05 Mar 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Memahami cara menghitung dana darurat yang tepat sedari muda akan membantu kamu mencapai kesejahteraan finansial di masa tua. Seperti namanya, keutamaan dana darurat juga menjadi perlindungan finansial ketika terjadi keadaan darurat atau krisis di kehidupan kamu.
Kamu tidak perlu berutang atau mengambil pinjaman online bila memiliki dana darurat. Itulah mengapa, penting mempersiapkan dana darurat dengan strategi yang efektif. Artikel ini menjelaskan bagaimana penghitungan dana darurat serta strategi mengumpulkannya. Mari simak hingga akhir!
Dana darurat adalah cadangan dana yang kamu sisihkan secara khusus untuk digunakan pada pengeluaran tidak terencana atau saat terjadi kondisi darurat keuangan. Misalnya, kehilangan sumber penghasilan, tagihan medis, serta renovasi rumah yang rusak.
Penerapan dana darurat berlaku baik untuk tagihan kecil ataupun besar yang tidak kamu rencanakan. Pengeluaran yang menggunakan dana darurat bukan termasuk pengeluaran rutin setiap bulan.
Sangat penting mengetahui cara menghitung dana darurat dan benar-benar mempersiapkannya. Berbagai alasan berikut ini menekankan pentingnya dana darurat dalam kehidupan kamu:
Kamu bisa menghindari utang bila memiliki dana darurat, baik itu dalam bentuk kartu kredit dan pinjaman lain. Dana darurat bisa kamu gunakan apabila kamu mengalami masa sulit yang membuat finansial terhambat.
Tetapi, kamu rentan terlilit hutang jika tidak memiliki dana darurat. Terutama ketika kamu berada dalam masa kritis dan tidak memiliki tabungan yang cukup sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Memiliki dana darurat juga membantu kamu lebih mudah mengatur keuangan pribadi. Ini mengingat kamu tidak harus melunasi cicilan hutang setiap bulan.
Untuk membantu kamu mengumpulkan dana darurat, melakukan pendanaan di microfinance marketplace Amartha adalah pilihan tepat. Imbal hasil yang bisa kamu dapatkan mencapai 15% flat per tahun. Jadi, kamu pun bisa terhindar dari lilitan hutang.
Kondisi darurat yang menguras finansial dapat terjadi di mana pun dan kapan pun. Kamu bisa kecelakaan atau menderita penyakit kronis. Tanpa dana darurat, kamu mungkin tidak bisa memenuhi keperluan sehari-hari. Kamu pun berisiko memiliki utang demi memenuhi keperluan tersebut.
Namun, mengalami kondisi darurat jadi lebih tenang saat kamu memiliki dana darurat. Kamu tidak perlu khawatir finansial terganggu karena sudah ada dana khusus untuk mengatasi kondisi darurat tersebut.
Dana pensiun termasuk jenis dana hari tua yang perlu kamu siapkan selain dana darurat. Mengumpulkan dana darurat di masa kini akan membantu dana pensiun kamu ikut bertambah.
Terlebih jika dana darurat belum pernah kamu gunakan. Ini tentu membantu masa tua kamu lebih sejahtera karena dana pensiun yang semakin banyak.
Menghitung dana darurat perlu menyesuaikan dengan kondisi finansial masa kini. Kamu dapat mengikuti cara-cara di bawah ini:
Awali penghitungan dana darurat dengan mendata informasi terkait pengeluaran bulanan kamu. Cek laporan pengeluaran per bulan kamu dari riwayat transaksi pembayaran online atau mutasi rekening bank. Periksa juga pengeluaran tunai kamu agar datanya lebih menyeluruh.
Manfaat mendata pengeluaran bulanan adalah kamu mengetahui transaksi keuangan secara lengkap. Baik dalam bentuk transfer atau tunai. Buat daftar pengeluaran bulanan yang lengkap. Misalnya, berisi biaya makan, transportasi, akomodasi, tagihan listrik, hingga cicilan hutang.
Kamu perlu mengetahui berapa jumlah keseluruhan dari pengeluaran per bulan. Cara menghitung dana darurat melalui pengeluaran bulanan memudahkan kamu mengetahui estimasi dana yang harus kamu simpan dalam kantong darurat.
Jadi, hitung keseluruhan pengeluaran bulanan agar mendapatkan angka pengeluaran per bulan dengan jelas.
