25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...

Istilah Inklusi Keuangan menjadi tren setelah krisis ekonomi tahun 2008. Sebenarnya apakah itu inklusi keuangan? Bagaimana mencapainya?
Pemerintah Indonesia telah meluncurkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SKNI) dan membentuk Dewan Nasional Keuangan Inklusif untuk menangani rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.
Inklusi keuangan adalah ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengertian ini terdapat dalam Peraturan OJK No. 76/POJK.07/2016 tahun 2016.
Inklusi keuangan didasari atas dampak krisis ekonomi tahun 2008 yang menimpa banyak kelompok in the bottom of the pyramid di Indonesia.
Kelompok ini adalah masyarakat yang berpendapatan rendah dan tidak tetap, tinggal di daerah terpencil, orang cacat, buruh yang tidak mempunyai dokumen identitas legal, dan masyarakat pinggiran. Kelompok ini umumnya unbanked yang tercatat sangat tinggi di luar negara maju.
Dari istilah itu dapat ditarik kesimpulan bahwa akses keuangan amat berpengaruh pada kehidupan masyarakat. Maka dari itu inklusi keuangan dianggap mampu mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, mengurangi ketimpangan, dan kemiskinan.
Muhammad Yunus & Grameen Bank, Inspirasi Dalam Mendukung Pengusaha Perempuan
Dalam praktiknya, inklusi keuangan membutuhkan literasi finansial yang baik yaitu di mana masyarakat telah memahami pentingnya menggunakan produk layanan keuangan dan proses keuangan lainnya. Hal ini akan membuat masyarakat tidak lagi punya kecurigaan atau sikap skeptis terhadap produk layanan keuangan.
Di Indonesia sendiri, menurut Otoritas Jasa Keuangan di bulan November 2019 lalu terdapat peningkatan inklusi dan literasi keuangan. Indeks literasi keuangan telah mencapai 38%, sedangkan indeks inklusi keuangan sebesar 76,19%.
Dikutip dari situs Bank Indonesia, ada 8 keuntungan yang bisa dirasakan apabila inklusi keuangan dapat tercapai di Indonesia, yaitu:
Visi nasional keuangan inklusif yang dirumuskan oleh Bank Indonesia yaitu mewujudkan sistem keuangan yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, pemerataan pendapatan, dan terciptanya stabilitas sistem keuangan di Indonesia.
Karena itu, dibutuhkan kolaborasi dari berbagai jenis lembaga keuangan untuk mewujudkannya, termasuk dari sektor finansial technology (fintech). Seperti diketahui, kehadiran fintech saat ini memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan finansial secara online.
Bulan Inklusi Keuangan mengingatkan kita bahwa setiap orang berhak mendapatkan akses ke layanan keuangan yang aman dan bermanfaat.
Kini saatnya kita ikut berperan, bukan hanya dengan literasi, tapi juga dengan aksi nyata. Mulailah berinvestasi di Celengan Amartha, investasi aman yang membantu UMKM desa tumbuh, sekaligus memberi imbal hasil yang kompetitif untukmu.
Tags
25 Feb 2026