25 Feb 2026
Loading...
Asia Grassroots Forum
Forum tahunan untuk kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan UMKM di Asia.
Amartha 10X Run
Ajang lari tahunan dengan berbagai kategori jarak yang diselenggarakan di Jakarta.
Amartha Level Up
Acara pengembangan diri dan karier dengan sesi interaktif dan peluang networking profesional.
Loading...
07 Jul 2023 • 5 min read

Tunai atau kredit? Terlepas dari penurunan transaksi tunai baru-baru ini karena ketakutan akan virus Covid 19, sebenarnya baik tunai, debit, maupun kredit punya tempat masing-masing dalam kebiasaan berbelanja setiap orang.
Jika kamu khawatir tertular virus Covid 19 dengan memakai uang tunai sebagai alat pembayaran, kamu bisa memilih menggunakan debit. Selain itu, kamu bisa menjaga kebersihan tangan serta membiarkan uang yang kamu terima sebagai kembalian selama beberapa hari untuk mencegah penularan kuman.
Metode ini memastikan kamu dapat menggunakan uang tunai (atau alternatif uang tunai) sebagai pengganti kredit, bila diperlukan.
Banyak ahli keuangan menyarankan untuk memilih kredit bila memungkinkan, untuk mendapatkan cashback atau imbalan berharga lainnya. Namun yang lain berhati-hati terhadap bahaya kredit, mendorong penggunaan uang tunai untuk menjaga dari berbelanja secara berlebihan.
Ada unsur kebenaran untuk kedua argumen tersebut, dan apakah kamu harus membayar dengan uang tunai atau kredit biasanya bergantung pada keterampilan pengelolaan uangmu sendiri, tentunya dengan beberapa pengecualian penting.
Jika kamu terhitung memiliki riwayat kredit yang baik dan melunasi semua atau sebagian besar tagihan kartu kredit milikmu setiap bulan, masuk akal untuk memaksimalkan agar mendapatkan cashback atau hadiah lainnya. Sebab, ini adalah imbalan gratis yang sayang untuk kamu lewatkan.
Pengecualian akan mencakup keadaan di mana ada biaya tinggi atau di mana godaan dapat menyebabkan pengeluaran berlebihan. Jika kondisinya seperti itu, uang tunai dapat berfungsi sebagai sarana untuk mengurangi pengeluaranmu, seperti:
Tetapkan batas dan kemudian tarik dan belanjakan hanya sejumlah uang tunai itu. Pilih versi elektronik dari transaksi tunai bila memungkinkan jika virus Covid-19 menjadi perhatianmu.
Di area di mana bar, kasino, dan tempat hiburan lainnya masih buka, terapkan kebersihan tangan yang baik saat menggunakan uang tunai, cuci tangan setelah menyentuh uang.
Menurut makalah yang diterbitkan PsychNet di tahun 2008, orang dengan kebiasaan manajemen kredit yang buruk harus mengandalkan debit dan uang tunai sampai mereka dapat menguasai penggunaan kredit secara tepat.
Itu karena membayar dengan uang tunai membuat pengeluaranmu lebih mudah dilacak, dan meningkatkan keengganan bagi kamu untuk berbelanja.
Dalam studi lainnya, membayar dengan uang tunai tidak hanya menghasilkan pilihan yang lebih bijaksana tetapi juga meningkatkan keterikatan emosional dengan produk yang dibeli.
Well, bagaimana kamu memilih untuk membayar tentunya dipengaruhi dengan keuntungan yang bisa kamu dapatkan, apalagi dengan lebih banyak cara yang bisa dilakukan daripada yang mungkin dipikirkan sebelumnya.
Apakah kamu memilih membayar dengan uang tunai, kartu debit, ataupun kartu kredit adalah pilihan pribadi, tetapi pilihan yang dapat membawa konsekuensi finansial yang signifikan.
Luangkan waktu sebentar untuk mempertimbangkan pilihanmu, buat keputusan cerdas dengan pengeluaran kamu, dan dapatkan manfaatnya.
Tags