Langkah ini menentukan nominal dana darurat yang sekiranya perlu kamu kumpulkan. Untuk mengetahuinya, kamu perlu mengetahui target dana darurat dalam jumlah bulannya terlebih dahulu. Berikut ilustrasinya jika pengeluaran per bulan kamu adalah Rp5 juta.
Pengeluaran per bulan: Rp5 juta
Dana darurat setara 3 bulan: Rp15 juta (Rp5 juta x 3 bulan)
Pengeluaran per bulan: Rp5 juta
Dana darurat setara 6 bulan: Rp30 juta (Rp5 juta x 6 bulan)
Pengeluaran per bulan: Rp5 juta
Dana darurat setara 12 bulan: Rp60 juta (Rp5 juta x 12 bulan)
Ilustrasi di atas menggambarkan penghitungan dana darurat dengan target 3 bulan untuk yang belum menikah. Sedangkan, kamu yang sudah menikah bisa memasang target 6 bulan.
Bila sudah menikah, maka setidaknya target dana darurat kamu setara 12 bulan. Ini mengingat kamu telah memiliki keluarga sehingga tidak terbatas hanya pada penggunaan pribadi.
Cara menghitung dana darurat tersebut perlu didukung dengan daftar jenis pengeluarannya. Misalnya, pengeluaran untuk kebutuhan pokok seperti biaya makan. Lalu, terdapat pula pembayaran lain seperti sewa tempat tinggal, biaya transportasi, hingga tagihan per bulan (air, internet, dan listrik).
Mengumpulkan dana darurat tidak selalu mudah untuk setiap orang. Khususnya jika penghasilan kamu minimum dengan pengeluaran maksimum. Berikut berbagai strategi yang bisa kamu terapkan saat mengumpulkan dana darurat:
Pada dasarnya, arus kas merupakan waktu uang masuk (pendapatan) serta uang keluar (pengeluaran). Apabila arus kas tidak terkelola dengan baik, maka kamu bisa kehabisan uang sebelum akhir bulan.
Oleh karena itu, sebaiknya lacak arus kas secara aktif agar kamu bisa menyesuaikannya untuk menabung dana darurat.
Salah satu contoh upaya penyesuaian dan pengelolaan arus kas adalah mengajukan perubahan tanggal jatuh tempo. Kamu bisa bekerja sama dengan pihak kreditor seperti perusahaan kartu kredit yang sedang kamu gunakan.
Selain itu, kurangi juga pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu. Jadi, kamu bisa mengalihkannya agar masuk ke dalam dana darurat.
Setelah mendapatkan gaji utama, kamu bisa langsung menyisihkan 10% sampai 20% dari gaji untuk dana darurat. Strategi ini ideal untuk kamu yang baru memahami cara menghitung dana darurat dan membutuhkan konsistensi dalam mengumpulkannya.
Menyisihkan dana darurat di awal setelah gajian juga menghindari uang terpakai untuk pengeluaran yang tidak penting.
Apabila kamu telah mengetahui penghitungan dana darurat berdasarkan kondisi dan kebutuhan, kamu bisa segera mulai menabung dana darurat secara otomatis. Terdapat fitur auto debit yang akan menyisihkan langsung uang di rekening untuk dana darurat.
Kamu hanya perlu mengaturnya menyesuaikan jadwal gajian. Lalu, tinggal membiarkan sistem auto debit bekerja untuk menyisihkan gaji ke kantong tabungan dana darurat. Fitur yang otomatis ini lebih efisien karena kamu tidak perlu menyisihkan gaji secara manual lagi.
Setelah mengetahui cara menghitung dana darurat serta strategi mengumpulkannya, kamu bisa memperbanyak sumber penghasilan tambahan. Ini demi mempercepat terkumpulnya dana darurat agar finansial kamu terlindung dari berbagai risiko.
Tertarik untuk mendapatkan penghasilan pasif? Yuk, mulai pendanaan di Amartha dengan modalin mulai dari Rp100.000 aja. Dapatkan peluang imbal hasil bagi pendana mencapai 15% flat per tahun. Jadi, jangan lewatkan peluang menguntungkan ini!
So, tunggu apalagi ayo download dan mulai pendanaan berdampak kamu!
Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS
Tags
08 Mar 2026