25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Secara teori, pada bulan puasa kamu tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk menyiapkan makan siang, camilan, dan kopi atau teh di sore hari.
Namun kenyataannya, justru banyak sekali kebutuhan yang membuat kamu harus mengeluarkan dana. Setidaknya ada 5 fakta yang membuat anggaran kian membengkak di saat bulan Ramadhan, diantaranya adalah:
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kepastian tentang awal bulan puasa tanggal berapa untuk tahun 2022 ini menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah. Walaupun demikian, biasanya sebagian umat muslim sudah memiliki rancangan aktivitas selama Ramadhan. Seperti, menyiapkan menu untuk buka puasa dan sahur.
Menu sehat untuk berbuka puasa atau yang biasa disebut takjil menurut sebagian orang cukup dengan makan kurma dan minum air putih atau teh hangat. Untuk menu utamanya diutamakan makan lebih banyak buah dan sayur. Faktanya, untuk takjil banyak yang merasa kurang lengkap jika belum ditambah dengan kolak dan jajanan pasar.
Sedangkan porsi makanan utama cenderung lebih banyak dibandingkan di luar bulan Ramadhan. Begitu pula dengan sahur, banyak yang menyajikan menu secara “meriah” dengan alasan agar tubuh tetap kuat dan tidak lemas selama berpuasa.
Baca Juga:
Perhatian! Ini 7 Hal yang Membatalkan Puasa
Ada kabar menggembirakan bagi umat muslim di Indonesia menjelang bulan puasa 2022, yaitu adanya upaya pemerintah dalam membuat program di masa transisi dari pandemi menuju endemi. Salah satunya adalah diperbolehkannya makan di tempat saat membeli makanan di rumah makan atau restoran.
Dengan adanya kelonggaran tersebut, acara buka puasa bersama akan marak kembali. Momen seperti ini dijadikan ajang silaturahmi kepada teman, sahabat, dan keluarga. Dalam sepekan, kamu bisa diajak berkali-kali untuk mengikuti acara buka bersama.
Acara seperti ini selama bulan puasa tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, ditambah lagi dengan kenyataan bahwa acara tersebut belum tentu diadakan secara gratis. Dengan kata lain, kamu harus menyiapkan dana khusus untuk bisa merealisasikan acara berbuka puasa.
Salah satu budaya di Indonesia yang belum luntur adalah memiliki barang-barang baru untuk merayakan lebaran. Mulai dari pakaian, alas kaki, perabotan rumah tangga, hingga gadget dan kendaraan.
Prinsip seperti inilah yang membuat pengeluaran selama Ramadhan kian membengkak. Padahal, memaknai Idul Fitri tidak harus dengan mengenakan barang-barang baru.
Baca Juga:
10 Ide Jualan Bulan Puasa Yang Dijamin Untung!
Salah satu keutamaan bulan Ramadhan adalah mampu mengontrol hawa nafsu. Namun, banyak momen yang bisa membuat kamu “gelap mata”. Khususnya momen mendekati lebaran yang diisi dengan berbagai promosi dan diskon besar-besaran. Euphoria diskon inilah yang membuatmu harus memanfaatkan momen tersebut dengan alasan “mumpung murah”.
Mudik menjadi agenda wajib bagi sebagian orang untuk berkumpul bersama keluarga. Bisa dipastikan jika tiket perjalanan akan naik berkali-kali lipat, khususnya jika kamu membeli tiket mendekati waktu keberangkatan.
Agar isi kantong tidak terkuras, jangan anggap remeh waktu pembelian tiket untuk mudik lebaran. Lebih baik, rencanakan jadwal liburan dengan membeli tiket jauh-jauh hari sebelumnya misalnya saja satu bulan sebelum jadwal keberangkatan.
Intinya, Jika kamu tidak bisa mengontrol nafsu, bisa dipastikan dampaknya sangat tidak sehat bagi keuangan pribadi. Agar Ramadhan lebih bermakna, jangan lupa sisihkan dana untuk memberdayakan sesama.
Di P2P Lending Amartha, kamu bisa memberdayakan perempuan CEO UMKM dan mendapatkan imbal hasil sampai 15% flat per tahun lho. Ayo modalin CEO UMKM!
02 Mar 2026