25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Mendapatkan passive income saat ini menjadi tujuan bagi banyak orang. Passive income adalah penghasilan yang diperoleh seseorang hanya dengan melakukan aktivitas seminim mungkin, tanpa perlu terlalu berperan aktif di dalamnya.
Perlu diketahui, sebenarnya ada dua jenis pendapatan, yaitu pendapatan aktif dan pendapatan pasif.
Pendapatan aktif merupakan pendapatan yang dapat diraih seseorang sesudah bekerja serta menukar waktu, tenaga, dan pikiran untuk mendapatkan penghasilan. Contohnya adalah gaji.
Sedangkan pendapatan pasif merupakan pendapatan yang diperoleh karena aset seseorang telah menghasilkan nilai berupa uang dan keuntungan.
Seringkali pendapatan pasif atau passive income ini bahkan didapatkan tanpa melakukan usaha apa pun. Artinya, dalam kondisi tertidur seseorang tetap bisa mendapatkan penghasilan ini. Sebab, aset yang dipunyai orang tersebut telah bekerja secara otomatis untuk menghasilkan pendapatan.
5 Cara Mudah Menghasilkan Passive Income di Usia Muda
Sungguh menjadi impian semua orang, bukan?
Adapun, salah satu aset yang bisa menghasilkan passive income seperti ini adalah dari investasi. Meski masih banyak yang menganggap investasi sama seperti menabung.
Pada faktanya, justru tidak demikian. Untuk menjelaskan investasi secara lebih mudah, contohnya adalah ketika menyimpan sejumlah dana pada sebuah produk investasi.
Nah, setelahnya kamu tinggal membiarkan investasi ini bekerja untukmu sehingga menghasilkan keuntungan/pendapatan. Keuntungan yang kamu peroleh ini bisa digunakan kembali untuk dijadikan modal investasi berikutnya. Hal ini akan membuat investasi kamu lebih menghasilkan keuntungan yang sangat besar.
Ada berbagai macam instrumen atau jenis investasi yang dapat kamu lakukan untuk mendapatkan passive income di Indonesia. Jenis investasi ini juga dibedakan berdasarkan besarnya keuntungan yang diperoleh dan besarnya tingkat risiko yang akan kamu hadapi.
Nah, berikut ini adalah beberapa instrumen investasi beserta cara memperoleh passive income-nya!
Produk investasi yang satu ini sebenarnya terbilang mirip dengan tabungan di bank. Konsepnya adalah menyimpan uang di bank selama periode waktu tertentu.
Hanya saja, berbeda dengan tabungan konvensional, dana di deposito tidak dapat ditarik tiba-tiba, melainkan harus menyesuaikan periode waktu dalam perjanjian awal.
Adapun, keuntungan yang bisa didapat dari deposito berasal dari bunganya, meski tidak terbilang besar. Jadi, cara meraih passive income dari produk investasi yang satu ini tergantung dari besarnya dana yang akan disimpan di periode tertentu.
Investasi emas mengandalkan perubahan harga beli dan harga jualnya. Keuntungannya didapat jika kamu membeli emas di harga rendah lalu menjualnya saat harganya lebih tinggi. Jadi, investasi yang satu ini terbilang membutuhkan waktu yang tidak singkat supaya kamu bisa meraih passive income.
Pada produk investasi yang satu ini, kamu akan menginvestasikan sejumlah uang untuk dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Nanti dananya akan dialokasikan oleh MI ke berbagai pos seperti pasar uang atau saham. MI akan mendapat komisi dari keuntungan yang kamu dapat setelah nilai portofolio investasimu meningkat.
Secara singkat, kamu berinvestasi dengan membeli saham suatu perusahaan di pasar modal. Keuntungannya bisa didapat dari dividen atau nilai tukar saham (capital gain). Meski begitu, investasi yang satu ini terbilang beresiko tinggi. Karena itu, pastikan kamu sudah memiliki wawasan yang cukup sebelum berinvestasi saham.
P2P Lending merupakan platform yang menghubungkan antara orang yang mau meminjam dana (borrower) dan investor sebagai pemberi pinjaman (lender).
Dalam investasi P2P Lending, investor akan menerima pengembalian pokok pinjaman dan bunga atas pinjaman tersebut dari borrower.
Nah, salah satu platform P2P Lending yang aman dan tepercaya untuk berinvestasi dan mendapatkan passive income adalah Amartha.

Amartha adalah perusahaan pionir dalam layanan fintech P2P Lending yang menghubungkan pendana urban dengan perempuan pengusaha mikro di pedesaan.
Sejak tahun 2019, Amartha juga telah memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Amartha pun sudah terdaftar di Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).
Tidak hanya menyalurkan modal usaha dari investor kepada perempuan tangguh pengusaha mikro, Amartha juga memberikan pendampingan usaha, pelatihan keuangan, hingga cek kesehatan gratis.
Dengan berinvestasi di Amartha sebagai pendana, para investor juga akan mendapatkan keuntungan hingga 15% per tahun dan cash flow mingguan. Apalagi, pembayaran angsurannya juga bisa bisa diambil kapan saja.
Tags
25 Feb 2026