25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Dilema ketika ingin mengambil keputusan apakah membeli tanah atau rumah mungkin pernah dialami bagi sebagian besar orang.
Di satu sisi, fleksibilitas untuk berbagai opsi, termasuk investasi ketika membeli tanah tampak sangat menggiurkan.
Namun di sisi lain, membeli rumah yang sudah jadi membuatmu tidak perlu ambil pusing dalam menentukan pilihan, apalagi jika ingin memulai hidup baru bersama pasangan.
Lantas, sebenarnya lebih baik membeli tanah atau rumah sebagai aset yang harus didahulukan? Berikut beberapa aspek yang bisa jadi perbandingannya!

Baik tanah maupun rumah, kedua aset ini sebenarnya punya harga berbeda. Sebab pada dasarnya harga tanah cenderung lebih murah dibandingkan rumah.
Hal yang wajar karena tanah hanya berupa lahan kosong yang tidak menghabiskan sepeserpun untuk proses membangun, sementara rumah biasanya sudah siap huni.
Dari segi harga, tanah memang unggul. Namun, kamu perlu menyiapkan sejumlah uang agar suatu hari bisa menjadikannya sebagai tempat tinggal kalau memang ingin ditempati. Apabila hanya untuk investasi saja, maka tidak perlu karena tanah kosong saja sudah menjanjikan untuk masa depan.
Selain harga, coba pertimbangkan juga apa tujuanmu dalam membeli salah satu aset tersebut, baik tanah ataupun rumah.
Jika ingin menjadikannya tempat tinggal sekaligus investasi, membeli rumah bisa langsung dijadikan pilihan. Sebab, apabila membeli tanah kosong, kamu harus menyiapkan sejumlah bujet lagi untuk membangunnya.
Meski begitu, jika tujuannya hanya untuk investasi semata, membeli tanah cukup menjanjikan. Pasalnya, harga tanah diketahui punya kenaikan rata-rata sebesar 20-25%, tergantung lokasi.
Baca Juga: Peluang Untung dari Investasi Kos-Kosan vs Kontrakan
Kedua aset ini diketahui sama-sama memiliki biaya perawatan, tapi untuk nominalnya tergantung dari berapa luas yang perlu dirawat.
Secara keseluruhan, biaya perawatan tanah lebih murah karena tidak ada yang perlu diperbaiki, kecuali untuk menjaga kesuburan tanah itu sendiri.
Sementara untuk rumah, kamu harus memakai jasa orang untuk bersih-bersih dan mengurus rumah, memperbaiki dinding yang rusak, lampu, genteng, hingga perabotan yang sudah usang.
Jadi kalau nyatanya ingin menghemat pengeluaran, maka tanah adalah opsi yang tepat untukmu.
Jika mempertimbangkan aspek konsep bangunan, membeli rumah terbilang lebih praktis. Sebab, konsep dari rumah yang dibeli sudah jadi.
Beberapa rumah siap huni seperti ini ada kemungkinan bahwa tata letaknya atau konsep ruangan yang tidak sesuai selera sehingga kemungkinan harus mengeluarkan biaya lagi untuk renovasi rumah sesuai keinginanmu.
Sedangkan jika membeli tanah, kamu punya kesempatan untuk membuat bangunan sesuai keinginan. Meski begitu, tetap butuh usaha dan waktu dalam pembuatannya. Apabila bisa sabar dan punya dana cukup, maka membeli tanah sekaligus membangun sesuka hati bisa dipilih.
Untuk masalah legalitas, rumah jadi jauh lebih praktis daripada tanah. Kamu tidak perlu meluangkan waktu untuk mengurus surat atau dokumen rumah karena semuanya sudah diurus oleh developer, sesuai dengan kesepakatan.
Singkatnya, kamu tinggal terima bersih dan bisa langsung menempati rumah kapan saja sesuai keinginan. Lain halnya dengan tanah yang surat dan dokumennya harus diurus sendiri.
Kamu juga harus meminta bantuan notaris untuk mengurus legalitas tanah yang ingin dijadikan sebagai rumah. Dan pastinya, ada sejumlah uang yang dikeluarkan selama pengurusan surat-menyurat, termasuk untuk membayar upah notaris itu sendiri.
Nah, itulah beberapa aspek yang bisa jadi perbandingan sebelum memutuskan membeli rumah atau tanah. Selamat mencoba!
Tags
25 Feb 2026