25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Perubahan drastis yang terjadi di masa pandemi amat mempengaruhi sisi-sisi kehidupan masyarakat Indonesia, terutama dampak ketidakpastian ekonomi yang tidak dapat dihindari terhadap keuangan pribadi.
Oleh sebab itu, strategi yang tepat untuk mengatur keuangan di masa pandemi ini menjadi sangat penting. Kita seolah terdorong untuk harus memiliki kebiasaan baru dalam mengatur keuangan lebih baik daripada sebelumnya.
Co-Founder Lifepal.co.id Benny Fajarai mengatakan, hal paling penting yang termasuk dalam kebiasaan baru tersebut adalah lebih berhemat dalam banyak hal.
“Yang paling penting adalah jangan pernah malu untuk berhemat. Ketika memang pemasukan kita berkurang, kita harus berhemat di banyak hal untuk tetap menjaga tujuan keuangan kita. Justru momen ini bagus bagi kita untuk membentuk kebiasaan baru yang lebih hemat,” ujar Benny dalam bincang-bincang finansial dengan Amartha yang bertema Building Financial Resilience during Uncertain Times.
Berhemat hanyalah satu dari sekian banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk membentuk kebiasaan mengatur keuangan. Benny mengatakan, hal mendasar dan utama yang harus dipahami adalah bahwa setiap orang mempunyai tujuan keuangan dalam hidupnya.
Baca Juga : Ini Daftar Kebiasaan yang Bikin Kamu Merdeka Finansial
“Setiap orang pasti memiliki tujuan tujuan keuangan di dalam hidupnya, seperti ingin punya rumah, ingin jalan jalan ke eropa. Tapi seringkali banyak yang belum mengerti, gimana ya cara untuk mencapai tujuan tujuan keuangan tersebut. Penting bagi kita mengetahui apa tujuan keuangan kita, berapa jumlah dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan itu, sehingga dapat kita raih sesuai dengan apa yang sudah kita perhitungkan sebelumnya,” terang Benny.
Menurut Benny, ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk dapat mengatur keuangan dengan tepat. Yang pertama adalah membuat anggaran, yakni mencatat pemasukan dan pengeluaran dengan cermat.
“Dengan kita mencatat pemasukan dan pengeluaran kita, sama saja kita telah mengetahui cash flow keuangan kita. Dengan mempunyai laporan cash flow, kita bisa tau sebenernya tiap bulan posisi keuangan kamu minus atau positif, dan jika positif kamu bisa nabung berapa tiap bulan. Dengan adanya laporan cash flow kita bisa mengetahui dan menganalisa lebih jauh mengenai pengeluaran kamu,” ujarnya.
Langkah kedua, sambung Benny, adalah menentukan tujuan keuangan, atau untuk apa uang kita akan digunakan kelak. Langkah ketiga adalah menentukan tujuan keuangan mana yang ingin dicapai lebih dahulu.
“Kalian tinggal tentukan mana dari tujuan keuangan tersebut yang paling prioritas dan berapa dana yang kalian siapkan untuk mencapai tujuan tersebut. Misal 1 juta rupiah untuk tujuan 1, dan 2 juta untuk tujuan 2. Nah jadi kita tahu per bulan kita perlu menyisihkan sebesar 3 juta untuk mencapai tujuan keuangan tersebut,” terang Benny.
Sifat konsumtif memang sulit dihilangkan, bahkan di masa pandemi seperti sekarang ini, namun bukan berarti mustahil. Benny mengatakan, motivasi untuk mencapai tujuan keuangan bisa membantu kita menghilangkan kebiasaan konsumtif tersebut.
“Di masa pandemi ini, kita bisa melakukan pemotongan pengeluaran seperti pada pos liburan, gym yang jarang dipakai, beli barang saat diskon, hemat listrik dan air,” tutur Benny.
Bersamaan dengan melakukan langkah mengatur keuangan di atas, ketahui pula beberapa indikator yang bisa kita perhatikan untuk mengetahui seberapa sehat keuangan kita, seperti berikut:
Cara mengatur keuangan dengan cermat sudah, berhemat juga sudah, lebih lanjut Benny memberikan tips soal bagaimana menambah penghasilan di masa pandemi ini. Menurutnya, ada dua jenis penghasilan tambahan yang bisa kita upayakan.
“Active Income, kita harus meluangkan waktu, tenaga, dan dedikasi untuk menghasilkan sesuatu secara aktif. Kita bisa cari pekerjaan sampingan atau menggunakan weekend kita untuk freelance seperti memberikan jasa baik itu memberikan nasehat hukum, desain, menulis, dan lain sebagainya. Atau kita bisa mencari ide bisnis baru, seperti pada saat pandemi seperti ini sebenarnya banyak kesempatan yang dapat dieksplor,” terangnya.
Yang kedua adalah passive income, di mana kita membiarkan “uang nganggur” yang kita miliki untuk dapat menjadi berlipat ganda.
“Passive Income, biarkan uang mencari uang. Jika punya idle money, kita bisa menginvestasikan uang tersebut seperti di deposito, obligasi negara, saham, maupun P2P Lending. Untuk mengatasi resiko investasi, kita bisa melakukan diversifikasi investasi agar aman di dalam berinvestasi,” sebutnya.
Tags
25 Feb 2026