah pinjaman, dan juga menginvestasikan dana milikmu dengan leluasa.
Perlu diingat, sebagian besar peminjam di platform P2P Lending adalah pelaku UMKM di Indonesia. Dengan menjadi pendana, kamu dapat menghadirkan dampak sosial dengan membantu UMKM mendapatkan pinjaman modal untuk membantu mengembangkan usaha mereka.
Well, itulah alasan investasi kenapa P2P Lending mulai cocok dilakukan selama pandemi. Semoga informasi ini bermanfaat buatmu ya!
Tags
02 Mar 2026